
Rania mengetuk pintu rumah Dony.
tok...tok..tok..
"Assalamualaikum"
Akhirnya dibukak oleh ibu nya Dony.
"Walaikumsalam, maaf dengan siapa ya?" Tanya ibu Dony.
"Saya teman nya Dony bu, apakah ada ?" Tanya Rania
"Ada, mari masuk dulu"
Lalu mereka masuk kerumah dony, tak lama kemudian dony datang menghampiri.
"Ini Rania ya? Teman SMP ku, kamu kan yang kelas 9B?" Tanya Dony.
"Iya ternyata kamu masih ingat Don, hmmm maaf nih don, aku mau tanya tetapi maaf jika ini menyinggung keluargamu. Sekarang saat ini kaka mu dimana ya?" Tanya Rania
"Oh kakaku sedang ada dikamar bersama anaknya memang ada apa Ran?" Tanya Dony.
"Apakah aku bisa menemuinya? ini masalah perempuan don" Jawab Rania
"Bisa bisa, ke kamarnya saja mari aku antar" ajak dony.
Lalu dony mengajak Rania dan Jeny pergi ke kamar kaka nua dony, Kak Lany.
tok tok tok.
"Kak, ada yang ingin menemui kaka"
"Mari masuk saja don, ga dikunci kok" Jawab Kak Lany.
"Ini siapa ya Don?" Tanya kak Lany sambil memandangi Rania dan Jeny.
"ini Rania, teman SMP ku, sedangkan ini adalah teman Rania, katanya ingin berbicara masalah perempuan dengan kaka" Jawab Dony.
"Ohh mari sini, duduklah" ajak Kak Lany.
"Terimakasih kak, maaf sebelumnya, aku kesini bersama teman saya Jeny, maaf jika pertanyaan kami sedikit lancang. Apakah kaka dulu waktu sekolah SMA sudah hamil duluan?" Tanya Rania ragu.
__ADS_1
"Hemmm, iya. memang ada apa ?" Tanya Kak Lany
"Temanku, Jeny, sama yang kaka alami dulu, kami kesini hanya ingin bertanya, kaka dulu bisa menyimpan rahasia besar ini sampai tamat sekolah, dam kami kesini ingin menanyakan hal tersebut" Tanya Rania.
"Aduh anak muda, aku juga menyesalinya dulu, lihatlah anakku, dia lahir tanpa ayah, aku membesarkan nya sendiri, kalau seperti itu yang kasihan adalah anaknya" Jawab kak Lany sambil menunjukan anaknya yang sedang tidur di pangkuan nya.
"Iya kak, ini kesalahan saya" Jawab Jeny.
"Kalau aku dulu waktu SMA, aku sudah hamil bulan Desember, aku juga sangat khawatir sekali waktu itu, khawatir bagaimana menyembunyikan perutku yang akan semakin membesar? Aku memakai rok yang agak besar dari biasanya aku pakai, lalu aku menggunakan korset, jadi tidak terlihat sedang hamil, palingan orang orang menganggapku tambah gendut, seperti itu aku dulu Ran" Jawab Kak Lany.
"Apakah itu tidak akan ketahuan kak?" Tanya Jeny
"Bisa asal kau konsisten menggunakan rok besar dan korset itu, dan ketika kau ingin muntah muntah di sekolah, langsung izin saja ke WC, tidak apa apa" Jawab kak Lany.
"Apakah ayah dari anak kakak bertanggung jawab atas anak ini?" Tanya Rania.
"Seperti yang kau lihat saat ini, dia tidak bertanggung jawab lalu menyampakanku, maka aku tekankan sekali lagi, aku sebenarnya tidak ingin hal ini terjadi di kemudian hari, tetapi lihatlah sekarang, ternyata masih ada, ayah anakku tidak bertanggung jawab sampai detik ini, aku mengurusnya sendiri, aku kerja untuk anakku, jika aku sedang diluar urusan pekerjaan aku titip anakkku pada ibukku, itupun dibantu sama adikku Dony" Jawab kak Lany
"Apakah kaka bilang bahwa kaka hamil kepada orang tua kaka? Tanya Jeny
"Iyaa, aku mengatakan apa yang ada, mereka langsung menamparku, mereka awal nya marah, tetapi lama kelamaan luluh sampai sekarang, mereke sangat hancur, menganggap mereka gagal dalam mengurus anak yang seperti aku, hamil diluar nikah" jawab kak Lany seakan menangis
Jeny yang mendengar cerita dari kak Lany pun terenyuh dan menyesali perbuatan nya itu, demi cinta yang membutakan segalanya. Jeny pun ikut menangis ketika mengingat mama dan anaknya.
"Aku hanya teringat pada mamaku Ran, bagaimana aku bisa jujur Ran? Aku bahkan sangat takut sekali" Jawab Jeny
"Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu Jen, memang tak mudah tapi percaya lah kau dapat melewati semuanya dengan baik" Kak Lany sambil tersenyum kepada Jeny
"jangan ada sekali sekali pikiran untuk membunuhnya, karena dia tidak bersalah apa apa"
"Aku pun tidak berpikirian demikian" Jawab Jeny.
"Baiklah kalau begitu bagus, jika ada hal yang inginkan kau tanyakan lagi, kau bisa menghubungiku lagi Jen, kamu wanita kuat, kamu bisa melewati ini dengan baik, kau harus membangun mental yang kuat, dan berdoa juga kepada Tuhan"
Dony dan Rafli menunggu diruang tamu sambil berbincang bincang.
"Apakah om suaminya Rania?" Tanya Dony
"Iya aku suaminya Rania " Jawab Rafli
"Kenapa Rania bisa menikah, bukannya dia masih sekolah?" Tanya Dony
__ADS_1
"Iya, tapi kami masih menyembunyikan nya di publik, karena takut menggangu sekolah Rania yang sebentar lagi akan selesai." Jawab Rafli
Tak lama kemudian Jeny, Rania keluar dari kamar kak Lany.
"Bagaimana apakah sudah selesai berbincang nya?" Tanya Rafli
"Iya sudah mas, mari kita pulang, tapi sebelum itu, nanti antarkan Jeny pulang kerumahnya" jawab Rania.
"Maaf Dony, aku merepotkanmu untuk hari ini tapi terima kasih memperbolehkan kami berkunjung, nanti kalo ada waktu aku akan mampir kembali" Ucap Rania kepada Dony
"Baiklah Rania, dengan senang hati" Jawab Dony.
Rania dan Rafli mengantar pulang Jeny pulang kerumahnya.
"Jen"
"Iya Ran?" Tanya Jeny
"Kapan kamu akan jujur pada ibu mu?" Tanya Rania
"Entah lah ran, yang pasti aku belum siap" Jawab Jeny
"Kau harus siapkan mentalmu untuk berbicara jujur ya"
"Itu pasti Ran" Jawab Jeny.
Tak lama kemudian Jeny sampai di depan rumahnya dan langsung masuk ke rumah nya
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
#JANGAN LUPA LIKE RATE DAN KOMENT
maaf ini hanya cerita, untuk diambil sisi positifnya yaitu menghindari pergaulan bebas