
Di sebuah restoran diruang VIP seorang laki laki tengah gusar menunggu seseorang. Dengan membawa beberapa kertas yang sudah ia susun sedemikian rupa agar bisa meyakinkan orang itu. Tak lama seorang laki laki mendatangi Meja tersebut.
"Selamat Siang tuan demian" Sapa wisnu, chris mengirim wisnu untuk menemui demian karena ia sama sekali tidak tahan bila melihat wajah demian. Demian segera berdiri menyambut kedatangan wisnu.
"Selamat siang tuan wisnu, silakan duduk" Demian mempersilakan wisnu untuk duduk
"Tanpa tunggu lama, saya mewakili tuan Chris menyampaikan bahwa Kerja sama kita di batalkan tuan" ucap wisnu to the point
Demian yang mendengar itu sangat tak percaya, karena perusahaan nya akan mengalami kebangkrutan.
"Ta tapi kenapa tuan, ada apa dengan tuan chris sampai membatalkan kerjasama kita?" tanya Demian dengan suara bergetar
"Kami sudah menyelidiki tentang perusahaan anda tuan, banyak sekali keraguan yang kalian tunjukan jadi presdir tidak bisa meneruskan kerjasama ini."
"Ta tapi tuan" demian masih mencoba membujuk wisnu
"Maaf tuan demian, saya hanya disuruh tentang putusnya kerjasama ini tuan Chris yang memintanya. Saya rasa sudsh tidak ada yang perlu kita bicarakan, saya pamit undur diri" Wisnu berdiri dan di ikuti Demian. Wisnu berjalan meninggalkan demian yang kembali terduduk lesu, harapannya menjadi milioner pupus sudah.
"Bagaimana ini, kerjasama ku dengan 2 perusahaan besar sudah kandas" gumam demian dan meneguk gelas yang berisi wine di hadapannya
Demian memikirkan kelanjutan perusahaan nya, ia tidak bisa menyaksikan kebangkrutan nya. Apalagi Stevani tidak ada di sisinya yang biasa ia gunakan untuk mendapat proyek.
* *
Di sisi lain, chris menerima laporan dari wisnu. Ia menyeringai dengan menarik satu sisi bibirnya.
"Kehancuran mu telah tiba demian, kalian sudah berani membuat masalah dengan ku" ucap dingin chris
Sudah waktunya untuk pulang, chris segera membereskan berkas berkas yang berserakan di mejanya. Setelah itu ia menyambar jas, ia menenteng jas di tangan kiri dan tangan kanannya membawa tas kerja. Ia keluar dari ruangan berjalan menuju lift. Ia sudah tidak tahan ingin bertemu dengan istri cantiknya.
Chris melewati para karyawan yang masih terlihat membereskan pekerjaan mereka, sesekali menjawab sapaan dari para bawahannya. Sejak menikah dengan Adelia, chris sedikit berubah ia yang biasanya acuh terhadap sapaan karyawan sekarang sudah mulai mencoba menjawab meskipun tidak semua sapaan itu ia jawab. Adelia menyuruhnya menjadi bos yang bijaksana dan murah senyum. Tentu chris hanya bisa menuruti perkataan istri kesayangan nya itu, bisa dianggap ia sudah bucin tingkat dewa pada adelia.
__ADS_1
Chris masuk kedalam mobilnya, menaruh tas dan jas di samping kemudi. Kemudian perlahan membawa mobil menjauh dari kantor CA Corporation. Saat beberapa menit ia menyetir mobil, ponsel nya berbunyi. Chris berhenti di tepi jalan dan melihat siapa yang menelfon nya.
"Adel" gumam Chris dan segera mengangkat nya
"Hallo sayang, ada apa" ucap chris
"Halo mas, mas dimana?" tanya adelia di telfon
"Mas dijalan sayang, mau pulang emang kenapa"
"Adel minta tolong ya Mas, Beliin adel Cilok yang ada dijalan. Adel lagi pengen banget makan cilok yang dijual di pinggir jalan"
"Tapi itu kan engak higenis sayang, minta buatin bibi aja"
"Gamau mas, pokoknya adel mau yanh di pinggir jalan titik" teriakan adel dan segera mematikan telfon nya.
Chris terpaksa harus menuruti keinginan istrinya. Ia kembali membawa mobil perlahan dan dengan sesekali melirik samping jalan untuk melihat apa ada tukang jualan cilok. Tak berapa lama ia menemukan penjual cilok, Seorang kakek kakek tua. Chris turun dari mobil nya, mendekati penjual cilok tersebut.
Penjual cilok tua itu sangat bahagia karena ia kedatangan pembeli, karena sudah beberapa jam dari ia sampai belum ada pembeli.
"Iya pak, saya mau beli ciloknya buat istri saya yang lagi hamil" Chris sangat tidak tega melihat kakek tua itu dengan semangat mengambilkan satu persatu cilok dan dimasukkan kedalam plastik meski dengan tangan yang bergetar karena usia nya yang tak lagi muda.
"Bapak sejak kapan jualan cilok" Chris akhirnya bertanya
"Bapak sudah hampir 30 tahun nak. Tapi ya nama nya jualan ada pasang surutnya. Kaya sekarang ini bapak belum laku sama sekali, kamu lah pelanggan pertama bapak. Kadang juga pernah ngak laku sama sekali jadi bapak pulang tidak membawa uang." ucap kakek itu bercerita. Chris sangat terharu dengan ucapan kakek itu
"Bapak tingan dengan siapa?"
"Dengan istri bapak nak, anak bapak sudah menikah dan pergi meninggalkan kami berdua. Mereka lupa dengan kami yang sudah merawat mereka sejak kecil sampai sukses." ucap kakek itu kembali, chris sangat sakit mendengar penuturan kakek itu. Ia tidak menyangka ada anak seperti itu yang tega menelantarkan orang tua nya. Ia berencana membeli semua dagangan kakek itu untuk dibagikan pada penjaga dan pembantu dirumah nya.
"Saya beli semua cilok bapak ya, bapak bungkus saja semua nanti saya bayar semuanya"
__ADS_1
"Kamu serius nak mau membeli semua dagangan bapak" kakek itu sangat antusias dengan perkataan chris
"Iya pak, nanti saya mau bagikan pada penjaga dan pembantu dirumah saya juga"
Kakek penjual cilok itu segera membungkuskan kembali semua cilok nya. Setelah mendapat semua cilok, chris segera membayar nya.
"Berapa totalnya pak"
"Totalnya 250.000 nak"
Chris mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar uang 100 ribu dan memberikan pada kakek itu.
"Ini pak, bapak ambil semua ini dari saya. Saya ikhlas semoha bermanfaat bagi bapak dan istri bapak"
"Terima kasih nak, terima kasih banyak bapak doa kan semoga istri mu diberikan kelancaran dalam hamil dan melahirkan nya. Dan semoga keluarga mu selalu dalam lindungan Allah SWT" ucap kakek itu dengan mengenggam tangan chris sambil mengeluarkan air mata haru nya pertama kali mendapat uang begitu banyak.
"Amin Sama sama pak, terima kasih sudah mendoakan saya. Saya permisi dulu karena istri saya sudah menunggu dirumah.
" Iya nak "
Chris membawa 2 kresek besar berisi cilok, ia taruh di kursi belakang. Ia segera masuk, di lihat nya kakek penjual cilok itu mengemasi barang barang nya dan berjalan tertatih meninggalkan lapaknya tadi. Chris tersenyum ia sangat haru. Ia perlahan kembali membawa mobilnya menuju rumah karena dari tadi Adelia sudah mengirimkan pesan padanya.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Bersedekah tidak selamanya harus dengan uang, kita juga bisa bersedekah dengan tenaga yang kita punya❤️
_____________________________________________