
Rafli menyelesaikan pekerjaannya di kantor lalu langsung kembali kerumah. Rania dirumah tampak bingung menunggu kepulangan suaminya.
"Mas rafli kok belum pulang juga ya" batin Rania.
"Sayang...sayang... dimana kamu" Teriak Rafli.
"Iya mas aku disini" Jawab Rania.
Lalu Rafli menghampiri Rania.
"Mas udah dapet info nya,nanti kita kesana bareng, aku akan membantumu"
"Iya baik lah, mas makan dan mandi dulu saja nanti kita bicarakan lagi".
Setelah itu Rafli langsung mandi dan makan.
"Ran, sebenarnya cerita kaka temanmu itu sama seperti Jeny alami saat ini?" Tanya Rafli yang sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Iya mas, dia dulu waktu sekolah hamil, tapi ngga ketauan si, soalnya ada trik, makanya aku pengen cari tau apa triknya, lagian sekolah tinggal beberapa bulan lagi mas, sayang sekali jika harus keluar karena masalah itu" Jawab Rania.
"Kenapa kamu tidak mencoba seperti Jeny saja, hamil pas sekolah" Rafli
Sambil tertawa kecil.
"Jangan deh mas, maaf ya mas sabar, nunggu aku selesai dulu sekolahnya, nanti setelah itu boleh deh berapa aja terserah mas mau sampe sepuluh aja ga masalah, tapi untuk saat ini jangan dulu ya mas" Rania memohon.
"Iya iya sayang, mas ngertiin kok, tenang saja" (Rafli sambil mencium kening Rania)
"Ini pasti mas ada maksud ya?" Tanya Rania
"Ya iya lah, aku sedang ingin sayang" Rafli sambil membukak kancing baju Rania
__ADS_1
"Kenapa harus sekarang?" Tanya Rania
"Ingin nya sekarang"
Tak lama kemudian Rafli membukak seluruh baju Rania, perlahan mencium nya dan mereka melakukan nya tanpa pengaman lagi.
Keesokan harinya Rania bangun, melihay suaminya yang tidur di pelukannya. Sesekali memandang wajah tampan suaminya
"Kasian kamu mas, kerja keras sampe cape begini, berdosa sekali aku jika tidak melayaninya" Rania dalam hati.
"Eh sayang udah bangun dulu" (Rafli yang sudah bangun).
"Iya nih mas, kita jadi kan nanti kerumah dony?" Tanya Rania
"Jadilah sayang, siap siap nanti kita berangkat, mungkin butuh waktu lama karena kita harus mencari dulu alamatnya".
Lalu mereka bersiap-siap, setelah siap langsung berangkat. Mereka mencari ke setiap sudut kota, tanya orang orang sekitar ternyata belum ketemu juga, matahari sudah berada tepat diatas, yang berarti sudah siang, mereka memutuskan makan siang terlebih dahulu.
"Ya udah kita makan dulu nanti cari lagi"
Ketika masuk ke dalam restoran itu, ternyata disitu sudah ada Jeny dan Bryan yang sedang duduk bersama. Tak lama kemudian Bryan menampar Jeny, jeny langsung tersungkur jatuh, tak tinggal diam, Rania langsung membantu Jeny, sedangkan Rafli menghadang Bryan.
"Hey, mau kemana dulu bro, kita kan belum kenalan" Ujar Rafli yang langsung menampar Bryan
"Berani berani nya kamu sama perempuan! Sini kalo lawan, lawab aku, ga usah berani nya sama perempuan, mending ganti celana mu pakai rok!" Rafli sambil memegang kerah baku Bryan.
"Maaf bro, ini bukan urusanmu, tidak usah ikut campur urusan kami" Bryan melotot kepada Rafli, lalu Rafli melepaskan Bryan.
"Awas kamu sekalinya berbuat kasar lagi" Teriak Rafli kepada Bryan yang menuju keluar Restoran.
Banyak orang orang yang melihat kejadian itu, Jeny memeluk sambil menangis di pelulan Rania.
__ADS_1
"Ran, dia tidak mau anak ini, dia minta aku menggugurkannya, aku tidak setega itu Ran, anak ini tidak bersalah" Jeny menangis.
"Sabar ya Ran, mungkin memang jika dia tidak menginginkan Anak ini, nanti kita urus anak ini bersama" Rania sambil memeluk Jeny juga.
"Kau tidak apa apa Jen?" Tanya Rafli yang mendekati mereka
"Tidak apa apa kok, aku hanya terjatuh saja".
Lalu Rania mengajak Jeny makan, karena pertemuan tadi dengan bryan tidak fokus untuk makan.
"Maaf ya jen, kemarin aku lupa mau membelikanmu susu ibu hamil, begini saja nanti kamu ikut bersamaku dan suamiku mencari solusi itu, dan nanti mampir ke supermarket dulu untuk membeli susu" Rania sambil memandangi Jeny dan Rafli.
"Memang mau kemana Ran?" Tanya Jeny.
"Kita akan mencari kaka nya Dony, yang sama mengalami seperti mu saat ini Jen, dan suamiku sudah menemukan alamatnya, tinggal mencari saja" Jawab Jeny.
"Terimakasih ya kalian sudah banyak membantuku hari ini" Jeny sambil memegang tangan Rania.
"Aku kan teman baik mu, aku akan membantu semampuku Jen, tidak usah sungkan ya" Rania sambil tersenyum kepada Jeny.
Setelah acara makan selesai, mereka menunu supermarket dulu untuk membeli susu ibu hamil dan langsung pergi mencari alamat itu dan akhirnya ketemu..
.
.
.
.
#JANGAN LUPA LIKE NYA YA TEMAN TEMAN ๐๐
__ADS_1