Menikah Muda Rania

Menikah Muda Rania
EPISODE 9


__ADS_3

Bulan Desember


Rania tampak sibuk belajar, Rafli sibuk dengan laptopnya, ya seperti itulah kira kira setiap hari.


"Ran, kamu kapan selesai ujian nya?" Tanya Rafli.


"Besok selesai kok mas" Jawab Rania.


"Liburan nya jadi yaaa.."


"Okey, tapi aku belum ngomong sama ayah"


"Iya nanti kalau mau pergi kita mampir kerumah ayah dulu".


"Yaudah mas, rania mau tidur dulu, doain nilai Rania bagus ya besok, bye sayang" (Lalu Rania ke kamarnya)


"Iya sayang" Jawab Rafli sambil senyum senyum.


Keesokannya Rania tidak memasak karena bi diyah sudah kembali, jadi Rania fokus belajar. Rania bersiap siap berangkat sekolah. Menyisir rambutnya lalu mengikatnya, tak lupa memakai bedak dan lipbalm agar terlihat natural, memakai lotion dan parfum. Lalu menuju ke ruang makan untuk sarapan.


"Mas Rafli, sarapan duluu" Sambil melewati kamar Rafli.


"Iya sayang, mas lagi pake baju dulu" Jawab Rafli.


Aku harus tahan berapa lama lagi nih, udah 5 bulan menikah tapi belum dapet hak sebagai suami. Batin Rafli.


------


"Bi, makanan nya udah siap?" Tanya Rania


"Sudah non, Tuan mau di bawakan Bekal non?" Tanya bi diyah.


"Boleh, bawakan saja, kasian dia pulang nya malem terus" Jawab Rania. (lalu bi diyah menyiapkan bekal untuk Rafli)


"Sayanggg" Rafli memeluk Rania dari belakang.


"Ada apa mas ihhh, malu nanti diliatin bi Diyah" Rania sambil melepas pelukan dari Rafli.


"Emang kenapa, kamu kan istri aku?"


"Iya deh iya mas" (Rania sambil mengambilkan makanan untuk Rafli).


"Semangat ya sayang buat ujian nya"


"Iya makasih mas" (Rania sambil mengambil minuman untuk Rafli.


"Non, bekalnya sudah siap"


"Iya bi" (Mengambil bekal, lalu menyerahkan kepada Rafli)


"Nih mas, kamu bawa makan ya"


"Iya taro saja disitu"


"Rania berangkat dulu ya, udah siang nih" (Rania sambil mengambil kunci motor, lalu dihadang Rafli).


"Kamu kebiasaan ga izin sama suamimu dulu deh"


"Iya maaf mas, rania berangkat dulu ya sayang" (sambil mencium punggung tangan Rafli)


"Iya hati hati ga usah ngebut Ran"

__ADS_1


"Iya mas" (Rania menuju ke garasi).


Di sekolah Rania


Rania menuju ruang ujian, disana sudah ada Jeny, Okti dan Bilqis.


"Ran, kamu sudah belajar Fisika?" Tanya Bilqis.


"Sudah Bil, kenapa?" Tanya Rania.


"Aku takut tidak bisa mengerjakannya, kamu tau sendiri aku benci banget pelajaran itu" Jawab Bilqis.


"Iya kamu berusaha dulu Bil" (Rania mengeluarkan buku untuk mempelajari fisika)


"Ikutan belajar lagi dong" Okti


"Ya udah sini Ok, kamu ga ikut join Jen?" Tanya Rania.


"Ehh, iya Ran" Jeny mendekati Rania.


Lalu bel ujian masuk, Rania bisa mengerjakannya, sedangkan Bilqis hanya duduk terpaku melihat soal. Ketika ujian sudah selesai, Rania keluar dari ruangan ujian dan melihat suaminya di depan ruang tamu sekolah. Lalu Rania menghampiri Rafli.


"Mas Rafli, kok di sekolah ku?" Tanya Rania sambil memandangi Rafli.


"Eh iya Ran, aku kesini mau meminta izin, kamu izin untuk seminggu ini sampai masuk sekolah besok di semester genap" Jawab Rafli.


"Jadi aku ga ikut classmeet nih?" Tanya Rania


"Ga usah, liburan aja sama mas" Jawab Rania.


"Jadi pada tau dong siapa kita sebenarnya mas?"


"Ooh begitu"


"Ya udah, kamu pulang dulu, aku masih mengurus izin kamu nih"


"Ya udah mas, aku pulang duluan". (Lalu Rania meninggalkan Rafli)


Tiba-tiba Rania di hadang Jeny.


"Ran, Rania tungguu." Jeny berteriak.


"Ada apa sih Jenyyyy"


"Aku mau ngobrol sama kamu, ayuk kita kemana kek sama makan siang yukk" Jeny merengek.


"Yaudah hayuk, kamu mau mbonceng aku?" Tanya Rania.


"Boleh, tapi pelan aja ya bawa motornya"


"Oke santai aja"


Lalu Rania dan Jane menuju cafe yang santai untuk mengobrol.


"Dah sampai nih, kamu mau makan gak Jen?" Tanya Rania.


"Iya, aku mau makan steak daging ayam sama Coffe latte satu" Jawab Jeny.


"Oke deh aku ngikut" Lalu Rania menuju kasir untuk membayar lalu kembali ke bangku yang tadi.


"Sebenernya kamu mau cerita apa sih Jen?" Tanya Rania.

__ADS_1


" Soal bryan Ran, hmmm aku sudah melakukan nya lagi, soalnya dia maksa, kalo ngga aku diancem mau nyebar foto aib aku Ran"


Jeny mulai menangis.


"Hah? sumpah? nekat banget deh tuh anak, biar aku kasih pelajaran Jen tenang aja" Rania.


"Jangan Ran, soalnya aku disuruh ngga boleh ngasih tau siapa siapa soal ini" Jeny sambil memegang tangan Rania.


"Jen, kamu ga boleh kayagitu deh, putusin aja bryan brengsek itu. Kamu ga pantes sama dia, kamu itu cantik, baik. Ga cocok sama dia yang berandalan kayagitu, apalagi kamu... aduh payah kamu Jen, malah kamu kasih kehormatan kamu untuk dia, berjanji lah padaku kamu putus aja sama dia Jen" Rania menatap Jeny dengan serius.


"Aku akan mencobanya pelan pelan Ran"


"Ya sudah, makan dulu saja, tidak usah terlalu dipikir nanti kamu setress, yang tau ini apakah hanya aku?" Tanya Rania.


"Iya Ran, soalnya aku menganggap kamu bakal kasih aku saran yang bagus buat aku, kan kamu sudah menikah tentu paham masalah ini" Jeny sambil mengambil cangkir isi coffe latte.


"Aku kasih saran kemarin kamu malah tidak menggubrisnya Jen"


"Iya maaf Ran, ga tau kenapa aku jadi parah gini".


Tiba-tiba ada telfon dari Rafli.


"Hallo sayang, kamu dimana?" Tanya Rafli.


"Aku di Caffe sama Jeny mas" Jawab Rania


"Ya sudah kamu pulangnya jangan kesorean, harus siap siap dan jangan ngebut bawa motornya yaa sayang"


" Iya sayang"


Lalu mereka mengakhiri telfon mereka.


"Wah, romantis juga suami mu Ran" Jeny sambil mengaduk aduk makanan.


"Iya alhamdulillah dapet suami baik romantis pula"


Setelah itu mereka pulang, Rania mengantar Jeny kerumahnya dulu, lalu pulang kerumah Rafli.


"Mas Rafli dimana bi?" Tanya Rania kepada bi Diyah.


"Ada non, dikamarnya" Jawab Bi Diyah. Lalu Rania menuju kamar Rafli.


"Mas"


"kamu sudah pulang Ran, sini kemari aku mau menunjukkan sesuatu"


Lalu Rania mendekati Rafli.


"Ini tiket pesawat menuju Singapura"


"Oh ke singapura mas?" Tanya Rania


"Iya, kenapa kamu ga suka , kalo ga suka ganti deh nanti kemananya terserah kamu" Tanya Rafli.


"Ngga usah mas, ke sana saja" Jawab Rania


"Kamu yakin?" Tanya Rafli


"Yakin mas, aku kamar dulu ya, mau mandi sama istirahat"


Lalu Rania menuju kamarnya

__ADS_1


__ADS_2