
Setelah Rania sampai dirumah, ternyata Rafli belum pulang juga. Padahal sudah malam, karena khawatir, Rania menelfon Rafli.
Tetapi telfon juga tidak diangkat oleh Rafli, karena dia sedang fokus mengendarai mobil sendiri. Pikiran Rania semrawut, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tak lama kemudian Rafli sampai.
"Mas, kamu kok baru pulang?" Tanya Rania
"Iya tadi banyak urusan di kantor sayang, maaf ya mas pulang nya telat" Jawab Rafli.
"Iya sudah nggapapa, mas mau makan dulu?" Tanya Rania
"Nanti saja Ran, mas sangat cape hari ini, mau istirahat dulu"
"Ooh ya sudah, mas istirahat saja dulu"
Lalu Rania berinisiatif membawa makanan ke kamar dan menyuapi Rafli karena memang Rafli terlihat sangat lelah.
Rania membawakan makanan ke kamar, dan Rafli dikamar sedang membuka laptop dengan raut wajah kesal.
"Mas kenapa?" Tanya Rania
"Mas gapapa sayang" Jawab Rafli.
"Mas makan dulu, biar aku yang menyuapi"
Lalu Rania menyuapi makanan ke Rafli.
"Mas sebenarnya ada apa? Mas gamau cerita sama istri sendiri?" Tanya Rania
"Bukan gitu sayang, tapi ini bukan masalah besar kok" Jawab Rafli ( Rafli berbohong karena tidak ingin Rania ikut memikirkan masalah perusahaan nya itu)
"Ohh ya sudah habiskan makanan nya dulu, mas harus istirahat, bisa besok lagi mas ngerjain nya"
__ADS_1
"Iya sayanggg"
Rafli menghabiskan makanannya, setelah itu Rafli mengajak Ranua untuk tiduran diranjangnya.
Rafli mengelus perut Rania yang masih rata.
"Anaku sayang, jangan nakal ya, kasian mama, baik baik di dalam, ayah juga akan menjagamu selalu, itu pasti" Ucap Rafli sambil mengelus perut Rania.
"Iya sayang, dia nggak nakal kok, mas mau tidur sekarang?" Tanya Rania
"Iya hari ini benar benar sangat lelah".
Rafli pun tidur duluan, sedangkan Rania belum karena memikirkan "ada apa sama suamiku? tampak ada masalah besar? kenapa ga cerita?". Tak lama kemudian, Rania pun ikut tertidur.
Keesokan harinya Rania bangun, menyiapkan segala keperluan kerja suaminya dan dirinya untuk ke sekolah. Menyiapkan bekal untuk Rafli dan dirinya juga. Setelah semua telah siap, Rania izin ke sekolah.
"Mas aku berangkat sekolah dulu ya" Rania sambil mencium punggung tangan Rafli.
"Iya sayang hati hati ya, jaga kesehatan mu" jawab Rafli.
Rania masuk ke kelas, teman teman nya menyapa nya.
"Ran? kamu bawa topi gak? hari ini ada apel, soalnya ada guru yang mau pindah" Ucap bilqis.
"Hah seriusan? Bawa kok bawa, siapa yang pindah?" Tanya Rania
"Bu Winda Ran, guru kimia, soalnya dia mau ikut suaminya pindah tugas juga" Jawab Bilqis.
"Ohhh bu Winda, pindahnya mendadak sekali, guru terbaikku" Jawab Rania.
Tak selang lama, apel pun dilaksanakan.
__ADS_1
Rania kepanasan karena terik sinar matahari, saat apel dilaksanakan, Rania pingsan dan langung terjatuh ke belakang, untung diwaktu yang tepat Okti menangkap Rania.
Rania langsung dibawa ke ruang UKS, dibantu petugas PMR sekolahnya.
Rania belum sadar kan diri juga, Okti bingung, mengingat Rania sedang hamil juga, ga mungkin juga jika harus bilang kalo keadaan Rania sedang hamil. Okti pun akhirnya mengabari suami Rania lewat HP Rania yang ada ditas Rania. Begitu Rafli mendapat kabar istrinya pingsan, Rafli langsung menuju sekolah Rania. Setelah sampai Rafli langsung meminta izin Rania untuk pulang saja, untuk istirahat dirumah. Saat itu Rania sudah sadar.
"Mas, Kok ke sekolah si? Aku gapapa kok, cuma tadi pusing saja" Ucap Rania sambil memegang kepala nya.
"Udah, kamu istirahat dirumah saja, nanti mas yang minta izin pulang karena sakit"
"Baiklah"
Yessi yang mendengar bahwa Rania pingsan di sekolah pun langsung mengabari kaka nya itu Yessa. Tidak ada yang curiga disini, kalau Rafli dan Rania sebenarnya pasangan suami istri, yang mereka tahu Rafli teman baik perusahaan ayah Rania, yang ikut jadi sponsor event di sekolah Rania biasanya.
Sebelum kembali kerumah, Rafli membawa nya ke dokter kandungan, takut terjadi apa apa pada bayinya itu.
Setelah dicek, kata Dokter kandungan Rania baik baik saja.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya dok? dan bayinya?" Tanya Rafli
"Bapak tenang saja, mereka berdua baik baik saja, Rania hanya perlu istirahat yang cukup, karena diusia kandungan nya yang baru semester awal ditambah usianya juga yang masih terlalu muda untuk mengandung, jadi harus benar benar dijaga" Jawab Dokter.
"Oke baik dok, terimakasih".
Lalu Rafli membawa Rania pulang segera ke rumah untuk istirahat.
"Besok, kamu jangan masuk sekolah dulu ya sayang, mas ga tega liat kamu tadi pingsan"
"Tapi mas..."
"Jangan tapi tapian, jangan membantah suami" jawab Rafli tegas.
__ADS_1
"Iya baik lah mas"
Rania istirahat dirumah, Rafli kembali ke kantornya lagi untuk menyelesaikan malasah perusahaan nya.