
Rania pun berusaha menghubungi teman nya, karena temannya itu kaka nya pernah mengalami yang Jeny rasakan ini. Rania berusaha menghubungi Doni. Rania meminta nomor Doni lewat teman temannya yang lain. Setelah sibuk dengan HP nya untuk mencari nomor Doni, Rania merapihkan meja kerja Rafli. Ketika sedang membuka laci bagian bawah sendiri, ada kotak merah. Setelah dibuka, ternyata foto Rafli dengan Yessa pada saat masa pacaran dulu. Rania yang melihatnya pun langsung sedih. Sudah menikah kok masih menyimpan foto dengan mantan kekasih? apakah Rafli belum bisa melupakan Yessa?
Tak lama kemudian Rafli pulang. Dan mencari cari Rania, setelah sampai dikamar Rafli pun langsung mengarah Rania yang memegamg beberapa foto dan menangis.
"Rania!"
Rania pun kaget, dan langsung menyimpan foto itu kembali ke tempatnya. Setelah itu Rania pergi keluar dari kamar.
"Rania, tunggu dulu, kamu jangan salah paham" Rafli berteriak sambil mengejar Rania.
"Sudahlah mas, kenyataannya kamu tidak bisa berpaling dari dia, aku mau pulang ke rumah ayah saja" Rania pun langsung menuju ke rumah ayah nya, Rafli pun menghadang nya.
"Rania, tunggu dulu, dengerin mas, ini semua ga sama yang kamu bayangkan" Rafli sambil memegang kedua tangan Rania.
"mas lupa membuang foto foto itu sayang, mas ga inget kalau masih menyimpan foto itu, tolong jangan salah paham lagi sayang" Rafli langsung memeluk Rania.
Rania tampak diam saja, tidak memeluk balik Rafli. Tiba tiba Rania bertanya kepada Rafli.
"Sebenarnya mas mencintai siapa? aku? atau mantan pacarmu itu ?!" Tanya Rania sambil menangis.
"Jelas kamu lah sayang, aku sayang sama kamu aku mencintaimu Ran, makanya aku berusaha menjadi yang terbaik untukmu" Rafli memohon kepada Rania.
"Sudahlah mas tidak udah memohon seperti ini, baiklah kalau itu alasannya aku terima, yang pasti kau langsung buang saja barang itu, muak aku melihat nya" ( Rania langsung menuju kamarnya, diikuti Rafli juga)
Rafli pun membawa barang itu dan membuang nya ke tempat sampah yang ada diluar rumahnya. Setelah itu kembali ke kamar lagi.
"Ran, bagaimana tadi teman mu?" Tanya Rafli.
__ADS_1
"Jeny? Dia kasihan sekali mas" Rania menangis dan memeluk Rafli.
"Memang ada apa? katakanlah siapa tau suami mu ini bisa membantu mu"
"Jeny hamil mas" Rania semakin keras menangisnya.
Rafli pun terlihat sangat sangat kaget.
"Hamil? bagaimana bisa? siapa nanti yang bertanggung jawab?" Tanya Rafli
"Entah lah mas, aku sedang bingung memikirkan nya, dia masih tetap ingin bersekolah" Jawab Rania.
"Bagaimana bisa wanita hamil bersekolah ran? " Tanya Rafli.
"Entah lah mas, makanya untuk saat ini aku sedang mencari temanku yang kakanya pernah mengalami hal serupa, siapa tahu membantu"
"Doni mas, kaka nya dulu pernah mengalami hal yang sama Jeny, makanya aku ingin sekali bertanya tentang masalah ini " Jawab Rania
" Aku bantu, besok aku akan suruh anak buahku mencari informasi tentang doni dan kakanya tenang saja sayang" jawab Rafli.
"Baiklah terima kasih mas" Rania memeluk Rafli.
"Sama sama sayang" Rafli memeluk balik Rania.
Setelah perdebatan panjang, Rania mengajak Rafli untuk makan.
"Mas, kamu mau makan? biar aku siapin dulu ya?" Tanya Rania
__ADS_1
"Iya aku belum sempat makan tadi dikantor banyak pekerjaan, kamu sudah makan sayang?" Tanya Rafli.
"Sudah tadi sama Jeny, ya udah aku mau ke dapur dulu, kamu ganti pakaianmu dan mandi dulu "
Lalu Rania menuju dapur untuk menyiapkan makanan Rafli. Setelah Rafli selesai membersihkan diri, Rafli menuju ruang makan yang disana sudah ada Rania.
"Kamu ngga ikut makan lagi?" Tanya Rafli
"Ngga mas aku sudah kenyang, biar aku temani mas saja makan" Jawab Rania.
Seteleh mereka selesai makan, mereka langsung istirahat untuk persiapan hari besok.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#Jngn lupa like vote dan rate nya ya ๐๐