Menikah Dengan Bos Dingin

Menikah Dengan Bos Dingin
Bab 47


__ADS_3

Di ruang kerja laki laki bertubuh tegap sedang menerima telfon. Ia mendapat kabar bahwa anaknya telah ditangkap dan sekarang sedang berada di kantor polisi.


"Baiklah saya akan pergi ke sana sekarang" ucap laki laki itu


Ia segera keluar membenarkan kemejanya, menyambar kunci mobil yang sedari tadi diatas meja. Dengan langkah tergesa gesa ia berjalan ke arah garasi dan membawa mobil nya sendiri.


Tak berapa lama ia sampai di depan kantor polisi, memarkir mobil nya dan ia segera berjalan dengan tergesa gesa untuk segera masuk kedalam. Di dalam kantor polisi ia bertemu dengan petugas yang tadi menelfonnya.


"Selamat malam Tuan Demian" Polisi itu menjabat tangan demian


"Selamat malam pak, bagaimana dengan anak saya. Kenapa bisa sampai berada di sini?" tanya demian langsung pada intinya


"Silakan duduk dulu pak, saya akn menjelaskan nya"


Polisi tersebut mempersilakan demian untuk duduk, mereka duduk berhadapan.


"Begini tuan, tadi anak anda dibawah kemari oleh seseorang atas bukti percobaan pembunuha" ucap polisi itu


"Pembunuhan? Pembunuhan siapa pak" demian binggung


"Anak tuan mencoba membunuh istri dari Tuan Muda Chris Adelio Gibson. Kami penyidik sudah menemukan beberapa bukti rekaman dari lokasi kejadian"


Demian kaget mendengar perkataan dari pak polisi. Ia tidak menyangka bahwa Anak tiri nya itu sudah terlalu melewati batas dari apa yang mereka rencanakan.

__ADS_1


"Dan kami sudah memberi putusan bahwa anak anda akan di hukum 5 tahun penjara."


"Bolehkah saya bertemu dengan anak saya pak" tanya Demian


"Boleh pak, silakan bapak tunggu di ruang tunggu saya akan memanggilkan putri anda"


Polisi menunjukan ruang tunggu, meminta demian menunggu didalam. Setelah mengantar demian, ia segera menuju sel tahanan stevani.


"Saudari stevani ayah anda ingin berbicara" ucap polisi


"Be benarkah pak" stevani yang tadinya sedang duduk termenung segera berdiri dan keluar mengikuti langkah polisi di depannya.


"Silakan kalian berbicara hanya punya waktu 10 menit" polisi meninggalkan mereka berdua


Demian melihat dengan kesal pada stevani, anak tiri nya itu menghancurkan rencananya.


"Diam kau, kau menghancurkan semua rencana ku. Mungkin setelah ini mereka akan membatalkan kerja sama dengan perusahaan ku. Kau sangat teledor dan tergesa gesa, tanpa memikirkan akibat dari perbuatan mu." ucap demian sedikit membentak


Stevani hanya terdiam, mendengar ucapan sang ayah tiri. Ia tau ia telah salah, membuaf rencana yang sudah disiapkan matang oleh demian hancur. Setelah 10 menit mereka berbicara dan tidak menemukan cara bagaimana mengeluarkan stevani. Demian hanya pasrah karena yang bisa mengeluarkan stevani hanya Chris.


Polisi kembali kedalam ruang tunggu untuk memberi tahukan bahwa jam bertemu sudah habis.


"maaf tuan, jam besuk sudah habis saya akan membawa noma stevani untuk masuk kedalam."

__ADS_1


"Aku masuk dulu" ucap stevani yang mendapat anggukan demian.


Setelah stevani masuk demian berjalan keluar dari kantor polisi. Ia tidak punya keberanian bertemu dengan chris. Ia masuk kedalam mobilnya.


"Arggggg, rencana yang aku siapkan dengan matang akan rusak begitu saja" Demian berterian di dalam mobil dengan memukul stir. Sesusah tenang ia kembali membawa mobilnya untuk pulang, pikirannya sangat tidak karuan.


Saat ini ia hanya butuh ketenangan dari seseorang, dengan di temani minuman beralkohol menyampingkan masalah stevani sementara. Ia berpikir memanggil wanita nya untuk datang kerumah. Tak berapa lama mobil itu kembali masuk kedalam garasi rumahnya. Ia turun dengan sibuk mengotak atik ponsel ia memanggil salah satu teman kencannya.


Demian masuk ke dalam rumah, membaringkan tubuhnya di soffa panjang ruang keluarga. Membuka dua kancing atas kemeja, sambil menunggu wanita nya datang ia beranjal mengambil beberapa botol wine.


Tak lama bunyi bel pintu terdengar demiam yang sudah sedikit mabuk karena minum duluan, berjalan gontai membuka pintu. Seorang wanita cantim dengan postur tubuh tinggi, kaki jenjang, rambut yang hitam panjang menggunakanan pakaian yang sedikit terbuka berdiri di sana. Demian menyambutnya dengan segera menarik tangannya. Tak lupa ia menutup pintu, wanita itu langsung bergelayut manja di tangan demian.


Malam sudah sangat larut mereka terus bersenang senang. Sudah banyak sekali botol wine yang kosong. Demian sudah mabuk berat, ia menarik tangan wanita itu membawanya ke kamar tamu yang ada di lantai bawah. Mereka melakukan kesenangan mereka di dalam kamar berdua.


.


.


.


Bersambung....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Maaf ya author cuma nulis sedikit, karena author lagi kehabisan inspirasi.


Terima kasih sudah selalu dukung author😘


__ADS_2