
keesokan harinya.
Rania bangun dari tidurnya, lalu mandi, dan membantu bi Diyah untuk menyiapkan sarapan.
"Mas, sarapan dulu" Rania berteriak
"Iya sayang sebentar " Rafli menjawab.
Lalu Rafli menuju ruang makan.
"Ran, nanti kamu berkemas ya, persiapan kita nanti sore, beli keperluan yang di butuhkan disana"
"Iya mas, nanti aku siapin, yang penting kamu makan dulu" Rania sambil mengambilkan makanan untuk suaminya.
"Apakah nilai ujian mu sudah di bagikan Ran?" Tanya Rafli.
"Belum mas, kan bareng sama Rapornya sekalian" Jawab Rania
"Ohh begitu, biasanya siapa yang mengambil Rapormu? Tanya Rafli
"Biasanya ibu mas"
"Besok kan kita liburan, nanti biar mas minta tolong ibu mengambilkan nya"
"iya mas"
Setelah mereka menghabiskan makanan nya, mereka bersiap menuju supermarket untuk belanja persiapan nanti sore.
"Ran, sudah siap?" Sambil mengetuk pintu kamar Rania.
"Sudah mas, sebentar" Lalu Rania keluar dari kamar.
Lalu mereka menuju supermarket. Sampainya disana mereka berbelanja alat mandi dan sebagainya.
"Ran, segitu saja memang cukup?" Tanya Rafli
"Menurutku sih cukup mas" Rania sambil melihat barang barang.
Tiba tiba ada Yessa datang.
"Hey Rafli" Sambil menepuk bahu Rafli.
"heyyy, sedang apa kau disini, apakah mau berbelanja juga? tanya Rafli
"iya nih, banyak stok yang kosong dirumah" Jawab Yessa.
Lalu Yessa melihat Rania disamping Rafli.
"Itu siapa Raf?" Tanya Yessa.
"Ooh itu, perkenalkan, ini istri saya, Rania".
Rania tersenyum kepada Yessa.
"Istri? kok kamu ngga ngasih tau aku sih? kapan kamu menikahinya?" Raut muka Yessa kecewa.
"Bulan Juli kemarin, udah ada 5 bulan yang lalu" Jawab Rafli santai sambil merangkul Rania.
"Ohhh begitu, ya sudah kalian lanjutkan saja belanja kalian, saya permisi dulu" Lalu Yesaa meninggalkan mereka dan berlari menangis tidak peduli orang yang melihat nya.
"Laknat kau Rafli! apa apan ini, tidak ada kabar kau menikah! Tiba tiba udah punya istri, mana masih bocah lagi, awas kau Rania!!" tangan Yessa sambil mengepal.
-----------------
"Mas, tadi itu siapa sih? kok kaya ga suka sama aku?" Tanya Rania kepada Rafli.
"Itu Yessa sayang" Jawab Rafli
"Ooh" Rania langsung diam.
Setelah dirasa cukup berbelanja, mereka menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
Saat tiba dirumah, Rania dan Rafli langsung mengepak baju dan keperluan lainnya.
"Ran, kamu mau bawa koper yang mana?" Tanya Rafli.
"Yang gede mas, soalnya baju yang mau aku bawa banyak nih" Jawab Rania sambil melipat bajunya.
"Ohh iya sudah".
Jam menunjukan angka 15.00, dua jam lagi keberangkatan menuju singapura.
"Ran, siap siap ke bandara, ini udah jam 3"
"Iya mas" Lalu Rania keluar dari kamar sambil membawa kopernya.
Tiba tiba Rania ingat sesuatu.
__ADS_1
"Oh ya mas, aku belum minta izin ayah"
"Biar aku saja yang menelfon ayah" Rafli langsung mengeluarkan HPnya untuk menelfon ayah Rania.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam ada apa Raf?" Tanya ayah
"Begini, mohon maaf sebelumnya, Rafli mendadak menelfon ayah, rencanya sekarang aku dan Rania akan menuju Singapura untuk liburan, apakah ayah mengizinkan Rania? Tanya Rafli
"Ya tentu saja nak, selamat bersenang senang, ayah akan doakan kamu dan Rania sehat selalu" Jawab Ayah
"Baik terima kasih ayah".
Setelah obrolan telfon berakhir, Rania dan Rafli menuju bandara.
"Mas, ini kita liburan pertama ya setelah menikah" (memeluk lengan Rafli)
"Iya, kita manfaatkan dengan indah"
"Manfaatkan dengan indah?"
"hmm"
Lalu announcer bilang bahwa pesawat yang menuju singapura segera di berangkatkan.
"Ayo Ran, kita sudah suruh naik ke pesawat"
Lalu mereka menuju ke dalam pesawat. Setelah perjalanan beberapa jam tiba di bandara Changi, mereka menuju hotel yang berada sudah di booking.
"Aku cape banget mas" Rania sambil merebahkan dirinya di kasur.
"Kan singapura jakarta tidak terlalu jauh Sayang"
"Tetap saja cape mas, eh iya. Ini kita mau satu kamar mas?" Tanya Rania.
"Emang kenapa?" Tanya Rafli balik.
"Iyaaaa... nggapapa sih" Rania sambil menggaruk kepala.
Sekarang tanggal 21 Desember, tepat jam 00.00 nanti Rafli akan memberikan hadiah berupa kalung yang indah.
tiba saat jam 00.00, Rania di kagetkan dengan kejutan dari suaminya.
"Happy brithday sayang" Rafli sambil membawakan kue ultahnya
Rania pun terharu, dengan kejutan dari suaminya itu, lalu Rania meniup lilin dengan perasaan terharu.
"makasih ya mas, kirain aku mas ga akan tau hari ulang tahun ku" Rania sambil mengelap air mata yang sudah ada di pipi.
"Iyaa, kamu istri ku, bagaimana aku tidak mengetahuinya?"
"Iya deh mas" Rania sambil tersenyum bahagia.
"Oh ya, kamu suka liburan ke singapura? besok kita jalan jalan keliling deh"
"Suka mas" jawab Rania
"Ini salah satu hadiah ulang tahunmu dari ku" Rafli sambil mengelus rambut Rania
"Aa... makasih ya mas" Sambil memeluk Pinggang Rafli.
"Dan ada satu hadiah lagi, semoga kamu suka"
Lalu Rafli mengeluarkan Hadiah itu, dan menggunakan di leher Rania. Rania pun memegang liontin kalung itu dan merasa senang.
"Makasih ya mas, aku suka, makasih, ini ulang tahunku yang paling berkesan" Sambil memeluk Rafli. Rafli pun balik memeluk Rania.
"Iya sayangku sama sama, sudah tidur ya, besok persiapan kita jalan jalan, sepuasmu, aku turuti"
"Iya mas"
Lalu mereka tidur. Keesokan harinya Rania membangunkan Rafli yang tidur disampingnya.
"Mas bangun, katanya mau jalan jalan" Rania sambil menggoyangkan tubuh Rafli.
"Iya sayang iyaa, kamu mandi duluan aja" Rafli pun bangun.
"Ya udah aku mandi duluan" Rania menuju kamar mandi.
Rafli menelfon karyawan hotel itu untuk mengantarkan sarapan pagi.
"Hallo, please deliver breakfast to room 104, hurry up, thank you" Ucap Rafli di telfon itu
"Okey, wait" Jawaban daru telfon itu.
Rania pun keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya, Rafli yang melihatnya pun terpesona, cantik sekali istrinya itu.
__ADS_1
"Ada apa mas? kok ngeliat Rania begitu banget? Tanya Rania
"Kamu cantik"
Rania yang mendengarnya pun senang.
"Bisa aja, udah sana mandi nanti keburu siang"
Rafli pun mandi, dan Rania memakai baju. Tak lama kemudian ada yang mengantarkan makan pagi. Setelah makanan sudah diterima Rania, Rania pun menyiapkan nya untuk dimakan Rafli.
"mas, sarapan dulu"
"Iya, iya sayang"
Setelah acara sarapn itu, mereka pun mengelilingi tempat wisata, Rania pun sangat senang, begitu juga dengan Rafli. Melihat senyuman Rania karna bahagia, sangat berarti bagi Rafli. Rafli sangat bahagia dengan kehidupan nya setelah menikahi Rania. Walau umurnya berbeda, itu hanya sebuah angka bagi Rafli. Sebenarnya Rafli juga ingin mempunyai buah hati, tapi Rafli menundanya dulu hingga waktunya tiba. Setelah wakti dirasa cukup. Mereka memutuskan kembali ke Hotel.
"Mas, aku cape banget hari ini, kita langsung pulang saja ke hotel" Wajah Rania lesu.
"Iya baiklahhh kita pulang" Tangan Rafli sambil menggandeng tangan Rania.
Tiba di hotel, Rania ingat sesuatu. Ternyata belum makan malam.
"Mas, gak makan malam duluu?" Tanya Rania
"Iya ,kita akan makan di restoran hotel ini" Jawab Rafli.
Saat sudah berada di restoran, Rania melihat seorang pria, tidak asing bagi Rania. Iya, itu kaka Rania, Rendra namanya, dia memutuskan untuk bekerja di Singapura untuk mengembangkan perusahaan ayahnya.
"Kaka" Rania mendekat pria itu.
"Hey Rania, mengapa kau ada disini?" Tanya Rendra.
"Iya aku kesini sama suami Rania kak" Jawab Rania.
"Mana suamimu?" Tanya Rendra
"Itu kak" Lalu Rafli menghampiri Rendra
"Perkenalkan, aku Rafli" Mereka berjabat tangan.
"Aku Rendra, senang bertemu kalian, kaka denger kamu udah nikah Ran, ternyata sama Rafli kerabat kerja ayah" Rendra sambil tersenyum melihat Rafli dan Rania.
Rendra dan Rafli seumuran, tetapi Rendra belum juga ingin menikah. Tiba tiba Rafli bertanya kepada Rendra.
"Kamu belum menikah Ren?" Tanya Rafli.
"Belum niat nikah si, sedang menikmati kesendirian" Jawab Rendra santai.
Lama berbincang pesanan Rafli dan Rania pun datang.
"Kaka gak ikut makan?" Tanya Rafli dan Rania
"Iya nanti kaka makan kok, kalian habiskan saja makanan mu"
Setelah habis makanan mereka, mereka pun minta izin kepada Rendra untuk balik ke kamar nya.
"Kak, aku ke kamar dulu ya, mau istirahat" Rania
"Iya silahkan"
Mereka menuju kamar dan membuka pintunya.
Rania pun langsung mandi, sedangkan Rafli merebahkan sejenak tubuhnya.
"Huhhhhh...lelah sekali hari ini....arghhhh" Gumam Rafli.
Rania pun keluar dari kamar mandi.
"Mas gak mandi dulu?" Tanya Rania
"Iya ini mau"
Setelah keduanya sudah selesai membersihkan diri, mereka tiduran diatas ranjang.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Aku minta dukungan dari kalian, like, vote dan kasih aku rate ya teman temanðŸ˜â˜ºðŸ¤—