
Pada saat Rania dan kawan-kawannya tertawa berbahak bahak di kelas. Tiba-tiba guru masuk, pergantian pelajaran. Yaitu pelajaran Kimia.
"Selamat Pagi Anak-Anak..." ( Sambil memandangi anak anak)
"Pagi buu...." (anak anak menjawabnya)
"Oke, hari ini kita akan mempelajari bab baru ya, yaitu bab..." (tiba tiba suara HP Rania berbunyi tanda telfon masuk, Rania pun panik mengambil HP dan mohon izin keluar untuk mengangkat telfon dari Ibunya)
"maaf bu, Mau menangkat telfon sebentar ini dari ibu saya" (rania dengan wajah khawatir ada apa apa, karena mengingat ayahnya sakit dirumah)
"Iya, silahkan. Siapa tau telfon penting" (gurunya tersenyum)
"iya makasih bu" (Rania pun keluar dari kelas)
Rania berjalan keluar kelas lalu mengangkat telfon nya.
"Hallo bu, ada apa? Rania sedang ada pelajaran"
"Begini ran, tadi ayahmu kejang-kejang, Ibu sangat khawatir ada apa-apa, sudah ibu bawa rumah sakit dibantu tetangga, Rania bisa izin untuk kesini menemani ibu, ibu sangat cemas sekali Ran.." (ibunya menangis)
"Ayahhhh.. ibu ayah kenapa bu. Baiklah Rania minta izin dulu bu, ibu tunggu yah, Rani akan kesitu" (Rania mulai menangis)
"Iya, ibu tunggu dan hati-hati dijalan" (ibunya mengakhiri telfon)
Setelah itu Rania bergegas ke kelas dan mohon izin kepada guru yang sedang berada dikelas, teman-temannya pun heran melihat Rania menangis. Gurunya menghampiri Rania.
"Ada apa Ran? Mengapa kamu menangis?" Tanya gurunya
"Begini bu, Ayahku masuk ke Rumah sakit, apakah saya boleh kesana sekarang?"
__ADS_1
"Boleh, hati hati ya dijalan nya, semoga ayahmu cepat sembuh" (Guru sambil tersenyum)
"Makasih bu" Rania menjawab.
Setelah itu, Rania langsung menata buku dan dimasukan ke tas. Teman teman nya hanya memandangi Rania. Rania pun berjalan keluar dari sekolah untuk ke rumah sakit menyusul ibunya dengan naik taksi agar cepat sampai.
"Ibuu...." Rania memandangi ibunya dan langsung memeluknya.
"Rania, ayahmu sekarang berada di IGD. Tadi ayahmu kejang kejang. Dokter sedang memeriksanya nak"
Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan IGD dan memanggil keluarga pasien.
"Dengan keluarga bapak Herman?"
"Saya dok, saya istrinya. Kenapa dengan suami saya dok?
"Maaf bu, Suami anda mungkin penyakit nya tambah parah. Mungkin dengan dukungan semangat dari keluarga akan membuatnya segera pulih. Maaf bu, saya harus memeriksa pasien selanjutnya."
"Sama sama, mari Bu" Dokter pun segera pergi ke ruangan lain.
Ibu Rania menangis, Rania juga ikut menangis. Lalu suster membawa Ayah Rania ke ruangan inap VIP. Rania dan ibunya pun mengikuti nya.
"Sus, mau dibawa kemana Ayah saya? Tanya Rania
"Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap agar bisa tetap dipantau dokter, mari ikut saya" Jawab suster
Ayah Rania masih tidak sadarkan diri. Rania pun duduk disebelahnya sambil memegang tangan ayahnya karena takut kehilangan ayahnya itu. Tiba-tiba tangan ayahnya bergerak dan Rania pun melihat wajah ayahnya. Ternyata ayah Rania sudah sadar.
"Hay, cantik. kenapa kamu menangis? Anak ayah tidak boleh cengeng yahh" Ayahnya sambil mengelus rambut Rania
__ADS_1
"Ayah... Rania ngga mau kehilangan ayah. Ayah pahlawanku, Ayah semangat hidupku" Jawab Rania sambil menangis
"Tidak nak, ayah masih disini bersamamu, bersama ibu mu juga" jawab ayah Rania
Lalu datanglah pria tampan dengan kemeja kerja. Bertubuh tinggi proporsional dan langsung melihat pak Herman bersama putrinya.
"Rafli, mari sini nak" Pak herman memanggil pria tersebut
Tak lama kemudian Rafli mendekati Pak Herman bersama putrinya.
"Iya pak. Bapak tidak apa-apa kan?" Tanya Rafli
"Iya bapak tidak apa-apa kalau kamu mau memenuhi keinginan bapak?" ( Pak Herman adalah rekan bisnis Rafli, Rafli merupakan CEO dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi pangan)
"Memang apa keinginan bapak?" Jawab Rafli
"Saya mau kamu menikah dengan putri saya, Rania. Karena saya yakin, kamu dapat menjaga dia dengan baik Raf, aku merasa umurku sudah tak lama lagi. Aku terus memikirkan masa depan putriku yang akhirnya berfikir saya akan menikahkan putriku denganmu.." Jawab Pak Herman
Rafli dan Rani pun kaget dan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#MAAF YA INI NOVEL PERTAMA SAYA,MUNGKIN MASIH BANYAK YANG KURANG
#SILAHKAN KOMENTAR UNTUK MENAMBAH MEMPERBAIKI KESALAHAN SAYA🤗