
Sesampainya di halaman rumah, chris memanggil satpam untuk bantu membawakan cilok yang tadi ia beli.
"Pak bawakan cilok ini ke dalam ya, sama panggill semua penjaga suruh masuk." ucap chris pada pak satpam
"Baik tuan"
Pak satpam mengambil cilok di dalam mobil, ia berjalan masuk ke dalam rumah. Chris yang sudab duduk di soffa langsung disambut Adelia.
"Mas sudah pulang?" mencium tangan chris
"Sudah sayang, ini pesanan kamu" menunjukan pak satpam yang masuk membawa 2 kresek besar cilok
"Banyak banget mas, engak salah kamu ini" Adelia kaget mendapati cilok sebanyak itu
"Mas mau bagi bagikan juga sama penjaga dan bibi sayang, tadi mas kasihan sama kakek yang jual sudah tua banget. terus katanya mas pembeli pertamanya." chris berdiri mengambil 2 bungkus cilok dan di bawah kembali ke hadapan Adelia
"Bi, tolong ambilin piring sama garpu ya bawa kesini" teriak chris
"Iya den" Bibi berjalan mendekati Chris dan Adelia
"Ini den piring sama garpunya" Bibi menyerahkan pada Chris
"Oh ya bi, itu ada cilok bibi ambil sama bagikan ke pelayan yang lain." Chris menunjuk kresek cilok
"Iya den"
Bibi segera mengambil 1 kresek cilok untuk ia bagikan pada pembantu yang lain. Tak lama satpam dan para penjaga juga mengambil cilok itu. Adelia sangat menikmati cilok yang dibeli suaminya tersebut.
__ADS_1
"Pelan pelan sayang" ucap Chris melihat Adelia makan dengan sangat lahap
"Cilok nya enak mas, kapan kapan kita beli lagi ya aku ikut" ucap Adelia dengan mulut yang penuh
"Iya sayang semoga kita masih bisa bertemu dengan kakek penjual ciloknya mas ga tega banget, kamu pelan pelan makannya." Chris gemas dengan tingkah istrinya itu.
Adelia masih menikmati cilok nya tanpa memperdulikan sekitar atau Chris yang masih mengawasi nya makan. Mega turun menuju anak dan mantunya.
" Makan pelan pelan nal, gaada yang minta kok" Mega menggoda Adelia
"Ihhh, bunda apaan si" adelia sedikit malu
"Ya gitu bun dari tadi, chris udah bilang pelan pelan engak di peduliin. Padahal chris kan engak akan minta juga" ucap chris sedikit cekikian
Adelia menghabiskan semua ciloknya, dan akhirnya ia kekenyangan.
" Mas ke atas dulu ya sayang, mau mandi kamu di sini saja ditemani bunda nanti mas turun lagi" ucap chris sambil mengelus rambut adelia
Chrs naik ke atas menuju kamarnya, ia menaruh tas kerja nya di soffa. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah beberapa menit ia keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah fresh, ia menuju meja rias untuk menyisir rambut.
Setelah itu ia kembali turun, ia memakai kaos oblong berwana navy dngan jeans pendek membuat tingkat kegantenganya semakin meningkat. Chris kembali duduk di samping istrinya, mereka bertiga nonton drama bersama sambil menunggu makan malam.
"Oh ya nak kenapa yeni tidak pernah main ke sini lagi?" Mega bertanya pada Adelia
"Emmm, katanya dia sih lagi kerja di perusahaan keluarga nya bun. Belajar buat jadi penerus penganti papa nya" ucap Adelia
"Oh gitu ya"
__ADS_1
"Oh ya bun sekarang adel udah hampir 3 bulan tapi kok perut nya udah besar ya" tanya adel dan membuat chris menoleh cepat.
"Mungkin kamu hamil anak kembar nak"
"Kembar? Tapi keluarga kita kan engak punya keturunan kembar bun"
"Ada, keluarga kita punya darah kembar nak. Kakek mu laki laki punya saudara kembar ia anak kedua dan punya kakak tapi sudah meninggal sejak baru lahir" ucap mega menjelaskan tanpa menoleh pada Adelia, sedangkan chris masih menguping
"Tapi bunds kenapa engak pernah cerita pada adel"
"Karena Almarhum kakek tidak Ingin mengungkit kisah lama sayang"
"Baik kalau gitu besok kita cek ke dokter lagi ya" Chris tiba tiba memotong pembicaraan mereka
"Bener itu kata suami mu nak, mending kamu ke dokter"
Mereka kambali menonton tv, tak lama Rico turun untuk makan malam. Mereka kemudian menuku ruang makan, mereka makan dengan sedikit berbicara.
.
.
.
Bersambung...
___________________________________________
__ADS_1