Menikah Muda Rania

Menikah Muda Rania
EPISODE 3


__ADS_3

"Rania, mari ikut aku pulang kerumahku" Sambil memandang wajah cantik Rania yang kini menjadi istrinya.


"Iyaa mas" Sambil membawa tasnya.


Ibunya pun senang Rania mau ikut Rafli.


"Ibu, Rafli pulang dulu ya. Nanti kalo ibu butuh apa apa, telfon Rafli saja"


"Iya nak pasti, pulang dan istirahatlah" Jawab Ibu Rania.


Lalu Rafli dan Rania pulang kerumah Rafli. Sesampainya disana, Rani memandangi rumah Rafli yang tak kalah indah dengan rumahnya.


"Mas, apakah dirumah ini tidak ada orang?" Tanya Rania


"Iya, mas hanya sendiri, orang tuaku tinggal di perumahan sebelah, ini rumah pribadiku" Jawab Rafli.


"Ooh gitu, mana kamar aku? Aku ingin istirahat, cape" Rania merengek.


Rafli sudah memikirkan sejak lama, dia tidak mau seranjang dulu dengan Rania, karena dia masih sekolah dan tak ingin menganggu fokus belajarnya. Rania baru saja naik kelas 3 SMA. Baru masuk taun ajaran baru. Dia juga memikirkan bagaimana jika Rania hamil, kan dia masih sekolah. dalam batin Rafli


"Mas? kok bengong?" Tanya Rania


"Ehh, iya maaf Ran. Ayok ikut Mas" Ajak rafli


Dalam hati Rania, dia takut jika harus sekamar dengan Rafli. Bagaimana tidak? Dia tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki apalagi berduaan atau berdekatan karena ayahnya menantang keras itu. Sekalinya dekat, dalam pernikahan.


"Ini kamarmu, istirahatlah. Jika kamu butuh sesuatu masuklah ke kamarku yang ada di sebelah sana" Rafli sambil menunjukkan kamarnya.


"Baiklah mas" Rania senang karena tidak sekamar dengan Rafli.


Rania pun masuk ke kamarnya, berganti pakaian dan membersihkan make up sisa buat ijab tadi. Setelah itu dia tidur siang. Sampai sore tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar Rania.


"Ran.. Ran. Ini barang barangmu" Rafli sambil mengetuk pintu.


Rania pun bangun dan membuka pintu sambil mengucek ngucek mata.


"Iya, masuklah" Rania sambil menguap.


Dalam hati Rafli melihat Rania ingin sekali mencium nya. Tapi Rafli mengurungkan niatnya, lalu Rafli membawakan barang barang yang diantar supir ke kamar Rania dari rumahnya Rania.

__ADS_1


"Udah tuh barang nya. Oh iya, mas minta nomer HP mu"


Lalu Rafli menyebutkannya dan Rafli langsung pergi menuju ke kamarnya. Dikamarnya dia memandangi langit langit kamarnya sambil memikirkan Rania. Anak kerabat kerjanya. Dalam hatinya


"Terima kasih tuhan, engkau memberikan istri yang cantik walau umur berbeda jauh dariku" dalam batin nya.


di kamar Rania.


Rania sedang membereskan buku belajarnya, menata baju di lemari hingga selesai, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lama kemudian ia teringat sesuatu.


"Ohh iya, aku belum mandi" Lalu Rania menuju kamar mandi yang ada dikamar itu.


Keesokan harinya.


"Bi Diyah,apakah makanan nya sudah siap?" tanya Rafli


"Sudah tuan"


Lalu, Rafli menuju kamar Rania yang tidak dikunci dan membukanya. Saat itu Rania keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk tipis yang sangat membentuk tubuhnya. Rafli yang melihat itu langsung bergairah hasrat nya untuk menggapai tubuh Rania. Lalu Rafli mengurungkan niatnya lalu menutup kembali pintunya. Rania kaget pun langsung menutup dadanya. Rafli dibalik pintu itu.


"Ran, makanan udah siap. Nanti kalo udh selesai segera ke ruang makan"


Lalu Rania menuju meja makan yang disitu sudah ada Rafli.


"Kamu mau berangkat sekolah Ran?" Tanya Rafli


"Ya seperti yang mas liat, aku akan ke sekolah, ini masih awal semester ku di kelas 3 SMA, aku akan giat belajar untuk mencapai nilai ujian yang bagus, aku ingin membahagiakan ayahku" Rani menjawab.


"Bagus kalau begitu, aku ikut mendukungmu. Oh iya, mau dianter mas?" Tanya Rafli


"Ooh iya aku lupa. Motorku aja di rumah ayah. Hmm emang ngga ngrepotin mas? Ngga masuk kerja juga?" Tanya Rania


"Sekalian Ran, nggapapa aku anterin kok. Yuk siap-siap, aku ke parkiran dulu ya manasin mobil, kamu siap-siap okey" (Sambil mengelus-ngelus rambut Rania)


"Sebentar mas, aku belum dikasih uang saku, hehehe" gumam Rania


"Hemm, biasanya berapa?" Jawab Rafli sambil membuka dompetnya.


"Aku sih biasanya dikasih sama ibu lima belas ribu, kalo sama ayah ditambahin jadi dua puluh lima ribu" Jawab Rania

__ADS_1


"Ya udah ini, lima puluh ribu, buat dua hari" Rafli sambil memberi uang kepada Rania.


"Makasih mas"


"Ya udah ayok, keburu siang nanti kamu telat loh"


"Iya aku sudah siap tinggal pake tas"


Mereka berdua pun menuju parkiran dan langsung menuju ke sekolah Rania. Di mobil Rania fokus memainkan ponselnya.


"Hmmmm" Rafli membuka pembicaraan


"Ada apa mas" Rania sambil melihat Rafli sedang menyetir.


"Kamu masih sekolah, ABG, apakah kamu akan bicara kepada teman-teman mu bahwa kamu sudah menikah?" Tanya Rafli


"Aku hanya cerita kepada sahabatku mas, orang yang aku percaya menjaga rahasia, kalo semua tau atau bahkan pihak sekolah tau, aku bisa bisa dikeluarkan dari sekolah, kan peraturan sekolah tidak boleh menikah" Jawab Rania


"Iya juga si, baiklah jaga rahasia pernikahan ini sampai waktunya tiba ya"


"Hmmm" Jawab Rania


"Kamu mau melanjutkan kuliah Ran?" Tanya Rafli lagi


"Tentu saja, itu impianku sejak masuk SMA. Aku masuk IPA dan akan melanjutkan kuliah jurusan yang sesuai dong, aku suka dengan kimia, yaa aku akan mengambil teknik kimia atau apapun itu yang berhubungan dengan kimia" Jawab Rania


"Wahh, mas kalah pinter nih, dulu mas anak IPS, yang terkenal nakal gitulah, tapi mas engga, mas anak rajin dong tentunya" Rafli sambil agak ketawa kecil.


"Masa si, dari tampang nya engga rajin heheh"


Rafli hanya tersenyum dan ternyata sudah sampai di sekolah Rania. Rania pun turun dari mobil


"Hey, kamu tidak salaman dengan suamimu dulu" Rafli agak keras.


"Jangan keras keras mas, nanti ada yang denger" Rania lalu mencium punggung tangan Rafli lalu bersalaman seperti pasangan suami istri.


"Iya iya maaf"


Lalu Rafli menuju kantor nya .

__ADS_1


__ADS_2