
di kamar Rania.
Rania begitu tampak sedih merenungi kehidupannya. Buruk bahkan sangat buruk. Kenapa aku mau saja di nikahi dengan lelaki itu?. Tak lama kemudian akhirnya tertidur. Keesokan harinya, seperti biasa dia memasak. Bersiap berangkat sekolah dia langsung berangkat tetapi tidak izin dengan Rafli. Saat Rania sudah berangkat, Rafli menuju ruang makan, sudah ada makanan disitu dan memanggil Rania.
"Rannn, sarapan dulu"
Tidak ada jawaban, lalu Rafli menuju kamar Rania, tidak ada orang. Menuju garasi, ternyata motornya juga sudah tidak ada.
Rafli menghela nafas panjang.
"Hmmm dasar masih bocah, aku maklumi sajalah" batin Rafli.
Setibanya di sekolah, Rania tampak murung, tidak ceria, teman teman nya pun menghampiri Rania.
"Ran" Okti menyapa
"Ada apa ok?" Rania menjawab.
"Mikirin apa si?"
"Aku nggapapa, aku lagi mikir nih, sebentar aja kita udah mau masuk semester akhir ya, " Jawab Rania bohong.
__ADS_1
"Ya begitulah waktu terasa sangat cepat"
Lalu bel masuk dan memulai pelajaran. Waktu menunjukkan angka 15.30, Rania pulang ke rumah Rafli. Ketika sampai dirumah, dia sempat memikirkan mau masak, dan teringat tadi malam ada yang menelfon, seorang wanita, suara genit , mengajak dinner suaminya itu. Entah kenapa, rasanya sakit, tidak rela. Apa apaan, itu suamiku, apa hak dia genit sama suami orang, disisi lain dia juga memikirkan, aku masih sekolah, harus merahasiakan status pernikahannya, karena selama ini belum ada yang tahu kalau mereka sudah menikah kecuali keluarga dan teman temannya. Akhirnya memutuskan untuk tidak masak.
Di restoran.
Yessa sudah menantikan kehadiran Rafli. Rafli pun datang, tentu saja Yessa menyambutnya. Bagaimana tidak? Yessa adalah mantan Rafli, Rafli sekarang menganggap nya hanya teman biasa, tapi Yessa berharap lebih, hubungan mereka berakhir karena Yessa kepergok selingkuh dengan teman Rafli, ya membuat Rafli patah hati hebat.
"Hay Rafli" Sapa Yessa
"hay, kamu sudah menungguku Sa?" Tanya Rafli
Yessa sempat meminjam HP Rafli, dan mereka berdua foto bersama, Yessa iseng memasang foto mereka di status whatsapp. Waaww, kalau Rania lihat bagaimana ya? Lalu setelah selesai dinner, Rafli pulang menuju rumahnya. Rania yang sedang berada di kamarnya tampak sedang belajar persiapan ulangan akhir semester genap, karena sudah capek, lalu dia merebahkan diri di tempat tidur lalu meraih HP disamping nya dan melihat status Rafli, dia melihat Rafli foto yang menurutnya dekat banget dengan seorang wanita, apakah wanita itu yang semalam menelfon Rafli? Tak sadar Air matanya turun sudah di pipi, membayangkan bagaimana hidupnya menjadi janda, bahkan belum lulus sekolah. Rafli pun sampai dirumah, seperti biasa dia tidak melihat ada Rania, di meja makan pun tidak ada makanan.
Rafli heran, tumben hari ini tidak ada makanan, biasanya dia rajin memasakan untuknya, padahal dinner tadi Rafli tidak makan, hanya minum saja, karena dia pikir pasti dirumah Rania sudah memasakan untuknya. Lalu Rafli menuju kamarnya, Rafli yang penasaran dengan Rania ada apa, langsung membuka pintu Rania yang tidak terkuncu dan melihat Rania sedang menangis.
"Ran.. kenapa kamu menangis?" Rafli mendekati Rania.
"Bagaimana dinnernya, sukses kan,? Eh kalian mesra banget sih? Mas lupa yang dirumah? Nungguin sampai malem, ternyata? Suamiku sedang makan bersama dengan wanita lain, untung aku tidak jadi masak, kalau jadi masak tentunya mubazir, ga ada yang makan" Jawab Rania menggerutu sambil mengelap airmatanya menggunakan punggung tangan nya.
"Jangan salah paham dulu Ran" Rafli menjawab
__ADS_1
"Salah paham?? Jelas jelas malah masang foto di status, ngga mikir hati aku mas? Sakit liatnya" Rania malah nangisnya menjadi jadi.
Rafli pun mengecek HPnya dan ternyata benar, ada status foto dirinya dengan Yessa tadi. Padahal, Rafli tidak memasang status apa apa daritadi.
"Mas mohon maaf Ran, memang tadi dia meminjam HP mas, dan memang foto bareng, tapi itu hanya untuk sebagai teman, tidak lebih " Jawab Rafli
"Ohh kalo begitu oke, aku akan lakukan apapun semauku, sekarang mas pergi dari kamarku, aku mau tidur, pergi mas" Rania mendorong ndorong Rafli ke dekat pintu lalu menutup pintu kamar dan menguncinya.
"Salah aku juga sih, ngga terus terang sama Rania, Ya sudah lah ini memang salahku" batin Rafli.
lalu Rafli menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE YA TEMAN TEMAN❤
__ADS_1