
Rafli tampak bingung dikamar, ada apa dengan istrinya, mereka memang kurang terbuka, kurang komunikasi, Rafli sibuk urusan kantor, Rania juga sibuk urusan sekolah.
Akhirnya Rafli mempunyai ide memberi kejutan untuk Rania. Di hari ulang tahun nya, tetapi Rafli tidak tahu kapan ulang tahun Rania, lalu dia membuka Kartu Keluarga yang sudah diurus kemarin setelah menikah dengan Rania. Ulang tahun Rania tanggal 22 Desember besok.
"Wah sebentar lagi istriku ulang tahun, aku akan memberi kejutan padanya, tapi aku harus menjelaskan masalah Yessa dulu" batin Rafli.
Dikamar Rania.
Rania menatap dinding kamarnya, memikirkan apa kehidupan selanjutnya. Yang pasti ingin selalu bahagia. Tiba tiba Rafli kembali mengetuk pintu kamar Rania.
"Rannn..Ran, buka pintu nya, mas mau ngomong, sebentar saja" suara Rafli agak pelan.
Tak lama kemudian Rania membuka pintu untuk Rafli.
"Ada apa mas?" Tanya Rania.
"Yang masalah tadi, maaf mas kurang terbuka sama kamu, jadi tadi begini. Dia mengajak dinner, aku juga lupa memberi tahumu" Tiba tiba terpotong karna Rania langsung berkata.
"Iya dinner, aku yang ngangkat telfon kemarin malam"
"Loh yang mengangkat telfon Ran?"
"Hmm"
"Iya, itu teman mas, namanya Yessa. Dia dulu pernah menjalin hubungan denganku Ran, tetapi dulu dia selingkuh dengan teman baikku Afif, jadi sekarang kami tidak ada apa apa Ran, jangan marah ya, dinner itu sebagai tanda teman saja kok Ran" Rafli menjelaskan.
"Pertemanan tapi mesra ya mas, hehehe" Rania sambil tertawa kecil.
"Iya itu salah mas, ngga jaga jarak sama yessa, tapi dia masih berharap banyak denganku, baiklah besok aku akan terus terang bahwa aku sudah menikah" Rafli sambil mengelus rambut Rania
"Nanti semua tau dong kalo aku sudah menikah?" Rania melotot ke Rafli.
"Iya tidak ran, aku bilangnya sudah menikah, tapi jika ada yang tanya bilang saja ya ada lah, seseorang, dia cantik, baik, keren, dan pastinya dia melayani suaminya dengan baik" Rafli memuji Rania.
"Ah mas terlalu memuji aku" Rania tersenyum.
"Iya memang faktanya begitu"
Tiba-tiba dirumah mati listrik, lampu mati, gelap sekali. Rania sangat takut dengan gelap, tidak berani tidur sendirian.
"Mas , aku takut gelap, jangan pergi, disini saja sama aku" Rania menangis.
"Tidak, mas disini kok" Rafli sambil memeluk Rania.
Lalu mereka berdua tertidur diatas ranjang yang sama, sambil berpelukan. Keesokan harinya, Rania dulu yang bangun dan kaget, tidur bersama Rafli dalam pelukan, Rania tersenyum kecil, karna sangat nyaman. Tiba tiba dia teringat sesuatu, langsung melepas dari pelukan Rafli dan melihat jam.
"Ya tuhan, udah jam 6 pagi, aku belum mandi, masak"
Lalu Rania membangunkan Rafli.
"Mas , mas Rafli, bangunn, udah pagi, aku kesiangan nih ga sempet masak" Rania sambil menggoyang nggoyangkan tubuh Rafli.
"Benarkah? Jam berapa sekarang" Tanya Rafli
"Jam 6 pagi mas, aku mau mandi dulu saja, maaf Rania ga masak, jadi sarapan sama roti aja yang ada di meja ya, nanti Rania buatin teh" Rania langsung meraih handuknya dan langsung masuk kamar mandi.
Enak juga ya punya istri, baju ada yang ngurusin, makanan ada yang masakin, tidur ada yang nemenin. dalam batin Rafli.
Rafli langsung menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap siap menuju kantor. Rania yang sudah selesai mandi dan siap siap langsung ke dapur dan membuatkan teh hangat untuknya, setelah itu Rania mengambil kunci motor, menggunakan helm dan jaketnya , tiba tiba Rafli memanggil.
"Ran.. jangan terburu buru, kamu tidak mau pamit sama suamimu?" Rafli sambil memandang Rania yang sedang menggunakan jaket.
"Iya maaf mas, udah siang , aku berangkat dulu ya sayanggg muachhh" Tangan Rania sambil kiss bye ke Rafli lalu menuju Garasi.
"Hah , sayang. Iya sayang" Jawab Rafli sambil tersenyum.
Rafli pun juga menyusul untuk ke kantor sambil tersenyum senyum karna baru keluar kata sayang dari Rania, dan memikirkan hadiah apa untuk ulang tahun Rania yang ke 19 tahun. Sesampainya dikantor dia memanggil Emi untuk meminta pendapat. Emi datang ke ruangan Rafli untuk mengantarkan teh hangat.
__ADS_1
"Emi, bisa berbicara sebentar?
"Bisa bos, bagaimana ya?" Tanya emi
"Besok istriku ulang tahun, biasanya wanita suka apa? aku ingin memberinya kejutan"
"Bagaimana jika kalian dinner, atau bulan madu, kan semenjak menikah kalian kaya jarang bareng berduaan kan bos?"
"Eh iya aku belum bulan madu sama dia, besok deh kebetulan hari ulang tahun nya pas dia liburan akhir semester, rekomendasi tempat dong Em, kamu waktu bulan madu kemana Em? Tanya Rafli
"Dulu aku ke Bali si bos, coba aja ke luar negeri bos yang deket kaya di singapura"
"Aku putuskan ke Singapura aja deh"
"Ide yang bagus bos"
"Coba kamu check tiket pesawat untuk bulan depan ke singapura, Em nanti kabari saya ya"
"Baik bos, saya permisi dulu" (lalu emi meninggalkan ruangan Rafli)
Di sekolah Rania
Jeny tiba tiba menghampiri Rania yang sedang memakan cemilan.
"Ran, raniaa"
"Apa jen?" Jawab Rania
"Kamu tau Bryan kan? temen motor mu tuh yang ganteng, leader komunitas mu kan?" Tanya Jeny
"Kenapa emang, ya aku kenal" Jawab Rania
"Aku pacaran sama dia Ran"
"Hah, serius, hmmm aku bukan nya mau njelek njelekin Bryan si Jen, dia itu playboy cap kampak, kamu hati hati ya, jaga diri" Rania Kaget.
"Kalo aku denger dari anak anak si begitu, katanya pernah ngambil virgin temen nya temenku" Rania menjawab.
Jeny terkejut, lalu khawatir.
"Ran, aku mau ngomong sesuatu, tapi kamu janji ya, jaga rahasia ini" Jeny sambil memegang tangan Rania
"Iya cerita aja, kamu kenapa Jen?" Tanya Rania serius
"Sebenarnyaa.. aku udah pernah melakukan hubungan badan sama dia Ran" Jeny sambil menunduk.
"Wahh, gila kamu ya Jen, aduh dari awal kenapa kamu ngga tanya aku tentang tuh anak si? Dia brengsek Jen," Rania sambil menghela nafas kasar.
"Aku baru melakukannya satu kali, lah kamu sama suami kamu apa belum pernah melakukan nya?" Tanya jeny
"Belum jen, kamu aneh, aku yang udah nikah aja malah belum melakukannya, kamu malah yang baru pacaran, aduhhh jenyyyyyy......."
"Aku pertamanya menolak sih Ran, tapi dia maksa, soalnya aku sayang banget sama dia Ran" Jeny sambil melihat Wajah Rania.
"kamu sekali lagi jangan termakan kata sayang ya Jeny, jangan seperti itu okey?" Tangan Rania sambil memegang dagu Jeny lembut.
"Okey deh Ran" Jeny sambil memeluk Rania.
Setelah itu, ada bel masuk pelajaran. Dan sampai jam 15.30 pulang kerumah masing masing. Rania menuju parkiran, untuk mengambil motor, dan pulang. Ketika dijalan, tidak sengaja dia melihat bryan, dia sedang berboncengan dengan cewe lain.
"Ini aku ga salah liat kan ya, itu bryan bukan ya?" Dalam batin Rania.
Untuk memastikan Rania mengikuti Bryan. Bryan menyadari ada yang membututi dari belakang pun berhenti di tepi jalan. Dan Bryan turun dari motor menghampiri Rania.
"Eh kamu Ran, ada apa mengikuti ku?" Tanya Bryan.
"Engga ada apa apa yan, dah lama kita ga ngumpul, apa kabar kamu?" Sambil berjabat tangan dengan Bryan.
__ADS_1
"Baik kok baik, kalo kamu?" Tanya Bryan
"Baik juga, eh itu siapa yan?" Tanya Rania
"emmmm......itu" tiba tiba cewe itu memanggil Bryan dengan kata Sayang,
"eh aku permisi dulu ya Ran, udah nunggu tuh" Bryan langsung menuju motornya dan pergi.
Rania pun juga pulang dan memikirkan nasib teman nya itu, apa yang terjadi dengan dia, mau saja dengan Bryan brengsek itu. Sesampainya dirumah, Rania istirahat, setelah istirahat dia membersihkan diri dan menuju ke dapur untuk masak makanan malam.
"Hmmm, mas Rafli dimasakin apa ya? Batin Rania.
Akhirnya Rania memutuskan untuk membuat sayur sop dan membuatkan nya teh. Rafli pun pulang dari kantornya.
tok..tokk.tokk...
"Rann, raniaa kamu dimana sayang?" Rafli sambil melihat ruang tengah.
"Aku di dapur mas, abis selesai masak nih, sini makan dulu" Rania menjawab.
Rafli lalu menuju dapur.
"Istriku masak apa, keliatan nya enak"
"Aku masak sop nih, sini jas dan tasmu aku bawa ke kamar" Lalu Rania membawanya ke kamar Rafli.
Rafli cuci tangan dan mengambil makanan.
"Enak juga masakan Rania"
Rania datang.
"Gimana mas? enak ga, apa keasinan?" Tanya Rania sambil mengambilkan minum untuk Rafli.
"Enak kok sayang" jawab Rafli.
"Hmm, makasih mas" Rania malu malu.
"Kamu kapan liburan akhir semesternya?" Tanya Rafli.
"Desember mas,"
"Kamu mau liburan gak?" Tanya rafli
"Liburan? kemana mas?"
"Ke luar negeri aja" Jawab Rafli
"Serius mas? Yeyyyyy akhirnya aku liburan jugaa setelah mikir" Rania kegirangan.
"Iyaa anggap saja bulan madu juga" Rafli tertawa kecil.
"Iya yah kita belum belum bulan madu yah mas".
Setelah makan selesai, Rafli dan Rania pun menuju kamar masing masing.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like yaaaaaa dan vote
__ADS_1
❤❤❤