Menikah Muda Rania

Menikah Muda Rania
EPISODE 16


__ADS_3

Jeny tampak kebingunan di kamarnya, gelisah sambil memegang testpacknya itu. Menangis, meratapi masa depan yang mungkin akan hancur secepat itu karena ulah seseorang yang tidak bertanggungjawab. Jeny berusaha menghubungi Bryan. Lewat whatapp.


"bry kamu dimana? aku mau ngomong sesuatu yang penting sama kanu"


"Aku sibuk kapan kapan saja"


"plis ini penting"


"ya sudah katakan saja ada apa?"


"kita ketemu saja besok, ini masalah besar, aku tolong minta pengertiannya, ketemu di restoran biasa, jam 7 malam"


"baiklah".


Setelah menghubungi Bryan, Jeny memegang perut yang masih rata itu.


"Sabar ya sayang, mama ngga akan menyakitimu, walaupun mama pun tahu, ayahmu tidak akan menginginkanmu hadir" Tak terasa air mata Jeny turun sudah di pipi. Karena menangis cukup lama, Jeny tertidur.


Keesokan harinya, seperti biasa Jeny harus ke kamar mandi muntah muntah. Setelah itu bersiap siap untuk berangkat sekolah, tetapi mukanya terlihat sangat pucat.


"Jeny kamu kenapa sayang? kamu sakit ya? mending ga usah berangkat dulu saja sayang" Ucap mama Jeny, tante Danty


"Aku tidak apa apa ma, aku kecapean saja kok, kalau aku tidak berangkat hari ini, aku ketinggalan banyak pelajaran" Jawab Jeny


"Ya sudah kalau begitu, kamu sarapan dulu biar ga lemes yaa"


Setelag menyelesaikan sarapan nya, Jeny menuju ke sekolahnya. Ketika sampai di kelas. Disana sudah ada Rania.


"Bagaimana keadaanmu hari ini Jen?" Tanya Rania

__ADS_1


"Aku baik baik saja Ran, cuma ini biasa kalau pagi pagi aku begini, bagaimana ran? kamu sudah tau cara agak menyembunyikan ini bagaimana?" Tanya Jeny sambil menunjuk perutnya.


"Maaf Jen, aku sudah berusaha menghubungi Dony, tapi tidak ada hasil, suamiku akan membantu kok tenang saja ya, kamu tidak sendiri, ada kita bertiga" Jawab Rania sambil memegang perut Jeny yang masih rata.


Jeny hanya mengangguk dan kembali ke tempatnya. Selama pelajaran berlangsung Jeny tampak murung dan lemas, Rania pun memperhatikan nya. Ketika pelajaran sedang berlangsung, Rania beinisiatif untuk izin ke toilet dan mengajak serta Jeny. Rania maju menghampiri gurunya.


"Maaf pak, saya minta izin ke toilet"


"Baiklah, silahkan" Jawab Guru


"Baik pak"


Lalu Rania menarik tangan Jeny untuk ikut dengan nya.


"Ada apa Ran?" Tanya Jeny


"Kamu sedang apa, kamu lemas sekali. Apakah kamu sudah membeli susu hamil?" Tanya Rania.


"Ya sudah nanti pulang sekolah kita mampir ke supermarket beli susu, kamu sabar aja nanti aku akan berusah mencari tahu tentang Dony untuk bertanya yah" Rania sambil memegang tangan Jeny


"Terima kasih Ran" Jeny menangis


"Iya sama sama sahabatku" Rania sambil tersenyum.


"Jen" Panggil Rania tiba tiba.


"Ada apa Ran?"


"Apakah kau melakukan nya tidak menggunakan pengaman?" Tanya Rania

__ADS_1


"Tidak Ran" Jawab Jeny sedih.


"Ohh, pantas saja kamu hamil Jeny"


"Lalu kamu dengan suamimu, apakah audah selayaknya kau melayani suamimu? Tanya Jeny


"Aku sudah berusaha Jen" Jawab Rania


"Syukurlah, masih mending kau melakukan nya dengan suamimu, yang berarti tidak apa apa, lah apa dayaku Ran?" Tanya Jeny


"Sudah jeny, ini mungkin memang jalan hidup, nikmati saja, kita bisa melewatkan nya kok" Rania sambil memegang tangan Rania dan memeluk sahabatnya itu, ketika perbincangan sudah selesai mereka kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


-------------------------------------


Rafli dikantor tampak sangat sibuk, belum lagi mencari kabar tentang Dony dan keluarga nya. Tiba tiba ada telfon masuk.


"Hallo dengan siapa?" Tanya Rafli


"Saya suruhan bos, yang mencari Dony dan kaka nya, menurut info mereka tidak jauh dari sini, saya akan mengirimkan alamatnya"


Lalu orang itu mengirimkan alamatnya lewat pesan whatsapp. Setelah itu Rafli menelfon Rania, tetapi tidak diangkat, karena Rania sedang mengikuti pelajaran.


Setelah Rania pulang sekolah, dia baru membuka HP nya dan melihat ada panggilan tak terjawab dari Rafli, Rania menelfon balik Rafli.


"hallo mas, ada apa?" Tanya Rania


"Mas , udah tau alamatnya Ran, begini saja kamu pulang kerumah dulu, nanti kita kesana ya, kamu istirahat dulu, mas selesaikan pekerjaan dikantor dulu ya sayang " Jawab Rafli


"Baiklah mas, aku akan pulang dulu"

__ADS_1


Lalu Rania langsung pulang dan Rafli menyelesaikam pekerjaan nya.


__ADS_2