Menikah Muda Rania

Menikah Muda Rania
EPISODE 14


__ADS_3

Rafli dikantor tampak sangat sibuk, karena banyak pekerjaan yang ditinggal semingguan yang lalu untuk liburan dengan istrinya. Emi sekretaris Rafli pun menghampiri pak Rafli.


"Maaf bos, tadi Yessa abis kesini mencari bos"


"Mana dia? suruh masuk saja ke ruanganku" Jawab Rafli cuek.


"Baik bos, sebentar".


Lalu Emi keluar dan memanggil Yessa untuk masuk ke ruangan Rafli.


"Raf, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Yessa serius.


"Ya katakan saja aku sedang sibuk" Jawab Rafli.


"Kapan kamu menikah?" Tanya Yessa


"Dari bulan juli yang lalu" Jawab Rafli santai.


"Selama itu kamu ngga ngasih tau aku apa apa? Setelah sekian lama nya aku menantimu tetapi kau malah menikah dengan gadis yang masih bocah itu? kamu mikir apa sih Rafli..." Tanya Yessa memelas.


"Memang kalau aku menikah apa urusanmu? Lalu kenapa dengan istriku? Bagaimanapun dia, dia tetap istriku" Jawab Rafli tegas.


"Ada, aku akab selalu menantimu Raf, kamu tidak tahu? Bahwa selama ini aku masih mengharapkan mu untuk kembali pada ku Raf" Yessa sedih.


"Kau cari saja yang lain, aku sudah punya istri, dan kenapa kamu tidak lagi dengan sahabatku?" Tanya Rafli.


"Dia selingkuh di belakang ku Raf" Yessa menunduk karena malu dulu juga selingkuh dari Rafli


"Bagaimana rasanay di khianati? Sakit tidak?" tanya Rafli sambil tersenyum sinis.


"Iya aku baru merasakannya sekarang, dan aku ingin memperbaiki denganmu Raf" Yessa memohon.


"sudah aku katakan, aku sudah menikah dengan Rania " Jawab Rafli.


"Bocah itu? Ada apanya sih Raf? dia masih bocah, aku masih cantik kok, kenapa kamu cari yang masih bocah sih?" tanya Yessa.


"Yang pasti masih suci Sa, masih polos" Jawab Rafli santai.


"Dia masih sekolah?" Tanya Yessa.


"iya, dia masih sekolah" Jawab Rafli.


"Wah parah kamu, menikahi anak anak masih sekolah!!" Yessa kesal.


"Sudahlah, pergi dari ruanganku, aku pusing dengar perkataanmu" Rafli marah.


Akhirnya Yessa meninggalkan ruangan sambil menangis. Menyesali perbuatan nya dulu mengkhianati Rafli.


(Kesempatan bagus, istri Rafli masih sekolah, aku akan mengeluarkan nya dari sekolah suatu saat nanti) Batin Yessa.

__ADS_1


----------------------------------------


Sepulang sekolah, Rania langsung mengajak Jeny untuk ke dokter kandungan, tetapi sebelum itymu Jeny ganti pakaian dulu dirumah Rania dan Rafli.


"Ran, ini tidak apa apa jika aku harus kenggunakan baju mu?" Tanya Jeny.


"Ngga papa lah Jeny...." Jawab Rania


"Nanti kalau di marahi suamimu bagaimana?" Tanya Jeny.


"Akan aku marah balik sama dia, ayo sudah langsung saja kita ke dokter nya" Rania mengajak keluar dari rumah untuk mencari taksi dan menuju dokter kandungan.


Saat tiba dirumah sakit, Rania ke loket untuk pendaftaran dan mereka mengantri di ruang tunggu.


"Ran apakah ini akan lama?" tanya Jeny lemas .


"Sepertinya tidak, lihatlah tinggal 2 orang lagi setelah itu kita" jawab Rania.


"Aku rasanya ingin makan sesuatu yang asem Ran"


"Kamu ngidam Jen?" tanya Rania serius.


"Tidak tahu, sepertinya iya, tapi bagaimana ya..." Jeny sedih.


"Tapi disini tidak ada yang kamu inginkan itu Jen. Ciri ciri hamil itu bagaimana sih Jen? Kamu kok tau berinisiatif membeli testpack?" Tanya Rania.


"Perutmu sakit?" Tanya Rania polos.


"Aku ngga sakit Ran" Jawab jeny


Tak lama kemudian nama Jeny dipanggil oleh perawat.


"Dengan ibu Jeny Mega Rahardian?" Tanya Perawat.


"Iya saya Sus" Jawab Jeny.


"Mari masuk bu, ini giliran anda" Suster lalu masuk kembali ke ruangan dokter kandungan.


Jeny dan Rania pun masuk ke ruangan Dokter tersebut, dokternya perempuan.


"Bagaimana bu? apakah ada keluhan?" Tanya dokter.


"Begini dok, saya kesini cuma mau memastikan dia positif hamil atau tidak" Jawab Rania.


"Memang apa yang di rasakan?" Tanya Dokter.


"Begini dok, setiap pagi saya muntah muntah, terus haid saya bulan ini harusnya udah, tapi ini ga datang bulan juga, akhirnya saya membeli testpack, hasilnya positif dok" Jeny sambil menunjukan testpacknya.


"Oh begitu mari sini bu, kita lakukan di USG dulu"

__ADS_1


Jeny berbaring, lalu perawat memberi jel di perut Jeny, dan dokter memeriksanya, pada laya tersebut ada bentuk seperti gumpalan darah.


"Iya ibu ini positif hamil bu, sekitar 4 mingguan" Dokter sambil melihat layar monitor.


Jeny dan Rania pun kaget, karena kandungan Jeny ternyata sudah satu bulan.


"Ooh begitu ya dok" Jawab Jeny cemas.


Setelah mereka dari dokter kandungan, Rania dan Jeny pergi makan dulu di sebuah restoran.


"Jen, kamu mau makan apa? kamu jangan makan yang sembarangan ya, kasian janinmu" Rania sambil menunjukan buku menu.


Tetapi Jeny hanya diam dan terlihat cemas.


"Bagaimana ini Ran, aku hamil anak bryan" jeny menangis.


"Kenapa disaat bryan meminta itu kau tidak menolaknya?" Tanya Rania.


"Aku tidak berdaya Raniaa..." Jeny menangis.


Lalu Rania mendekati Jeny untuk memeluknya.


"Sudah ya jen, kita harus lewati bersama sama walau ke depan nya berat, mari kamu makan dulu, kasian janin dalam kandunganmu dan kamu juga belum makan daritadi, baiklah aku yang akan memilihnya" (Rania memesankan makanan untuk dirinya dan Jeny).


"Ran, nanti bagaimana jika perutku semakin membesar?" Tanya Jeny polos.


"Nanti kita pikirkan itu, nanti aku tanya orang orang yang pernah mengalami sepertimu Ran, tenang saja ya" jawab Rania.


Setelah itu Rania mengantarkan Jeny pulang, lalu ke sekolah untuk mengambil motornya, dan pulang kerumah Rafli.


.


.


.


.


.


.


.


.


#silahkan komentar untuk menambah koreksi


jangan lupa like vote dan rate nya ya teman teman🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2