
Rafli yang sedang berada di pesta ulang tahun Yessa pun teringat istrinya. Apakah sudah pulang atau belum, Rafli berjalan menuju tempat yang agak sepi un1qtuk menelfon Rania. HP Rania bergetar tanda telfon masuk, Rania pun melihat tertera nama "Mas Rafli" dia enggan menjawab nya lalu membalikkan telfonnya, ibunya pun melihat ada telfon untuknya.
"Siapa yang menelfon Ran?" Tanya ibu.
"Bukan siapa siapa bu, ga penting" Jawab Rani.
"Tadi ibu lihat lo, mas Rafli kan?" Tanya ibu serius
"Iya mas Rafli"
"Kenapa ga diangkat, jawab Ran, itu suamimu" ibu memaksaku.
"Iya iya ibu, aku angkat"
Rania pun mengangkat telfon dari Rafli.
"Hallo Ran, kamu sudah pulang?" Tanya Rafli.
"Belum" Jawab Rania singkat.
"Terus sekarang kamu dimana?"
"Rumah Sakit " Jawab Rania agak ketus.
Rafli pun merasakan perbedaan Rania sejak tadi dia menelfon, ada apa dengan Rania.
"Ya sudah, aku cuma mau ngabarin, aku pulang mungkin agak telat"
"Ya" jawab Rania sangat singkat.
Rafli bingung, kenapa Rania sangat cuek. Tidak lama kemudian Yessa datang menghampiri Rafli.
"Raf, aku cari kamu keman kemana ternyata kamu disini"
"Iya sa, aku tadi abis menelfon seseorang"
"Ya sudah, ayuk masuk lagi, acara akan dimulai, nanti kamu disampingku ya menemani aku meniup lilin nya"
Lalu mereka masuk lagi keruangan, Yessa tampak bahagia dengan kehadiran Rafli diacara ulang tahun nya, kemudian sesi foto foto. Setelah itu Rafli pamit pulang.
"Sa, aku pulang dulu, ada seseorang yang menungguku"
"Hmmm yaudah, terimakasih sudah mau datang ya Raf"
Rafli pun meninggalkan acara itu dan pulang kerimah takut Rania menunggu dirumah. Rania juga sudah pulang dari rumah sakit dan memasak untuk Rafli, setelah itu dia bergegas ke kamarnya agar Rafli tidak menjumpainya.
"Ran, kamu dimana" Rafli berteriak, tapi tidak ada sahutan.
Lalu Rafli melihat dimeja makan sudah tersedia makanan malam hari ini. Rafli mengambil dan memakannya. Dia merasa masakan ini enak, masakan Rania.
"Hmmmm,enak juga masakan Rania"
Setelah itu, dia menuju kamar. Sebelum menuju kamar dia mengetuk pintu kamar Rania.
"Ran, Rania. Kamu kenapa ga keluar?" Tanya Rafli sambil mengetuk pintu Rania.
Didalam kamar Rania sedang sibuk belajar, lalu membuka pintu kamarnya.
"Ya, ada apa? Tanya Rania singkat.
"Kamu sedang apa sih, kenapa tidak keluar makan juga?"
"Aku sibuk, aku sudah makan juga" Rania langsung menutup pintunya
brakkkkk ......
Rafli kaget, dia pun langsung menuju kamarnya, membersihkan diri dan merebahkan letih badannya. Dia berfikir sejenak, ada apa dengan Rania, seperti sedang kesal. Tapi kesal dengan apa?
__ADS_1
Keesokan harinya.
Rania bangun sangat pagi, untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, kebetulan hari itu hari libur jadi setelah masak, Rania mau beres beres rumah. Dia memasak ayam goreng lalu tidak lupa dengan sambal dan lalapan nya, kemudian membuat teh untuk si Rafli. Tidak lama kemudian Rafli menuju ruang makan untuk sarapan. Rania yang melihat Rafli sedang turun pun langsung mengambilkan makanan di piring Rafli.
"Makasih Ran"
"Hmmm" jawab Rania singkat.
"Ooh iya, ini hari libur. Kamu mau ngapain?" Tanya Rafli
"Aku mau beresin rumah"
"Kalau kamu bosan, boleh ajak temanmu kesini, belajar bareng juga boleh"
"Iya nanti kapan kapan aku ajak mereka kesini" Rania sambil mengambil makanan untuk dirinya
"Kamu kenapa sih, cuek banget sama aku?" Tanya Rafli
"Aku nggapapa kok, sante aja" Jawab Rania
Setelah mereka menghabiskan sarapan mereka, Rania menyibukkan diri dengan beres beres rumah, menyapu halamanan, lalu mengepelnya. Setelah itu, dia mencuci motor kesayangan ayahnya. Setelah semua beres, Rania menuju kamarnya untuk istirahat, Rafli yang melihat Rania masuk ke kamarnya pun langsung menyegatnya.
"Ran, kamu sebenarnya ada apa, cuek banget gitu sama aku" Tanya Rafli serius.
"Aku tadi udah jawab nggapapa" Jawab Rania .
Lalu Rania menerobos masuk ke kamar tidak peduli ada di depan nya. Tak lama kemudian ada bel dirumah, pertanda ada tamu. Rafli pun membukakan pintunya. Ternyata, orang tua Rafli.
"Hayy, anak mamah" Mamah Rafli langsung memeluk Rafli.
"Mana istrimu?" Tanya mamah
"Dia ada dikamar, tadi abis beres beres rumah, mungkin cape kali mam" Jawab Rafli.
" Bisa panggilkan tidak, mamah ingin bertemu"
Rafli pun menuju kamar Rania, lalu mengetuk pintunya.
Rania pun membukakan pintunya, tidak berkata apapun, langsung menemui mertuanya.
"Ehh Raniaaa" Mamah Rafli memeluk Rania.
"Iya mah" jawab Rania.
"Kamu sehat sehatkan? Bagaiman kondisi ayahmu?
"Ayahku membaik kok mam, aku juga baik baik saja"
Mereka berbincang bincang lama sampai sore, mama Rafli pun izin untuk kembali kerumah.
"Nanti Rania kapan kapan ke rumah mamah, maaf Rania sibuk, soalnya mamah kan tau aku masih sekolah, masih banyak tugas" Rania sambil memegang tangan mertuanya itu.
"Iya nggapapa"
Lalu mamah Rafli pulang. Dirumah itu sunyi lagi. Rania juga segera ke dapur untuk memasak makan malam. Rafli menyusul nya ke dapur.
"Ran"
"Hmm"
"Kamu masih marah sama aku?" Tanya Rafli
"Aku ga pernah marah sama mas" jawab Rania datar
"Kalo tidak marah, kamu akan tidak secuek ini sama aku Ran"
Rania pun akhirnya bicara, tentang yang membuat dirinya cuek ke suaminya itu.
__ADS_1
"Kemaren siapa cwe itu?" Tanya Rania sambil mengambilkan makanan untuk Rafli.
"Cewe? Mana ada cewe" Jawab Rafli
"Yang pas ditelfon, tanya tanya, telfon siapa, yaa telfon istrinya lahh" Jawab Rania agak ketus.
"Ohh, itu Emi, sekretarisku Ran"
"Oohh" Jawab Rani datar
"Kenapa, kamu cemburu?" Tanya Rania.
"Bukan cemburu mas, cuma aku merasa aku jadi istri kaya ga ada harga dirinya" Jawab Rania
"Rania, aku tidak akan berpaling darimu"
"Bagaimana kau tega, kalau kau menceraikan aku ,aku bisa jadi janda muda, demi wanita diluar sana" jawab Rania datar.
"Bahkan aku tidak memikirkan kita kan cerai" Jawab Rafli.
"Kamu kan tidak mencintai aku, aku pun tidak mencintai kamu mas"
"Jalani apa yang ada Ran, ini permintaan ayahmu"
"Oh berarti kamu memenuhi nya karena hanya melas kepada ayahku? selain itu juga karna bisnis kalian?" Rania mulai emosi.
"Bukan seperti itu Ran, aku mau juga kemauanku sendiri, bukan karna rasa melas" Jawab Rafli.
"apakah mas mempunyai kekasih?" Tanya Rania
"Iya, tapi dulu sekarang sudah tidak ada, aku hanya punya seorang istri, tapi aku dan mantanku itu masih ada hubungan baik kok" jawab Rafli.
"Ooh kali begitu, aku boleh dong pacaran" Rania nada nya agak ketus
"Ya tidak lah, kamu kan istriku, kamu tanggungjawabku" Jawab Rafli.
Setelah selesai makan, Rania membereskan nya dan kemudian pergi ke kamar.
Dikamar Rafli
Rafli tampak sangat sibuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. HP Rafli bunyi ada telfon masuk, ternyata telfon dari Yessa.
"Hallo raf"
"Iya ada apa sa"
"Besok dinner yuk"
"Bisa, atur aja jam nya" Jawab Rafli santai
"Oke besok aku kabari ya Raf"
Lalu telfon terputus dan Rafli melanjutkan pekerjaannya. Tak lama kemudian Rafli tertidur, laptopnya masih menyala, dan berkas berkasnya masih berserakan. Rania
tidak bisa tidur, akhirnya dia inisiatif untuk ke kamar Rafli. Ternyata tidak dikunci. Melihat Rafli tertidur itu, Rania langsung mbereskan berkas berkas yang berantakan diatas meja kerjanya, mematikan laptopnya, lalu memindahkan Rafli ke tempat tidur dan menyelimutinya. Tak sengaja Rania melihat berka berkas nya itu, dia penasaran. Dia membaca disitu bahwa Rafli adalah seorang CEO sebuah perusahaan. Rania Kaget, pantesan, temannya pernah bilang dia bos besar. Setelah itu , ada telfon masuk ke HP Rafli, Rania melihat disitu dengan kontak bernama Yessa. Lalu mengangkatnya.
"Hallo Raf, besok kita dinner jam 8 malam di restaurant "Gallery Time" ya, aku tunggu bye, muachh...."
Rania pun kaget, marah, kecewa. Jadi dia ini apa? Setiap hari memasakan makanan untuk Rafli, mengurusnya, tapi ternyata ada wanita lain di hidup Rafli. Rania pun beranjak dari kamar Rafli dan kembali ke kamarnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE, RATE, DAN VOTE Y kawan kawankuuu🤗🤗🤗🤗🤗🤗