
Rafli kembali ke kantornya. Dia duduk termenung memikirkan nasib perusahaan nya karena dengan 3 proyek besar tersebut bisa mengembangkan perusahaannya tersebut. Selain memikirkan itu dia juga memikirkan Rania.
tokkk.tokkkk...
"Masuklah!"
"Maaf bos, hari ini ada jadwal meeting mendadak dengan CEO Perusahaan dari negara A sekarang di ruang rapat"
"Baik, emi kamu ikut saya sekarang ke ruang rapat" Rafli bergegas bersiap untuk rapat.
"Baik bos" Jawab Emi.
Perusahaan itu ternyata tertarik dengan kinerja perusahaan dari Rafli. Dan akan melakukan kerjasama. Dari 3 perusahaan yang mencancel tidak membuat Rafli menyerah.
Rania dirumah hanya tiduran karena emang keadaan badannya yang kurang fit, sambil memikirkan nasib anaknya kelak.
"Anakku, kamu sangat dinantikan sama nenek kakekkmu sayang, sehat ya nak, bunda ingin kamu kuat sehat cerdas seperti Ayahmu" Rania sambil mengelus perutnya.
Kemudian Rania turun menuju dapur untuk meminum susu ibu hamil. Setelah itu menonton televisi.
"Bosan juga kalau tidak ada kegiatan begini,suami kerja, aku ngga masuk sekolah" Rania sambil mematikan TV karena tidak ada acara yang menarik. Bi Diyah yang sedang menyapu ruang TV pun heran ada apa dengan nyonya nya.
"Maaf nyonya, apakah nyonya baik baik saja?" Tanya Bi Diyah.
"Aku baik baik saja, aku bosan sekali hari ini Bi, apakah ada sesuatu yang harus dimasak?" Tanya Rania
"Tidak, sudah saya masak semua hari ini" Jawab Bi Diyah.
"Ooh begitu, ya sudah"
Lalu Rania menuju keluar rumah dan memandangi rumah suaminya yang mewah itu.
Dalam hati Rania "Luarbiasa suamiku, bisa beli rumah sebesar ini, lokasi strategis pastinya mahal, usahanya juga maksimal, dia juga cerdas, tegas dan tanggungjawab, Terima Kasih Tuhan telah memberikan suamiku yang luarbiasa"
Rania menuju taman yang ada didepan rumah untuk melihat keindahan tanaman nya. Suasana sejuk dan damai dapat dirasakan oleh ibu hamil ini. Ternyata hari telah sore, Rafli pulang dan melihat istrinya sedang ditaman.
"Sayang, kau sedang apa disitu, apakah kamu sudah baik baik aja?" Tanya Rafli yang menghampiri Rania
"Aku udah baik kok mas, cuma tadi bosen aja jadinya aku kesini liat taneman" Jawab Rania.
__ADS_1
"Anak ayah, baik baik ya sayang" Rafli yang mengelus perut Rania.
"Iya ayah aku akan baik baik saja kok, asal ayah kuat aku juga kuat" Jawab Rania
Lalu mereka masuk kerumah. Rania menyiapkan handuk untuk Rafli.
"Nih mas handuknya, sabun nya udah aku isi lagi sama udah aku ganti sikat gigimu" Rania sambil menyerahkan handuk kepada Rafli.
"Terima kasih sayang, mas mandi ya" Rafli menerima handuk lalu menuju kamar mandi.
Lalu Rania menyiapkan pakaian untuk Rafli. Tidak lama kemudian Rafli selesai mandi dan memakai pakaian yang sudah di siapkan Rania.
"Mas.." Rania lesu.
"Iya ada apa Ran?" Jawab Rafli yang sedang menyisir rambutnya.
"Aku pengen sate ayam yang ada didepan gang perumahan ini mas, pengen banget kemaren liat soalnya"
"Ooh sebentar ya aku abis ini mau beli" Rafli sambil menaruh handuknya ditempatnya.
"Tapi aku pengen sekarang mas..." Rania merengek.
"Mas..."
"Apa sayang" Jawab Rafli.
"Aku ikutt...."
"Ya udah ayo kamu siap siap"
"Iya sebentar mas"
Setelah itu mereka menuju ke tukang sate tersebut. Mereka duduk untuk menunggu sambil berbincang.
"Mas, kalau anak ini cowo, mau dinamai siapa?" Tanya Rania.
"Yang jelas aku akan memberikan nama dari keluargaku dinama terakhirnya" Jawab Rafli.
"ooh begitu.."
__ADS_1
Taklama kemudian pesanan sudah matang dan kembali kerumah.
"Mas."
"Ada apa Ran?" Jawab Rafli yang sedang makan sate juga.
"Enak juga ya satenya, ya kan?" Tanya Rania
"Memang itu sudah jualan lama dari aku tingg di perumahan ini" Jawab Rafli.
"Aku kalau males masak, beli sate aja ya? Hehe" Rania meledek
"Kau mau membuatu gendut dan buncit?" Rafli sambil menyubit hidung Rania.
"Ah sakit tau mas, ngga lah aku bercanda kok aku gamah suamiku sakit kelebihan lemak dan penyakit jahat lainnya kok"
"Nah begitu dong jadi istri"
"Iya siap mas"
Malam telah tiba, Rafli mengerjakan pekerjaan hasil rapat tadi sedangkan Rania hanya duduk termenung memikirkan sesuatu. Dia memikirkan temannya Jeny.
"Ran" Panggil Rafli
"Eh, ada apa mas?"
"Kenapa bengong? Mikirin apa?" Tanya Rafli
"Gapapa kok mas, cuma kepikiran sahabatku Jeny" Jawab Rania.
"Ya kamu hubungi saja Ran, tanya kabarnyaa hari ini"
"Iya tapi takut menganggu sih, besok saja pas ketemu disekolah, aku mau tanya tanya keadaan dia kalau dirumah bagaimana, apa yang dia pikirkan" Rania sambil menarik selimut untuk tidur.
"Iya bagus kalau begitu" Rafli sambil mengetik di laptopnya. Tiba tiba suda hening, ternyata Rania sudah tertidur pulas.
#Makasih atas like dan vote kalian, mohon maaf sekali, saya sibuk urusan kuliah jadi belum fokus sama lanjutan ceritanya
#Mohon dukungan kalian🙏
__ADS_1