Menikah Muda Rania

Menikah Muda Rania
EPISODE 4


__ADS_3

Disekolah Rania menjumpai kawan kawan nya. Yaitu Bilqis, Jeny dan Okti.


"Hey Jen, kamu sedang mengerjakan apa?" Tanya Rania kepada Jeny.


"Ini ada PR kimia Ran, kamu kan pinter kimia. Aku boleh liat ga pekerjaanmu? Tanya Jeny


"What, PR. Ya tuhan, aku sampai lupa tanya tugas ke kalian waktu aku meliburkan diri kemarin" Rania panik.


"Tenang saja Ran, bu windi kan baik sama kamu, secara kamu pinter di mapelnya, paling dikasih tugas lain" Jawab Jeny.


"Iya aku ngga mau menyepelekan begitu sih, aku mau terus terang aja sama bu Windi nanti. Ohh iya, bab apa memang?" Tanya Rania.


"Tata nama Alkana, Alkena, Alkuna. Sebenernya aku agak mudeng mudeng gitu tapi ragu aja" Jawab Jeny.


Lalu Rania melihat pekerjaan Jeny.


"Hmmm, aku paham ini. Sebelum bu Windi menjelaskan, aku sudah memelajarinya terlebih dahulu, ini kamu sudah benar kok Jen, cuma ini aja yang salah, selain itu bener, jangan ragu ya jen" Rania sambil tersenyum kepada Jeny.


"Ooh begitu Ran, pinter banget kamu sih. Kalo aku kesulitan di mapel ini, aku minta tolong jelas kan ya Ran" Jeny memohon.


"Itu pasti, tanyakan saja jangan sungkan, aku kembali ke bangku ku dulu ya"


Lalu Rania menuju bangkunya. Bu Windi pun masuk tanda pelajaran dimulai.


"Selamat pagi anak anak" Sapa bu Windi


"Pagi bu"


"Hari ini ibu akan menagih tugas kalian"


Tiba-tiba Rania mengacungkan tangan.


"Ibu, maaf kemarin saya tidak sempat bertanya tugas ke teman, jadi saya tidak mengumpulkan nya hari ini" Rani sambil agak ketakutan dimarahi oleh Bu Windi.


"Tidak apa apa Ran, aku yakin pasti kamu juga sudah paham bab ini kan? Sebagai gantinya nanti ibu beri tugas yang lain" Bu windi sambil menatap tersenyum kepada Rania karna Rania itu murid yang dianggap pinter mapelnya dikelas itu.


"Iya bu, saya sudah mempelajarinya terlebih dulu. Tugas apa ya bu?" Tanya Rania


"Ajari teman-temanmu yang belum paham dengan bab ini, sampai mereka paham" Jawab bu Windi.


"Hanya seperti itu bu?"


"Iya, Ran"


"Baiklah, terima kasih bu"

__ADS_1


Lalu pembelajaran itu dimulai, setelah dijelaskan oleh Bu Windi, Bu windi memberi tugas kepada mereka agar mengulas kembali yang tadi sudah diajarkan. Tak lama kemudian Rania maju untuk menanyakan apakah pekerjaan Rania benar atau salah.


"Maaf bu, apakah saya sudah menyelesaikan nya dengan benar?" sambil memperlihatkan pekerjaan nya kepada Bu Windi.


"Hmmm iya sudah benar, ajari teman mu" Jawab bu Windi.


Lalu waktu sudah menunjukan angka 15.30 artinya akan pulang. Rania berinisiatif pulang ke rumah ayahnya, untuk mengambil motor lalu kembali ke rumah suaminya. Dia kesana naik ojek. Lalu Rania masuk kerumah dan melihat ibu nya sedang membereskan meja makan.


"Loh, ibu dirumah? Siapa yang menjaga ayah?" Tanya Rania


"Dijaga sama Rafli. Tadi dia kerumah sakit, lalu ibu menitipkan ayah ke Rafli, ibu rasanya sakit badan Ran tidur di rumah sakit, ini ibu siapkan makanan untuk Rafli dan ayahmu" jawab ibu


"Ohh mas Rafli di rumah sakit. Ya udah aku kesini cuma mau ambil motorku bu, terus mau pulang ke rumah mas Rafli abis itu ganti baju aku mau menjenguk ayah" Rania sambil menuju parkiran.


"Hati hati bawanya ga usah ngebut dijalan".


Lalu Rania membawa motor kesayangannya itu. Hadiah dari ayahnya saat ulang tahun Ke-18 kemaren. Saat tiba dirumah Rafli, Rania terkejut, ternyata ada adiknya Rafli yang datang mencari kakanya. Namanya Gia. Lalu aku menyapanya.


"Hay, kamu sedang mencari mas Rafli ya?"


"Iya nih. Kamu istrinya bukan? Kak Rafli ga pernah cerita kalo dia sudah menikah. Karna aku kemaren abis Study tour ke Bali. Pulang pulang dikabarin kaka nikah sama gadis yang masih sekolah" Gia menatap Rania dengan senyuman.


"Iya soalnya mendadak, ayok masuk dulu ke dalam rumah"


"Non mau minum apa? atau mau makan apa? nanti saya siapkan" Tanya bi Diyah.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Rania kepada Gia


"Yang ada aja bi, soalnya aku ga mau ngerepotin, aku kesini cuma sebentar kok"


Lalu bi Diyah menyiapkan makanan diatas meja makan. Rania dan Gia lalu menuju meja makan sambil berbincang bincang.


"Coba kaka cerita bagaimana bisa menikah dengan kak Rafli. Setauku dia tidak pernah pacaran" Tanya Gia


"Hmmm, aku dijodohkan oleh ayahku. Ternyata di jodohkan dengan kakamu. Oh iya daritadi aku belum tanya namamu maaf, nama kamu siapa?" Tanya Rania


"Namaku Giani Resya Rey, kalau kaka siapa?"


"Aku Rania Beristy Herman, kamu kelas berapa Gi?"


"Aku sudah kuliah kak, kemarin itu lagi study banding di Bali. Kebetulan aku mengambil jurusan geografi dan mempelajari sesuatu disana" Gia sambil mengambil makanan.


"Ooh sudah kuliah toh, jangan panggil aku kak dong, kamu lebih tua dari aku. Aku sendiri masih kelas 3 SMA. Aku masih 18 tahun" Jawab Rania.


"Ya kan kaka istrinya kak Rafli. Kakak iparku" Jawab Gia.

__ADS_1


"Iya juga sih, senyamanmu saja deh. Ooh iya aku mau menjenguk ayahku nanti di rumah sakit. Kamu mau ikut?"


"Hmmm, maaf kak, aku soalnya abis dari sini mau ke kampus, jadwal sore, mendadak. Ya sesuai keinginan dosen jadwalnya" jawab Gia.


"Hmm ya sudah"


Gia pun pergi menuju kampusnya, dan Rania menuju Rumah Sakit menggunakan motor kesayangannya itu. Tampilan nya keren, seperti anak motor. Dia memakai motor sport pemberian ayahnya, Ninja keluaran terbaru. Tentu keren, badan Rania yang tinggi pasti kakinya menggapai bawah. Dengan helm fullfacenya juga tidak lupa. Sesampainya dirumah sakit dia langsung menuju ke ruangan ayahnya dan melihat Rafli sedang menyuapkan makanan ke ayahnya, sedangkan ibu hanya duduk di sebelah sambil mengamati Rafli.


"Eh, anak manja ayah sudah datang. Kamu kemari sama siapa nak? Kamu naik motor atau bagaimana? Tanya ayah Rafli.


"Iya ayah aku naik motor" Jawab Rania.


"Bawanya hati hati ya nak, itu motor seharusnya yang make bukan cewe loh, tapi kamu minta nya itu" Ayahnya sambil menerima suapan dari Rafli.


Rafli yang mendengarkannya pun jadi penasaran, memang motor apa yang dibawa Rania.


"Memang motor apa yah?" Tanya Rafli kepada ayah


"Tanya saja istrimu" jawab ayah.


Hari sudah malam, saatnya pulang Rania dan Rafli pun pamit untuk pulang. Sesampainya di Parkiran rumah sakit pun Rafli bertanya kepada Rania.


"Kamu yakin pulang mau naik motor sendirian?" Tanya Rafli.


"Yakinlah mas, aku sudah biasa kok" Rania sambik memakai helm merk "Agv" nya.


Rafli yang melihat Rania pun kagum, keren banget nih bocah. Batin Rafli.


"Ya udah mas, aku duluan yaa"


"Ya udah hati hati, ga usah ngebut Ran" Rafli sambil melihat Rania mengeluarkan motor dari parkiran motornya.


Lalu Rafli menuju parkiran mobil dan pulang kerumah, dijalan dia membelakangi Rania yang naik motor, seperti pembalap jalanan ya seperti itu kurang lebih. Dalam hati ku, ini bocah keren juga si, tapi aku jadi khawatir dia naik motor. Rania sampai duluan lalu disusul Rafli. Saat sampai di rumah, Bi Diyah langsung menghampiri Rafli.


.


.


.


.


.#Hay readers, simak selalu ceritaku ya🤗🤗


Jangan lupa like nya dan vote, ☹

__ADS_1


__ADS_2