Menikah Dengan Bos Dingin

Menikah Dengan Bos Dingin
Bab 57


__ADS_3

Setelah kemaren belanja semua kebutuhan untuk baby twin adelia tengah sibuk mendekor kamar calon buah hatinya. Kamar itu bercat Pink dan biru di lain sisi, sisi berwarna pink di hiasi stiker berbie dan sisi yang biru berstiker beruang dan mobil mobilan.


"Nak" Mega melangkah masuk kedalam kamar calon cucu nya


"Eh bunda, ada apa bun" ucap Adelia menggeser duduknya membiarkan sang bunda duduk


"Usia kandungan mu memasuki 7 bulan kan, bagaimana kalau mengadakan acara 7 bulanan"


"Boleh juga bun, tapi kalau gitu kita buat di rumah Chris aja ya. Biar pernah disana dan biar mommy juga senang"


"Baiklah, nanti kita bicarakan sama mertua mu"


Mereka berdua kembali menyusun perlengkapan calon baby. Meletakkan baju baju, bedak, popok dan lain lain.


* *


Sedangkan dikantor Chris harus bekerja ekstra karena sejak Adelia hamil dan telah mengalami kejadian seperti penculikan itu ia sering meninggal kan kantor jadi banyak sekali pekerjaan yang tertunda. Di Ruangan khusus presdir Chris dan wisnu sedang mengecek beberapa laporan akhir bulan. Banyak yang salah didalam beberapa berkas yang diberikan setiap divisi dan mengharuskan dibuat ulang.


"hufff" chris menghela nafas menyenderkan punggung nya di kursi sambil menatap langit langit ruangan.


"Wisnu, aku mau istirahat di ruangan sebelah jangan ada yang boleh masuk. Kau teruskan saja di sini"


"Baik tuan"


Chris masuk ke dalam ruangan istirahat nya, Ia melepas jas nya meletakkan di soffa yang ada di sana. Ia mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang ada di sana dan perlahan ia terlelap.


Di taman komples, chris sedang berjalan jalan dengan Adelia sore itu. Mereka beristirahat sebentar dengan duduk di kursi taman yang menghadap ke air mancur.


"Mas, seandainya kamu di beri pilihan untuk lebih mempertahankan aku atau baby kita. Kamu pilih untuk mempertahankan baby twin kita saja ya."

__ADS_1


"Aku akan mempertahankan keduanya, aku tidak akan memilih siapapun diantara kalian karena kalian adalah belahan jiwa mas" ucap chris dengan membelai surai hitam milik adelia


"Kalo aku pergi terlebih dulu mas harus janji akan jaga dan rawat baby twin dengan baik."


"Tidak! kamu tidak akan pergi kemana mana, kamu harus tetap di sini bersama ku melihat pertumbuhan baby twinn kita" pergerakan tangan chris sempat berhenti karena omongan Adelia tadi.


Setelah dirasa agak lama mereka berada di sana, Adelia mengajak Chris untuk pulang. Mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan sesekali tersenyum dan membalas sapaan orang orang yang lewat. Adelia bercerita banyak saat berjalan dan chris selalu menjadi pendengar yang baik.


Dari kejauhan Adelia melihat ada abang tukang cilok, ia meminta untuk Chris membelikan nya.


"mas beliin cilok di abang itu ya"


"Biar abangnya kesini dulu ya, mas gak tega ninggalin kamu"


"gapapa mas, cepat beliin adel ya"


"yasudah mas kesana dulu, kamu kalo capek berhenti istirahat duduk dulu"


Chris berjalan menjauh dari Adelia menuju penjual cilok, ia membeli 2 bungkus cilok. Setelah membayar ia kembali berjalan kearah tadi saat meninggalkan istrinya. Ia tersenyum melihat sang istri tengah membalas senyumnya, tapi tiba tiba dari arah belakang Adelia melaju mobil yang sangat kencang dan tidak bisa mengerem.


"ciiiiiiitttt, bruuuk" suara mobil itu menghantam badan Adelia.


Chris yang tadi sempat berhenti dulu karena plastik yang ia bawa bocor ketika mendengar suara keras menoleh dan mendapati sang istri yang sudah bersimpah darah. Chris segera berlari dengan berteriak kearah Adelia.


"Tidaaaak, Adelia" teriak Chris.


Tiba tiba ia terbangun dari tidurnya , tubuhnya penuh dengan keringat dan jantung nya berdebar sangat cepat.


"Ternyata hanya mimpi" chris mengusap wajahnya kasar ia segera berdiri melepas pakaian nya ia berjalan ke arah kamar mandi. Ia mandi untuk menghilangkan keringat nya ia memutuskan setelah membersihkan diri ia akan pulang.

__ADS_1


Setelah beberapa menit ia keluar dengan menggunakan handuk, ia kembali memakai pakaian nya dan merapikan rambutnya. Chris mengambil jas nya dan berjalan keluar dari ruangan istirahat kembali ke ruang kerjanya. Disana masih ada wisnu yang masih sibuj dengan beberapa berkas.


"Aku akan pulang, Kau urus pekerjaan di sini" ucap chris


"Baik tuan"


Chris mengambil tas dan kunci mobilnya, ia keluar berjalan ke arah lift khusus presdir. Ia tidak tenang saat mendapatkan mimpi tadi. Saat ia sudah di parkiran ia segera masuk kedalam mobil dan melesatkan mobilnya ke luar dari gedung tinggi pencakar langit itu. Chris mengemudikan dengan cepat ia berharap agar cepat sampai dirumah dan melihat istrinya.


Setelah 15 menit mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata rata Chris sudah masuk kedalam halaman rumahnya. Ia turun dari mobil dan menyerahkan kunci pada satpam. Chris segera membuka pintu dan masuk, ia mengedarkan pandangan nya mencari dimana pujaan hatinya. Ternyata saat itu Adelia tengah berada di dapur membuat susu coklat untuk dirinya. Chris berjalan menghampiri Adelia memeluk dan mencium tengkuk dari belakang yang membuat Adelia kaget dan nyaris menjatuhkan kaleng susu.


"Mas" ucap Adelia


"Iya sayang, sebentar saja mas rindu" ucap chris yang masih pada posisi nya


Setelah membiarkan beberapa saat Adelia membalikan tubuhnya untuk menghadap Chris.


"Ada apa mas" adelia menangkup rahang tegas milik Chris dan menatap matanya dalam


"Jangan pernah tinggalin mas ya sayang, mas gabisa hidup tanpa kamu" jsesb Chris sungguh sungguh dengan mata yang berkaca kaca. Bagi Adelia ini saat pertama kali melihat suaminya berkaca kaca ingin menanggis membuat nya berpikir ada apa dengan suaminya ini.


"Tidak mas, adelia tidak akan ke mana mana. Adelia akan tetap disini menemani mas, menua bersama mas" adelia meyakinkan Chris


Chris segera memeluk Adelia, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya. Terlihat dari wajah Chris saat ini ia sangat khawatir dan gusar. Setelah beberapa lama ia melepaskan pelukannya.


"Ayo kita duduk di soffa sini biar mas bawain susu nya"


Mereka berjalan ke soffa ruang keluarga. Chris meletakkan susu diatas meja dan segera duduk disamping istri nya.


____________ ____________ ____________ _______

__ADS_1


Jangan lupa vote terus ya, biar author juga makin semangat nulis nya😊


__ADS_2