
Rafli tampak kebingungan, bagaimana ini? Ini adalah perusahaan yang di dirikan ayah nya dari nol hingga sebesar ini. Rafli tidak ingin ayah nya kecewa, sudah lama semua alih perusahaan yang mengendalikan adalah Rafli, ya rafli adalah penerus perusahaan ayahnya itu.
Akhirnya Rafli memberitahu soal ini kepada adiknya Gia. Rafli menelfon Gia untuk ke kantor nya jika dia tidak sibuk.
drrrt...drt....
"Hallo Kak? ada apa?" Tanya Gia
"Ad hal yang mau kaka omongin, kamu ke kantor ya" Jawab Rafli.
"Baiklah kak, sebentar lagi, aku masih di kampus"
"Oke kaka tunggu".
Setelah itu, Gia yang sudah selesai jam kuliahnya hari itu langsung menuju kantor kaka nya. Gia di sambut resepsionis, karna resepsionis nya sudah paham Gia, makanya langsung di persilahkan masuk.
"Maaf kak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Resepsionis kepada Gia.
"Aku hanya ingin bertemu kak Rafli, apakah dia ada jadwal meeting? Takut menganggu soalnya" Tanya Gia
"Daritadi sih tidak ada meeting kak, silahkan masuk saja" Jawab Resepsionis
Lalu Gia langsung menuju ruangan kak Rafli.
tokk...tok...tokkk.
"Masuk"
"Ada apa kak? Gia harus ke kantor? mau bicara soal apa?" Tanya Gia sambil duduk di depan Rafli.
"Ini gawat Gi" Jawab Rafli
"Kenapa kak?" Tanya Gia
"Begini, kaka kan biasa lah ada proyek besar besaran, dan kaka bekerja sama dengan 3 perusahaan dari negara X, nah sudah deal dan sepakat juga kenapa mereka membatalkan begitu saja? Kaka bingung harus bagaimana, belum lagi kaka sudah cerita soal proyek ini ke Ayah, dan bagaimana kalo ayah mengetahui bahwa proyek besar itu malah batal?" Tanya Rafli
"3 perusahaan kak? Kita harus bekerja sama, aku akan bantu kaka, karena ini juga bagian dari tanggung jawabku menyelamatman perusahaan ayah" Jawab Gia.
---------------------------------
Di sekolah, Rania menghampiri 3 teman nya itu, Okti,Bilqis dan Jeny.
"Hay, teman temanku" Sapa Rania.
"heyyyy kau terlihat begitu gemuk sekarang Ran" Okti sambil melihat Rania dari atas ke bawah.
"Gimana ngga gendut Ok? Suaminya bikin bahagia terus" Jawab bilqis
"Iya nih, suamiku bikin aku bahagia" jawab Rania.
"Syukurlah kalau begitu" Jeny sambil tersenyum.
"Nanti aku mau mengajak kalian makan gimana? tenang seperti biasa, aku yang bayarin, malah suamiku yang nyuruh, sering seringlah mentraktir teman" Rania sambil memandangi teman teman nya itu.
"Serius?" Tanya Bilqis.
"Serius, aku juga ingin memberitahukan berita bahagia ke kalian nanti pas kita makan, kita langsung saja setelah pulang sekolah oke?" Tanya Rania.
"Kamy udah izin sama suami mu?" Tanya Okti
"Nanti aku minta izin tenang saja".
Tak lama kemudian. Bel masuk berbunyi. Ternyata guru itu masuk bersama murid baru, perempuan.
__ADS_1
"Selamat pagi anak anak" sapa guru.
"Selamat Pagi Buu...."
"Baik, hari ini kedatangan murid baru yang akan bergabung bersama kita, silahkan perkenalkan diri"
"Baik, pagi teman-teman nama ku Yessi, aku pindah ke sekolah ini karena ayahku juga pindah tempat kerja, semoga teman teman menerimaku disini" Sapa Yessi ke teman teman dikelas itu.
Tiba Tiba Rania ingin muntah dan langsung minta izin ke guru terserbut.
"Maaf bu, saya minta izin ke toilet" Rania meminta izin.
"Silahkan"
Tak lama kemudian, Rania langsung ke toilet berlari kecil.
Disana dia muntah muntaj sejadi-jadinya.
"Lagi dan lagi aku muntah, semoga ga ada yang curiga" Batin Rania.
Yessi pun duduk, dan bertanya kepada Bilqis.
"Tadi yang je toilet itu namanya Rania bukan ya?" Tanya Yessi.
"Iya itu sahabat ku" Jawab Bilqis.
Ternyata Yessi itu adalah adik dari Yessa, sengaja dia pindah sekolah untuk membantu kaka nya menghancurkan Rania.
Setelah dari toilet, Rania kembali ke kelas yang ternyata sudah di lihat dari tadi oleb Yessi, Rania pun menyadari itu. Tatapan sinis dan tak suka.
"Kenapa itu orang, kenal juga engga natapnya ngga enak banget" Batin Rania.
Pada saat bel istirahat, Rania menelfon Rafli. Itupun menunggu teman temannya keluar dulu.
drrrt...drt...
"Hallo..ada apa sayang?" Tanya Rafli.
"Aku nanti pulang sekolah mau mampir ke restoran dulu sama temen temen, boleh ya mas?" Tanya Rania dan memohon.
"Baiklah, kamu jangan makan sembarangan yaa, inget kata dokter atur pola makan dan makanannya" Jawab Rafli
"Oke baiklah suamikuuu"
Setelah menutup telfon, Rania mengeluarkan makanan yanh tadi dibawa nya dari rumah.
"Kamu ga ke kantin Ran?" Tanya Jeny
"Ngga boleh makan makanan dikantin sama suamiku" Jawab Rania.
"Kenapa?"
"Katanya ga boleh sembarangan makan jadinya bawa deh dari rumah" Jawab Rania.
"Perhatian sekali suamimu, aku yang hamil juga ga ada yang perhatian Ran" Jeny sedih.
"Eitssss... ga boleh sedih, mari kita makan bareng bareng, segini aku kayanya juga ga abis Jen".
Akhirnya mereka makan bersama.
Bilqis dan Okti yang kembali dari kantin pun heran.
"Hey, kalian makan berdua ?" Tanya Okti
__ADS_1
"Iyalah seperti yang kau lihat okti..." Jawab jeny.
"Bentar bentar, kalian kok akhir akhir ini sering bareng, pergi bareng, makan bareng dan agak keliatan gendut bareng, kalian kenapa sih?" Tanya Bilqis.
"Hemmm, mungkin hanya kebetulan saja Bil" jawab Jeny.
"hmmm seperti itu ya?" tanya Bilqis.
Yessi pun mendengar dan melihat percakapan mereka.
"Ya jelas gendut lah, orang lagi hamil, pas masih sekolah pula wkwkw ini kalo satu sekolah tau kan heboh..." Batin Yessi.
Sepulang sekolah, seperti yang di janjikan Rania. Mereka ber empat ke resto langganan mereka. Kesana menggunakan mobil Rania. Kebetulan mereka juga belum minta jemput orangtuanya dan sudah meminta izin dulu.
"Kamu ngga bawa motor lagi Ran?" Tanya Bilqis di dalam mobil Rania saat perjalanan menuju restoran.
"Udah ngga boleh sama suami untuk sementara waktu " Jawab Rania
"Kenapa Ran?" Tanya Bilqis
"Nanti kamu tau jawaban nya Bil"
Sesampainya di restoran, mereka memilih beberapa makanan dan minuman, sambil menunggu Rania membuka percakapan.
"Maaf ya teman teman, aku mau ngomong sesuatu sama kalian, tapi aku mohon, ini rahasia dulu ya, kalian adalah orang kepercayaanku, jadi begini, pasti kalian heran kenapa aku dan jeny selalu bareng apalagi mengenai gendut bareng kan?" Tanya Rania
"Iya aku kepo nih Ran" Jawab Okti.
"Aku akan jelaskan masalah Jeny dulu. Apa kah kamu yang akan menjelaskan sendiri jen?" Tanya Jeny.
" Aku jelaskan sendiri saja Ran" Jawab Jeny.
"Aku hamil" Jawaban Jeny lirih.
"Apaa????!" Okti dan Bilqis seakan tak percaya.
"Kamu ga bercanda kan?" Tanya Okti.
"Aku serius Ok, kamu tau Bryan kan, nah dia yang menghamiliku, dan dia tidak menganggap apalagi menginginkan anak ini" Jawab Jeny sedih.
Okti yang mendengarnya pun ikut menangis karena melihat Jeny menangis.
"Sudah ya Jen, kamu sabar, kamu kuat, aku ada untukmu, aku siap membantu masalah mu, aku bantu semampu dan sebisaku" Okti sambil memegang tangan Jeny.
"Terima kasih ya Ok, kamu memang mengerti aku" Jeny tersenyum sambil mengelap air matanya dengan tangan nya.
"jadi maksudmu, kamu juga hamil Ran?" Tanya Bilqis.
"Ya, kamu benar, aku udah hamil, dan usia kehamilanku dengan Jeny hampir sama" Jawab Rania.
"Wahhh selamat yaa Ran" Bilqis memberi selamat serta okti juga memberi selamat.
"Semoga kalian berdua menjadi ibu yang baik" ucap Okti sambil memindahkan makanannya ke dekat Jeny.
Setelah berbincang lama mereka dijemput orang tua mereka di parkiran resto tersebut, sedangkan Rania langsung kembali kerumah takut suaminya sudah pulang.
.
.
.
.
__ADS_1
**TERIMA KASIH TELAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU, SILAHKAN KOMENT JIKA ADA YANG SALAH UNTUK KOREKSI
JANGAN LUPA LIKE, RATEππππ**