Menikah Denganmu Takdirku

Menikah Denganmu Takdirku
Mengantar Adik Ke Sekolah


__ADS_3

Keesokan harinya, Yana dan Febby bersiap-siap. Mereka berdua akan pergi ke rumah Yana Creator.


"Yana, kita makan burger dulu yuk." ajak Febby.


"Di mana? Nanti banyak pria." jawab Yana.


"Tidak, ada tempat khusus untuk berduaan." ucap Febby.


"Memangnya, kita suami istri." jawab Yana.


"Iya, aku tahu kamu sudah punya suami. Tapi tidak ada salahnya 'kan, bila berduaan sama aku." ucap Febby.


"Iya, memang tidak ada salahnya." jawab Yana.


Mereka berdua pergi ke sebuah tempat makanan, yang khusus menjual burger. Febby masuk ke dalam ruangan, bersama dengan Yana.


"Ini baru seru Febby, tidak ada orang lain." Yana berdecak kagum.


"Iya Yana sayang." jawab Febby.


Chaka mengambil jasnya yang menggantung, tidak menyangka bahwa akan ada kotoran menempel. Chaka membuang jasnya ke tong sampah, merasa risih dengan noda yang menempel pada bajunya.


"Ah sial, mau pergi bekerja malah jas kesayangan kotor." gerutu Chaka.


Chaka keluar dari kamarnya, ternyata sudah ada Kaila dan Kaihan menunggu.

__ADS_1


"Kak, antar kami ke sekolah lagi." pinta Kaila.


"Biasanya kamu pergi sendiri bukan." jawab Chaka.


"Iya, tapi kalau sekarang aku lebih suka diantar Kakak." ujar Kaila.


"Tidak masalah, Kakak mau pergi sekarang." jawab Chaka.


Kebetulan arah perusahaan Chaka, searah dengan sekolah Kaila dan Kaihan. Mereka bertiga berpamitan dengan Devin dan Tasya. Setelah itu Chaka melajukan mobilnya, menuju sekolah dua anak pecicilan tersebut.


"Eh bocah bar bar, kenapa ke sekolah membawa ember?" Chaka melirik ember yang sangat banyak.


"Tidak apa-apa Kak." jawab Kaila cekikikan.


Kaila berkacak pinggang. "Hei teman-teman sekelas, kalian berkumpul sekarang."


"Kalau tidak kumpul, kalian akan dikeluarkan dari sekolah ini." Kaihan berkacak pinggang.


Semua siswa dan siswi sekelas, pada keluar semua. Mereka sudah hafal dengan tindakan mereka yang seenaknya. 2 K terkenal pecicilan, bar bar, dan berbuat sesuka hati. Memberi perintah dengan semena-mena, karena merasa raja dan ratu.


"Nanti saat upacara, kalian pakai ember ini sebagai topi." titah Kaila.


"Kamu jangan seenaknya, mentang-mentang orangtuamu kaya." salah satu siswa bersuara.


"Eh pria culun, diam kamu." bentak Kaihan.

__ADS_1


"Berani-beraninya memarahi aku, kasih saja pelajaran. Kita buat orangtuanya menanggung, apa yang dia lakukan." tambah Kaila, dengan mengancam.


"Jangan, aku tidak mau. Aku akan menuruti keinginan kalian." jawabnya.


Kaila tersenyum, mulai mengangkat ember. Semua teman sekelasnya, maju satu persatu. Mereka mengantri, untuk dapat ember gratis.


"Yuhu... kita berdua pakai topi asli." Kaila bergoyang pinggul.


"Tentu saja, kita 'kan penguasa kelas 9." Kaihan mendukung perbuatan Kaila.


Upacara dimulai, semua siswa dan siswi memakai topi ember. Kecuali siswa dan siswi, yang tidak sekelas dengan Kaila dan Kaihan.


"Apa lu lihat-lihat?" Kaila berkacak pinggang, melihat mata adik kelas yang melotot.


"Tidak Kak." jawabnya.


"Kaila, Kaihan, maju ke depan." titah kepala sekolah.


"Kok kami berdua disuruh maju ke depan. Kami berdua mengenakan atribut lengkap." jawab Kaila membantah.


"Apa maksudmu, menyuruh siswa dan siswi mengenakan topi ember? Kamu pikir, sekolah ajang komedi?" Kepala sekolah tersulut emosi.


"Aku tidak menyuruh mereka, memang dasarnya saja mereka yang mau sendiri." jawab Kaila seenaknya.


Semua teman sekelas yang ditindas, merasa kesal pada Kaila. Mereka ingin demo, untuk melaporkan tindakan Kaila dan juga Kaihan.

__ADS_1


__ADS_2