Menikah Dengan Bos Dingin

Menikah Dengan Bos Dingin
Bab 60


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, dua manusia yang tadi sedang menonton TV pun mulai mengantuk. Karena diluar juga masih deras dan petir masih bersautan mengeluarkan gelagarnya membuat adelia khawatir dengan keadaan orang tuanya. Di TV tadi Adelia sempat melihat berita beberapa wilayah ada yang terkena banjir dan juga angin kencang membuat beberapa orang kecelakaan.


"Mas, sudah malam kenapa ayah dan bunda belum pulang ya" tanya Adelia khawatir


"Sabar ya sayang, mungkin ayah sama bunda masih di acara kolega nya" Chris menenangkan istrinnya


"Aku coba telfon bunda aja deh"


Adelia memencet nomer yang menghubungkan ke ponsel sang bunda, beberapa kali ia coba menelfon tapi tidak ada jawaban dan panggilan dialihkan semakin membuat adelia khawatir. Ia juga mencoba menghubungi ponsel sang ayah tapi tetap sama tidak ada jawaban dari keduanya.


"Gimana ini mas ayah sama bunda engak angkat telfon nya, dan berada di panggilan lain terus"


"Sabar sayang"


Tv masih menyala dihadapan mereka menampilkan sebuah berita kecelakaan karena angin kencang membuat pohon tumbang dan mengenai sebuah mobil. Pembawa acara menyebutkan ciri ciri mobil tersebut dan juga korban yang ada di dalam nya. Adelia yang mendengar nomer kendaraan yang ia kenal segera menoleh ke acara tv tersebut.


"Mas, mas itu bukannya mobil yang ditumpangi ayah sama bunda" ucap Adelia panik dengan mengoncang lengan Chris


"Iya, itu mobil ayah sama bunda"


"Kita harus kesana mas kita harus ke rumah sakit. Aku mau lihat keadaan ayah sama bunda" teriak adel panik dan menanggis


"Sabar sayang, mas akan kesana tapi kamu dirumah saja karena kamu lagi hamil" chris menenangkan kembali istrinya yang lagi menanggis


"Engak mas aku mau ikut aku mau lihat ayah sama bunda" adelia terus menanggis diperlukan chris


"Diluar hujan deras gabaik buat kesehatan kamu dan calon anak kita. Kamu tunggu dirumah biar mas yang ke sana"


Adelia akhirnya menuruti permintaan sang suami karena ia tidak mau egois dengan mengorbankan calon anak nya. Chris menyuruh bibi menemani adelia agar ia tidak terlalu khawatir. Chris segera mengambil kunci mobilnya, ia tidak diantar supir karena akan membuat semakin lama. Dengan kecepatan tinggi Chris memacu mobilnya di bawah hujan deras, ia sudah mengetahui letak jalan yang terjadi kecelakaan. Selama setengah jam Chris mengendara akhirnya ia sampai disana sudah banyak polisi dan petugas pemadam kebakaran yang sedang memotong pohon yang menindih badan mobil. Chris turun dan menemui salah satu polisi di sana.

__ADS_1


"Selamat malam pak, bagaimana dengan korban" tanya chris setengah panik pada polisi tersebut. Polisi yang mengetahui didepan nya adalah orang nomor satu itu tidak percaya ia datang tanpa pengawalan dalam keadaan hujan. Didalam benak beberapa polisi dan orang yanh disana binggung ada hubungan apa korban kecelakaan dengan orang nomor satu itu.


"Selamat malam tuan muda, kamu sudah mengevakuasi korban dengan cepat. Korban sudah dilarikan ke RS kartini dengan menggunakan ambulans"


"Terima kasih pak, saya permisi dulu". Ucap chris buru buru semua polisi yang beraada disana melihat dengan binggung dan bertanya tanya.


Chris berlari masuk ke dalam mobil nya, ia segera melajukan mobil dengan cepat. Tanpa tunggu lama ia sampai di RS gang tadi diberitahukan polisi. Ia segera mencari informasi pada resepsionis.


"Maaf apakah ada korban suami istri kecelakaan di jalan J?" Tanya Chris dengan cepat


"Iya tuan, pasanagn suami istri tersebut di bawah ke ruang UGD dan sedang mendapat penanganan"


"Baik, terima kasih" chris kemudian berjalan cepat mencari ruang UGD, ia melihat pintu di tutup. Chris menunggu dengan cemas di luar selama beberapa menit dan tiba tiba dokter keluar sedikit mencari keluarga. Disitu Chris berdiri dari duduk nya dan menghampiri dokter tersebut.


"Dok bagaimana keadaan mertua saya" ucap chris dengan memegang pundak dokter laki laki tersebut


Chris bisa bernafas lega, mertua nya selamat ia berterima kasih pada dokter. Setelah dokter meninggalkan Chris, chris segera menghubungi sang istri. Dan kedua orang tua nya.


"Halo, sayang" tak lama setelah menekan nomer Adelia telfonnya sudah tersambung dan disana adelia sangat khawatir


"Halo mas, mas gimana ayah dan bunda" ucap Adelia


Dirumah setelah ditinggal Chris ia ditemani bibi, Adelia menanggis ia sangat khawatir kepada kedua orang tuanya dan bibi hanya bisa menyuruh nona muda nya untuk tenang dengan mengusap pundak.


"Ayah dan bunda baik baik saja sayang kamu tenang pikirin kandungan kamu. Sekarang kamu istirahat ya biar aku disini jaga ayah sama bunda"


"Engak mas, aku mau kesana sekarang aku engak bisa tidur kalau engak tau keadaan ayah sama bunda" Adelia meminta dengan sesegukan


"Tapi sayang, ini sudah malam gak baik buat kamu dan calon anak kita"

__ADS_1


"pokok nya aku mau kerumah sakit sekarang!" Adelia membentak chris di telfon.


"Baiklah pergilah kesini tapi dengan diantar supir dan diikuti bodyguard yang ada di rumah" akhir nya Chris mengalah juga ia membiarkan adelia pergi ke rumah sakit tapi dengan pengawalan ketat.


Setelah menutup telfon Chris segera pergi ke resepsionis lagi, untuk melunasi biasa pengobatan mertuanya dan agar segera dipindahkan keruang rawat. Chris meminta ruang kamar yang VVIP agar mertuanya bisa istirahat dan ia juga bisa istrinya mengingat Adelia yang memaksa untuk ke rumah sakit.


Setelah menyelesaikan biaya administrasi, chris kembali ke ruang UGD disana sudah ada beberapa perawat yang akan memindahkan Rico dan Mega. Chris yang tadinya akan menghubungi orangtua nya jadi lupa karena sibuk melunasi biaya dan akhirnya ia tidak jadi menelfon daddy dan mommy nya.


Setelah beberapa menit Adelia sudah sampai di rumah sakit, ia mendapat kawalan dengan 5 bodyguard yang sebelumnya sudah ditelpon Chris. Adelia berjalan dengan sedikit susah dan ngos ngosan karena kandungan nya yang sudah sangat besar. Ia sudah sampai di ruang yang tadi di beritahu suaminya, ia melihat suaminya tengah duduk di kursi depan kamar inap dengan posisi bersender dan menutup mata. Adelia berjalan dan memanggil pelan dang suami.


"Mas gimana ayah dan bunda" suara Adelia membuat Chris kaget karena ia tadi sedang sedikit berpikir


"Kamu sudah sampai sayang, ayo kita masuk" Chris menuntun Adelia masuk ke dalam ruangan menyiapkan soffa untuknya.


Adelia duduk dengan memengan tangan ibu nya. Ia melihat perban yang ada di tangan dan lutut sang ibu, tak berapa lama mega bangun ia melihat Adelia yang ada disampingnya.


"Nak" ucap Mega pelan


Adelia yang memelihat ibunya bangun sangat antusias dan segera menoleh ke wajah sang bunda.


"Iya bunda, mana yang sakit bunda" ucap Adel cepat


"Bisa ambilin bunda minum nak"


Adelia segera mengambil air yang ada dimeja dan meminumkan pada mega. Bundanya sudah sadar dan kini tinggal sang ayah yang masih belum sadar. Adelia berpikir mungkin dosis yang diberikan lebih kuat pada sang ayah karena luka sang ayah yang lebih parah.


.


.

__ADS_1


__ADS_2