
Tiba tiba Rafli bertanya kepada Rania.
"Sayang, mas mau bertanya sesuatu" Tanya Rafli
"Tanya apa mas?" Sambil memegang tangan Rafli.
"Kalau mas minta hak mas sebagai suami, apa Kamu mau?" Tanya Rafli
Sejenak Rania terdiam, kaget. Sebenarnya Rania mau, tetapi Rania takut hamil, karena masih sekolah. Dan seketika teringat teman nya. Jane, yang melakukanya, tetapi tidak hamil.
"Kenapa diam sayang?" Tanya Rafli
"Aku jadi inget temen aku mas, tapi mas janji ya ini cuma kita berdua yang tau, ini rahasia kita berdua okey?"
"Emang kenapa temanmu, apa sudah menikah juga?" Tanya Rafli
"Belum sih mas, tapi temanku itu sudah melakukan nya, dia cerita ke aku sudah berulang kali mas, tapi temanku tidak hamil?" Rania bingung.
"Mungkin mereka pakai pengaman sayang, begini saja, kalai teman mu saja tidak hamil, kenapa kita tidak mencoba nya saja?" Tanya Rafli
"Iya sih, tapi beneran ga hamil dalam waktu dekat kan? Tanya Rania
"Ngga sayang, teman mu itu jadi belum nikah tapi sudah melakukan nya? wah anak jaman sekarang emang" Gumam Rafli.
"Iya mas, aku udah marahin temenku itu. Namanya Jeny, ih sebel banget aku tuh sama cowonya" Rania kesal.
"Ya sudah, itu urusan si Jane selanjutnya, kamu kan sudah menasihatinya, sekarang giliran kita, tapi untuk pertama ini, ngga pakai pengaman ya?" Tanya Rafli.
"Iya mas".
Rafli langsung mencium bibir dan melumatnya, begitu juga dengan Rania. Setelah itu mencium ke leher Rania. Rania pun langsung terangsang.
"Ahhh...mas geli tau" Rengek Rania.
"Gapapa sayang" Lalu Rafli membukak pakaian Rania.
"Sayang, mungkin ini bagimu akan sakit tapi nanti ngga kok, kamu akan menikmatinya"
"Iya mas" Jawab Rania.
Rafli pun mulai meraba dada Rania dan menciumnya, tiba tiba Rania mendesah.
"Ahhhhhh, mas jangan gitu" Tangan Rania menghalangi dadanya, tetapi Rafli memindahkan nya ke pinggir lagi. Lalu tangan Rania menutup mulutnya karena mengeluarkan desahan.
"Jangan di tutup sayang, kalau kamu mendesah aku jadi tambah semangat memakan mu"
Lalu tangan Rania tidak lagi menutup mulutnya.
Rafli melakukan nya dengan pelan.
"Ahhhhhhhhhhh mas, sakit bangett" Rania berteriak.
"Gapapa sebentar kok sakitnya sayang"
Setelah dirasa selaput nya sudah pecah, Rafli melanjutkan nya dengan cepat hingga puas.
Setelah mereka puas, mereka tertidur karena kelelahan.
keesokan harinya Rania bangun, dan merasakan sakit di ************ nya.
"Awwwww sakit" (lalu Rania melihat ada bercak darah di sekitarnya)
__ADS_1
Rafli yang mendengarkannya pun terbangun.
"Kamu kenapa sayang, sakit yah? maafkan mas ya, soalnya mas ga tahan, berbulan bulan nunggu" ucap Rafli merasa bersalah.
"Ngga papa kok mas, inu kan sebentar. Sudah kewajibanku melayanimu" Jawab Rania.
"Beneran nggapapa? Apa mas antar ke dokter terdekat disini?" Tanya Rafli
"Jangan ih mas, malu tau cuma gara gara kayagini" Jawab Rania.
"Iya sudah, kamu mau sarapan dulu apa mandi dulu?" Tanya Rafli
"Aku sarapan dulu aja, aku lemes hari ini" Jawab Rania
"Maafin mas ya, kamu jadi lemes gini"
"Gapapa mas ih, udah sana pesenin sarapan untuk kita berdua".
Lalu Rafli memesan sarapan, dan tak butuh waktu lama akhirnya makanan datang.
"Ini sayang kamu mas suapin ya" Lalu Rafli menyuapkan makanan kepada Rania.
"Makasih ya mas, mau nyuapin aku"
"Hmm" Rafli tersenyum.
Setelah sarapan tadi sudah habis Rania hendak mandi, ketika kan berdiri tiba tiba merasakan sakit lagi di ************ nya dan hampir saja jatuh, untung dengan sigap Rafli mendekat Rania agar tidak terjatuh dilantai.
"Awww mas sakit"
"Kasian kamu, gara gara mas ganas tadi malam, ya sudah sini" Rafli menggendong Rania ke kamar mandi, akhirnya mandi berdua.
Satu minggu kemudian.
"Mas, kita sudah melewatkan liburan, rasanya aku bahagia banget dehhhh" Rania sambil memeluk Rafli.
"Iya sayang, mas juga bahagia banget".
Saat sudah tiba di Indonesia, mereka disambut oleh Pak Herman dan ibunya Rania, Bu Lani di rumah mereka.
"Ayahh, ibu... Rania kangen" Langsung memeluk Ayah dan ibunya.
"Iya sayang ibu dan ayah juga kangen, bagaimana kamu liburan nya? apakah mengasikan?" Tanya Ibu.
"Asikk banget bu, apalagi sama mas Rafli" Rania sambil melirik Rafli.
"Syukurlah, ibu seneng juga dengernya"
Mereka pun berbincang bincang, setelah berbincang bincang mereka makan malam bersama di rumah Rafli. Dan orang tua Rania memutuskan untuk pulang kerumahnya.
"Ran, ibu sama ayah mau pulang dulu, ini udah malam, nanti kamu main aja ke rumah kalau kangen kami ya nak" Ibu Rania sambil mengelus rambut Rania.
"Iya ibuuuu, pasti" Jawab Rania.
"Ohh iya bu, pas di hotel aku ketemu kaka, apakah kaka sering mengabari ibu?" Tanya Rania
"Iya kakamu telfon ibu katanya ketemu kamu sama Rafli disana pas makan malam, kebetulan kan jadi kalian ketemu" Jawab Ibu.
"Kaka ga pulang ke sini bu?"
"Katanya sih pulang kalau ada perlu aja , ya sudah lah nanti juga kakamu pasti pulang Ran" Jawab Ibu.
__ADS_1
Setelah orang tua Rania kembali kerumahnya.
Kini Rafli dan Rania sudah satu kamar. Rania sibuk memainkan ponselnya sedangkan Rafli sibuk dengan Laptopnya mengerjakan yang sudah dia tinggalkan setelah seminggu lamanya.
Rania sedang chat dengan Jeny.
"Jen apa kabarmu?" Tanya Rania
"Aku baik baik saja Ran, apakah kamu sudah pulang dari liburan?" Tanya Jeny
"Sudah, ini sedang istirahat" Jawab Rania
"Ohh ya syukurlah kalau kalian sudah kembali, Besok kamu sibuk ngga Ran?" Tanya Jeny
"Aku ga sibuk kok, kita masuknya kan masih lama jadi aku ga sibuk kok Jen" Jawab Rania
"Aku kangen nih sama kamu, kita ngumpul yuk sama Bilqis dan Okti juga diajak, ke tempat biasa kita tongkrongan"
"Hmmm boleh, tapi aku ngumpul dulu sama anak anak motor ya" Jawab Rania.
"Iya Ran ngerti kok aku" Jawab Jeny.
Setelah mereka mengakhiri chattingan. Rafli mendekati Rania.
"Ran"
"Iya apa mas?" Tanya Rania
"Kamu sedang apa? serius banget liat hpnya" Tanya Rafli
"Ini, si Jeny, minta kumpul sama teman teman besok" Jawab Rania
"Jeny, temanmu yang kamu pernah cerita itu kan sayang?" Tanya Rafli
"Iyaaa, itu mas. Ooh iya, tapi besok aku mau ngumpul dulu sama anak anak motor boleh ya mas?" Rania merayu
"Tapi kamu jaga diri ya, sama jaga hati, inget udah punya suami " Rafli sambil memeluk Pinggang Rania
"iya mas, aku cuma pengen ngawasi bryan tuh, yang sama Jeny temen aku, brengsek dia mas, aku kesel sendiri, ga ada otak tuh anak, ngerusak anak orang" Rania kesal.
"Iya sabar sayang".
Tiba tiba Rafli memindahkan Rania berbaring di ranjang.
"Mas mau ngapain?" Tanya Rania bingung.
"Seperti biasa lah sayang" Jawab Rafli.
Perlahan Rafli mencium bibir Rania. Dan melakukannya dengan puas, tetapi mereka lupa memakai alat kontrasepsi.
Setelah itu mereka tidur karena kelelahan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KASIH AKU RATE YAH TEMAN TEMAN , MAKASIH BANGET🤗🙂☺