
Keesokan harinya, seperti biasa Rania membangunkan suaminya, menyiapkan makanan, pakaian kerjanya.
"Mas, aku mau ketemu sama anak anak motor nanti jam 10an" Rania sambil mengoleskan selai di roti.
"Iya hati hati Ran, emang ga ada temen cewe?" Tanya Rafli.
"Ada mas, tetapi hanya beberapa" Jawab Rania
"Kamu lebih sering ngobrol sama yang cewe?" Tanya Rafli
"Iya mas, sama semua sebenarnya akrab" Jawab Rafli.
"Ya sudah, ingat pesan mas yang tadi malam, jaga hati jaga diri, mas mau berangkat ke kantor dulu, hari ini ada jadwal meeting"
"Iya mas, semangat kerjanya sayang" Ranua memeluk Rafli.
"Iya sayang" mengecup kening Rania.
Lalu Rania mencium punggung tangan Rafli.
Setelah Rafli sudah berangkat Rania kembali ke kamarnya. Dia melihat rapor nya sudah ada di kamarnya, wajah Rania pun terlihat senang.
"Wahh, nilaikuu, naik" Gumam Rania.
Jam menunjukan angka 09.30, Rania bersiap siap untuk bertemu di suatu tempat untuk kumpul bersama teman temannya. Di perjalanan, Rania agak mengebut, karena sudah lama tidak bermainan dijalan raya. Setelah sampai, ternyata mangsa yang menjadi tujuannnya sudah ada disana.
"Hay Rania, senang berteman denganmu" Bryan sambil berjabat tangan dengan Rania
"Eh iya bry" Jawab Rania.
Lalu Wendah mendekati Rania.
"Raniaa, udah lama nggak ketemu" Wendah sambil memeluk Rania.
"Iyaa nih, yuk mari duduk disini" Jawab Rania.
Mereka berbincang lama, setelah mereka mengakhiri obrolan nya. Rania mendekati Bryan.
"Bry, bisa berbicara dengan ku sebentar, ini penting, aku butuh hanya empat mata saja" Rania
"Ada apa Ran? Tumben, ya udah ayo" Ajak Bryan
__ADS_1
Setelah mereka hanya berdua, Rania membuka pembicaraan.
"Langsung aja ya, langsung pada intinya, aku mau tanya, jawab jujur"
"Iyaa, aku jawab jujur" Balas Bryan
"Kamu pacarnya Jeny?" Tanya Rania.
"Iya, kok kamu tau?" Tanya Bryan
"Ya jelas tau lah, aku sahabat nya" Jawab Rania sambil tersenyum sinis kepada Bryan
"Oh sahabatnya, aku tidak tahu kalau kamu sahabatnya Jeny" Jawab bryan.
"Lalu itu kemarin yang pas aku nyamperin aku itu siapa? Panggil pake kata sayang lagi" Tanya Rania agak ketus.
"Ituuu, teman ku Ran" Jawab Bryan terbata bata.
"Oh teman. Apa yang kamu lakukan kepada Jeny selama kalian pacaran?" Tanya Jeny sambil melototi Bryan.
"Ya, seperti biasa, nonton bareng, makan bareng yaaa...seperti itulah Ran" Jawab Bryan santai.
"Ga usah bohong kamu" Rania kesal
"Awas ya kamu sampai mengancam ngancam Jeny, liat saja nanti akibatnya!!" Rania mulai marah, saking marahnya langsung menampar Bryan.
"Awwwwww.....sakit Ran, apa apan kamu si tiba tiba menamparku" Bryan merengek kesakitan sambil memegang pipinya.
"Kamu bilang sakit hah? Itu belum seberapa sakit Jeny yang kamu tinggal selingkuh lah, Jalan sama cewe lain, contoh kemarin, cewe cowo sama aja brengsek!!" Rania marah.
"Ih apaan si kamu Ran, aku ngga selingkuh" Jawab Bryan.
"Cowo macam apa kamu hah? Berani beraninya ngambil virgin nya Jeny. Otak mu dimana sih? Brengsek banget kamu jadi cowo, aku nggak nyangka aja ya, ternyata kamu diam diam...... ah sudah lah, kalau ada apa apa dengan Jeny, lihatlah, aku akan mengejarmu sampai kapanpun dan mau dimanapun! Camkan itu" Rania marah dan langsung meninggalkan Bryan.
"Sialan, awas ya kamu Jeny, sudah aku bilang sembunyikan rahasia ini" Bryan sambil mengepal tangan nya.
Setelah acara kumpul kumpul selesai, Rania langsung datang ke restoran, disana sudah ada Okti, Bilqis dan Jeny.
"Rania.. kamu baru datang, lama loh kita nungguin" Bilqis sambil ekspresi marah.
"Iya maaf ya teman temanku, oh iya kalian mau makan apa? hari ini aku teraktir deh" Rania.
__ADS_1
"Serius Ran?" Tanya Okti.
"Serius lahh, cus pesen apa deh terserah kalian"
"Ciye yang dikasih uang bulanan sama suami" Bilqis sambil memandang senang Rania.
"Iya nih Rania, senang ya punya suami kaya raya, ganteng juga" Okti ikut ikut.
"Alhamdulillah, tuhan mempersiapkan ku jodoh yang terbaik walau harus dengan menikah muda" Jawab Rania senang.
Mereka memesan makanan dan berbincang bincang, setelah itu mereka mengakhiri pertemuan mereka, dan pulang ke rumah masing masing.
"Sampai jumpa di sekolah ya teman teman" Rania.
Rania langsung pulang kerumah karna takut dimarahi oleh suaminya. Sesampainya dirumah, ternyata Rafli belum pulang. Rania pun menelfon Rafli.
"Mas, kok belum pulang?" Tanya Rania
"Ini sudah mau pulang kok, tadi abis rapat penting, kenapa sih? kangen ya sama mas ya sayang?" Tanya Rafli
"Hmmmm, iya aku kangen banget sama suamiku tersayang" Jawab Rania manja.
"Iya iya sabar, ini udah mau pulang kok" Jawab Rafli.
Setelah menelfon Rafli, Rania menuju dapur untuk memasak makan malam untuk Rafli, setelah itu kembali ke kamar menanti sang suami. Tiba tiba ada telfon dari nomor yang tidak di kenal, awalnya Rania enggan menerima, tapi karena menelfon berkali kali akhirnya diangkat.
"Hallo, dengan siapa ya?" Tanya Rania.
"Saya ibu nya Jeny Ran, tante Danty"
"Ohh, ada apa tante?" Tanya Rania.
"Begini ran, akhir akhir ini Jeny tampak beda, lebih senang diam dan tampak lesu, kamu tau ada masalah apa dia? Tante khawatir" Jawab tante danty
Dalam hati Rania mengatakan, kasihan tante danty, anaknya udah dirusak sama seseorang yang tidak bertanggung jawab, merusak psikis, pikiran, serta merebut virginnya Jeny.
"Ohh, Jeny tidak cerita apa apa sama aku kok te" Jawab Rania berbohong karena Rania takut, tante Danty memarahi Jeny yang sedang down.
"Ohh begitu ya sudah lah, selamat malam Ran"
"Malam te"
__ADS_1
Mereka pun mengakhiri obrolan di telfon.