
Malam hari dikediaman Rico Sanjaya, seperti biasa mereka sedang berkumpul bersama diruang keluarga sembari menonton acara TV kesukaan mereka. Adel sedang berbaring di atas sofa panjang dengan kepala berada di pangkuan sang bunda, sedangkan sang ayah duduk bersebelahan dengan sang bunda sambil menyeruput teh. Suasana itu menggambarkan betapa harmonis keluarga mereka. Tak lama Bundanya bertanya,
Bunda :"Nak, bagaimana presentasi mu tadi apakah kamu diterima magang diperusahaan itu?" dengan tangan sedang mengelus rambut putrinya
Adelia :"Presentasi nya lancar bunda itu semua berkat doa ayah dan bunda, Adel diterima magang disana. Besok Adel akan melakukan wawancara dengan Bos perusahaan itu". ia menjawab dengan senyum bahagia
Ayah :"Kamu mengajukan magang dimana, nak kok ayah tidak tau? Kenapa tidak di perusahaan kita".
Adel :"Adel mengajukan magang di CA Corporation, yah. Adel tidak mau magang di perusahaan ayah karena adel mau mencari pengalaman sendiri bagaimana susahnya menjadi karyawan".
Ayah :"Apa ayah tidak salah dengar nak? Kamu mau magang di CA Corporation. Apa kamu tidak tau disana sangatlah ketat, dan sangat disiplin karena Bos mereka sangat lah tepat waktu dan sangat membenci karyawan yang malas". Ayah nya kembali menyeruput tehnya yang hampir habis
Adel :"Adelia tau ayah, yeni tadi juga berbicara seperti itu. Tapi keinginan adel untuk magang disana sudah bulat yah". Adel bangun dari pangkuan bundanya dan duduk sambil merengkuh bantal sofa
Ayah :"Baiklah nak, itu sudah menjadi pilihan mu".
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, setelah berbincang bincang cukup lama mereka semua masuk kedalam kamar masing masing. Kamar Adel berada dilantai dua sebelah kanan dan kamar kedua orang tuanya berada di sebelah kiri.
Setelah menutup pintu adel menuju kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan kaki dan menggosok gigi nya. Setelah menyelesaikan aktifitas sebelum tidur, Adel langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang Queen size milik nya. Kamar Adelia bernuansa putih dan biru muda, karena Adel sangat menyukai warna itu. Sebelum tidur ia menyempatkan untuk mengecek apa ada yang menghubunginya dan dengan satu persatu ia melihat ada satu pesan email masuk ia segera membuka pesan tersebut. Isinya adalah pemberi tahuan kepada mahasiswa magang untuk wawancara besok di Gedung CA Corporation jam 7 pagi.
Setelah membaca isi pesan tersebul Adel segera tidur agak besok tidak kesiangan seperti tadi siang.
*
Pagi pun tiba, jam menunjukkan pukup 6 pagi sinar terang matahari sudah menyelinap masuk kedalam kamar adelia melalui tirai tirai. Adelia yang masih memejamkan mata akhirnya bangun karena ia mengingat bahwa hari ini adalah hari wawancara magang nya, ia tidak mau terlambat. Ia segera turun untuk melaksanakan ritual paginya yaitu mandi. Setelah 20 menit ia keluar dengan menggunakan rok hitam selutut yang memperlihatkan kaki jenjang nya dengan di padukan kemeja putih polos yang pas di badan Adelia. Ia menuju meja rias nya dengan mengunakan lipstik berwarna pink dan riasan yang tipis membuat siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta. Tak lama kemudian ia dengan santai menuruni anak tangga untuk bergabung bersama Ayah dan Bundanya.
Adel :"Selamat pagi ayah bunda" ucap adel
Ayah dan Bunda :"Pagi sayang".
Bunda :"Sudah siap pergi wawancara nak?" tanya bunda sambil mengambil lauk untuk suaminya
Adel :"Emem, Sudah bunda" Adelia menjawab dengan mulut yang masih penuh dengan makanannya
Ayah :"Habiskan dulu yang ada dimulut mu nak, nanti tersedak. Apakah kamu mau berangkat dengan ayah adel?" dan mendapatkan gelengan kepala dari adelia
Adel :"Tidak ayah, adel sudah memesan Go-clak sebentar lagi sampai kok. (jawabnya sambil meminum susunya sampai habis) Adel sudah selesai yah bun, adel pamit dulu muah muah (mencium pipi kedua orang tuanya)
__ADS_1
Setelah perginya Adelia tinggal lah pasangan istri yang tak lain ayah dan bunda adel. Setelah selesai sarapan ia pergi ke kamar untuk melihat suaminya ia membantu memakaikan dasi, dengan sedikit bercengkrama berdua.
Bunda :"Anak kita sudah besar mas, Aku tidak menyangka perasaan baru saja kemaren aku gendong dan aku kasih ASI sekarang sudah tumbuh besar dan cantik.
Ayah :" Iya bun, dia sudah besar dan sifatnya seperti kamu sangat bijaksana dan tidak sombong. Bahkan untuk pergi dan menggunakan mobil yang aku berikan saja tidak mau dia lebih memilih naik Go-clak setiap hari.
Setelah memasangkan dasi dan berpamitan untuk pergi bekerja.
*
Setelah 25 menit sampai lah Adelia di depan gedung pencakar langit tersebut. Dengan santai ia berjalan menuju resepsionis.
Adel :"Pagi mbak, saya mahasiswa magang yang akan wawancara ruangan nya sebelah mana ya".
Resepsionis itu kagum dengan kecantikan Adelia, dia melihat dari bawah ke atas tanpa berkedip. Lamunannya seketika buyar karena kedatangan Presdir mereka. Segera ia mendundukkan kepala memberi hormat dan ucapan selamat pagi.
Didalam hati Chris Ada apa ini? siapa gadis itu? ketika aku perbandangan dengannya, tatapan itu membuat jantung ku berdegub cepat dan membuat ku salah tingkah. Selama ini aku tidak pernah merasakan nya ketika melihat wanita wanita diluar sana tetapi beda halnya dengan gadis itu.
Ia dengan cepat memutus pandangan itu dan melanjutkan berjalan menuju ke ruangan nya dengan memasang wajah dinginnya.
Setelah dirasa Presdir nya sudah tidak ada, baru resepsionis itu memberi tau bahwa wawancara dilakukan dilantai 45. Dan segera adelia berterima kasih dan langsung pergi menuju lantai 45.
Sekarang ia telah sampai di lantai 45 gedung itu, ia malihat di sekeliling nya cuma ada 2 ruangan saja pertama ruangan dengan pintu besar yang berwarna silver bertuliskan CEO ROOM dan satu lagi ruangan dengan pintu berwarna coklat bertuliskan Sekertaris ROOM.
Setelah melihat dua pintu besar itu Adelia duduk disoffa yang tersedia di sana sambil menunggu namanya dipanggil. Tak berapa lama keluar lah pria bertubuh tegap dari ruangan CEO, pria tersebut tak lain adalah wisnu dia memanggil Adelia untuk masuk kedalam ruangan presdir.
Wisnu :"Nona Adelia dari universitas X?"
Adelia : "Iya tuan saya Adelia dari universitas X" jawab adelia dengan berdiri
Wisnu :"Baik sekarang waktunya anda untuk wawancara nona, silakan masuk" (Sekertaris wisnu membuka pintu ruangan Chris dan diikuti adel masuk) Presdir ini nona Adelia dari universitas X yang mengajukan permohonan magang (setelah mendengan kata kata wisnu, chris yang tadinya sedang melihat dokumen dokumen tanpa memperhatikan adel seketika menaruh dan menatap adel dan menata adel dengan tatapan dingin karena chris tidak ingin jika gadis didepan nya tau bahwa dia merasa grogi karena sedang menatap wajahnya)
Tuan Chris :"Oke wisnu kamu keluar dulu".
__ADS_1
Wisnu :"Baik tuan" Chris pergi dari ruangan itu dan menyisahkan kecanggungan diantara mereka.
Chris mulai bertanya satu persatu tentang skil yang dimiliki Adelia, pertanyaan itu hanya untuk menutupi ke canggungan karena rasanya chris tidak mampu untuk menatap wajah adelia. Jantung nya yang berdegub kencang menjadikan ia kehilangan pertanyaan pertanyaan yang sudah ia siap kan tadi.
Tuan Chris :"Baiklah wawancara hari ini sampai disini saja. Dan ya Adel kamu besok sudah boleh masuk seperti karyawan yang lain. Dan ingat jangan sampai telat karena aku tidak ingin ada karyawan atau anak magang sekali pun telat datang dan tidak disiplin. Kamu sekarang boleh pulang" Chris berbicara dengan gaya dinginnya
Adelia :"Baik tuan, terima kasih saya permisi"
Adel keluar dengan rasa gembira, ia bahagia karena berhasil wawancara dan besok sudah mulai masuk seperti karyawan yang lain. Diluar gedung adel berniat menghubungi yeni untuk mentraktir temannya itu makan sebagai rasa syukur karena dilancarkan semua nya.
Adelia mengambil hp dari saku tasnya, ia mulai memencet nomer sahabat nya itu dan tidak lama telpon pun tersambung dengan seseorang di sebrang sana,
Adel :" Yeni, apa kamu sekarang ada waktu aku mau mentraktirmu makan di cafe mentari aku akan menunggu mu disana"
Yeni :"Baiklah aku akan pergi kesana sebentar lagi, byeee". Adel menutup telpon nya dan ia segera berjalan menuju caffe tempat janjian-nya bersama yeni karena tempat caffe itu tidak jauh dari gedung CA Corporation hanya butun waktu 5 menit saja.
10 menit yeni telah sampai dan ia segera mencari sahabat nya. Adel sudah berada disana dan sedang duduk dimeja paling pojok, yeni yang melihat lambaian tangan milik sahabatnya langsung menuju ke meja mereka saling berhadapan.
Adelia memanggil pelayan dan memesan makanan kesukaan mereka berdua.
Yeni :"Ada apa tumben nraktir aku makan lagi bahagia yaaa, tawa ejek yeni". Pasalnya ia tau kalau sahabatnya tidak akan mentraktir nya makan kalau suasana hati adel sedang tidak bahagia atau senang.
Adel :"Ah tau aja kamu yen, hehehe. Aku sedang bahagia karena aku besok sudah mulai magang di CA Corporation".
Yeni :"Selamat ya del". Tak lama makanan mereka datang dan Dilanjut acara makan. Setelah makan yeni kembali bertanya masalah Bos ya tadi.
Yeni :"Oh iya del apa kamu sudah bertemu langsung dengan CEO nya? Apakah benar dia sangat dingin
Adel :" Sudah yen, dia sangat dingin dan cuek". Jawab adel sambil meminum jus jeruk miliknya. Adel dan yeni melanjutkan obrolan merekan sampai adel harus pulang duluan karena ia telah di tunggu Bundanya untuk menemani ke mall.
Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang mendengarkan obrolan mereka. Chris tanpa sengaja melihat wajah gadis yang ditemui nya tadi dan dia langsung mencari tempat duduk yang dekat dengan gadis itu dan mendengar obrolan mereka. Obrolan mereka membuat Chris sedikit tersenyum.
Dalam hati Chris baik lah gadis kecil aku akan bermain dengan mu, kamu telah membuat ku salah tingkah karena tatapan mu.
*
Hai teman temen
Author minta maaf kalau bahasa masih acak acakan karena author juga masih belajar..
Kritik dan saran gunakan lah bahasa yang baik
__ADS_1
Salam hangat dari author😊