Menikah Dengan Bos Dingin

Menikah Dengan Bos Dingin
Bab 59


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, dua manusia yang tadi sedang menonton TV pun mulai mengantuk. Karena diluar juga masih deras dan petir masih bersautan mengeluarkan gelagarnya membuat adelia khawatir dengan keadaan orang tuanya. Di TV tadi Adelia sempat melihat berita beberapa wilayah ada yang terkena banjir dan juga angin kencang membuat beberapa orang kecelakaan.


"Mas, sudah malam kenapa ayah dan bunda belum pulang ya" tanya Adelia khawatir


"Sabar ya sayang, mungkin ayah sama bunda masih di acara kolega nya" Chris menenangkan istrinnya


"Aku coba telfon bunda aja deh"


Adelia memencet nomer yang menghubungkan ke ponsel sang bunda, beberapa kali ia coba menelfon tapi tidak ada jawaban dan panggilan dialihkan semakin membuat adelia khawatir. Ia juga mencoba menghubungi ponsel sang ayah tapi tetap sama tidak ada jawaban dari keduanya.


"Gimana ini mas ayah sama bunda engak angkat telfon nya, dan berada di panggilan lain terus"


"Sabar sayang"


Tv masih menyala dihadapan mereka menampilkan sebuah berita kecelakaan karena angin kencang membuat pohon tumbang dan mengenai sebuah mobil. Pembawa acara menyebutkan ciri ciri mobil tersebut dan juga korban yang ada di dalam nya. Adelia yang mendengar nomer kendaraan yang ia kenal segera menoleh ke acara tv tersebut.


"Mas, mas itu bukannya mobil yang ditumpangi ayah sama bunda" ucap Adelia panik dengan mengoncang lengan Chris


"Iya, itu mobil ayah sama bunda"


"Kita harus kesana mas kita harus ke rumah sakit. Aku mau lihat keadaan ayah sama bunda" teriak adel panik dan menanggis


"Sabar sayang, mas akan kesana tapi kamu dirumah saja karena kamu lagi hamil" chris menenangkan kembali istrinya yang lagi menanggis

__ADS_1


"Engak mas aku mau ikut aku mau lihat ayah sama bunda" adelia terus menanggis diperlukan chris


"Diluar hujan deras gabaik buat kesehatan kamu dan calon anak kita. Kamu tunggu dirumah biar mas yang ke sana"


Adelia akhirnya menuruti permintaan sang suami karena ia tidak mau egois dengan mengorbankan calon anak nya. Chris menyuruh bibi menemani adelia agar ia tidak terlalu khawatir. Chris segera mengambil kunci mobilnya, ia tidak diantar supir karena akan membuat semakin lama. Dengan kecepatan tinggi Chris memacu mobilnya di bawah hujan deras, ia sudah mengetahui letak jalan yang terjadi kecelakaan. Selama setengah jam Chris mengendara akhirnya ia sampai disana sudah banyak polisi dan petugas pemadam kebakaran yang sedang memotong pohon yang menindih badan mobil. Chris turun dan menemui salah satu polisi di sana.


"Selamat malam pak, bagaimana dengan korban" tanya chris setengah panik pada polisi tersebut. Polisi yang mengetahui didepan nya adalah orang nomor satu itu tidak percaya ia datang tanpa pengawalan dalam keadaan hujan. Didalam benak beberapa polisi dan orang yanh disana binggung ada hubungan apa korban kecelakaan dengan orang nomor satu itu.


"Selamat malam tuan muda, kamu sudah mengevakuasi korban dengan cepat. Korban sudah dilarikan ke RS kartini dengan menggunakan ambulans"


"Terima kasih pak, saya permisi dulu mau melihat keadaan mertua saya" ucap pamit Chris dan langsung pergi meninggalkan pak polisi. Pak polisi hanya kaget dengan ucapan Chris.


Chris segera menaiki mobilnya lagi, untuk pergi ke RS yang diberitahukan tadi. Tak butuh lama Chris sampai ia segera mencari ke resepsionis. Ia diberitahukan bahwa korban berada di IGD chris segera berlari menuju ruang IGD dan ia melihat sang mertua dalam keadaan terluka. Chris kemudian berjalan masuk kedalam bertemu dengan dokter.


"tenang tuan muda, tuan dan nyonya sudah mendapat penanganan cepat dan sekarang sudah baik baik saja mereka akan sadar sebentar lagi"


"Baiklah terima kasih dok" chris menjabat tangan dang dokter sebelum dokter meninggalkan IGD. Chris segera menghubungi Adelia agar istrinya tidak terlalu khawatir.


"Halo mas, mas gimana keadaan ayah dan bunda" ucap panik Adelia ditelfon


"Mereka hanya terluka dan sekarang sedang istirahat sayang kamu jangan terlalu khawatir. Aku akan menunggu sampai ayah dan bunda bangun kamu tidur lah"


"Tidak mas aku gak bisa tidur, aku mau ke sana saja melihat ayah dan bunda"

__ADS_1


"Baiklah pergilah dengan supir berhati hatilah jalanan licin"


Setelah menghubungi Adelia Chris mengurus semua biaya pengobatan sang mertua. Ia menunggu di depan IGD sambil menunggu Adelia datang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2