Menikah Muda Rania

Menikah Muda Rania
EPISODE 2


__ADS_3

Rania langsung memandangi ayahnya.


"Ayah, kenapa bisa berfikiran seperti itu, bagaimana aku bisa menikah? Sedangkan aku masih sekolah, masih satu tahun lagi" Jawab Rania sambil menangis.


"Bagaimana nak Rafli, apakah engkau bersedia menikah dengan Rania? Tanya pak Herman kepada Rafli yang bengong.


"Kalau saya tergantung Rania nya pak" Jawab Rafli


"Bagaimana putri manja Ayah? Apakah kamu mau menikah dengan nya? Jangan ada penolakan yah. Ayah tidak suka, kau senangkan melihat ayah sehat kembali? Turuti kata ayah ya nak"


"Lalu, bagaimana dengan sekolah Rania? Aku masih sekolah ayah." Jawab Rania sambil merengek.


"Kamu bisa sembunyikan dulu status pernikahan mu sampai kamu lulus, Mau ya Rania. Ayah akan bahagia jika kamu menikah denga Rafli" Pak Herman memohon pada Rania.


"Jangan jangan, Ayah jangan memohon padaku seperti ini. Baiklah, jika itu membuat ayah bahagia dan senang. Rania mau menikah dengan mas Rafli" jawab Rania sambil melihat Rafli dengan muka tidak senang.


"Menikahlah disini, karena aku walimu." Jawab Pak Herman.


"Apa? Besok? Tidak terlalu cepat?" Jawab Rania kaget.


"Iya, besok. Tidak ada tapi tapian, tidak ada penundaan. Harus besok. Jam 10 pagi ayah tunggu disini" jawab Pak Herman tegas.


"Baiklah ayah" Jawab Rania, lalu meninggalkan ruangan Pak Herman.


Rania keluar dan menangis. Entah apa yang harus diperbuatnya. Memikirkan masa depan nya. Menikah dengan orang yang Rania tidak suka dan tidak kenal sama sekali. Rania seperti dihantam batu mendadak rasanya. Di sisi lain ayahnya masih sakit, sisi lain nya harus menikah dengan pria yang umurnya jauh darinya. Iya, saat ini Rania berumur 18 tahun sedangkan Rafli sudah berumur 27 tahun.


Hari esok telah tiba, hari pernikahannya dengan Rafli. Rania membolos sekolah dengan alasan izin acara keluarga selama 2 hari. Rania di pakaikan kebaya yang diberi ibunya. Lalu dirias secantik mungkin oleh penata rias. Lalu berangkat menuju rumah sakit. Sedangkan Rafli sudah berada di rumah sakit. Penghulu juga sudah datang.

__ADS_1


tok..tokk.tok..


"Masuklah nak"


Rania masuk, semua mata tertuju pada Rania. Karena penampilan nya sangatlah cantik. Rambutnya yang disanggul indah dengan bunga melati sebagai hiasanya.


"Baiklah, apakah acara bisa dimulai?" Tanya penghulu


"Bisa-bisa, mari kita mulai" Jawab Ayah Rania sambil menahan sakit di dada nya.


Penghulu pun memberikan instruksi kepada Rafli dan Ayahnya Rania. Rafli mengangguk tanda maksud. Tak lama kemudian, tangan Rafli berjabat dengan Ayah Rania.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya, Rania Beristy Herman binti Herman Solihin dengan mas kawin tersebut tunai" Pak Herman Tegas


"Saya terima nikah dan kawin nya Rania Beristy Herman dengan mas kawin tersebut tunai" Jawab Rafli dengan sedikit gugup


setelah itu Rafli memasangkan cincin ke jari Rania, begitu pula sebaliknya, lalu mendata tangani surat pernikahan yang dibawa penghulu.


"Kalian sudah menjadi pasangan suami istri, lakukan kewajiban kalian dengan baik, saya permisi dulu, mari pak,bu" Penghulu pun meninggalkan ruangan.


Rania menahan air mata nya yang mau menetes, dia tak mau melihat ayahnya terus bertambah drop. Tiba tiba ayah Rania jatuh dari tempat tidur dan sontak membuat semua kaget, lalu Rafli dibantu saksi tadi memindahkan kembali ke tempat tidur.


"Ayah, kenapa ayah" Rania sambil menangis.


"Nak Rafli, tolong panggilkan dokter ya" Ibu Rafli.


"Baik bu" Lalu Rafli meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa Pak Herman yang pingsan tadi.


"Mohon maaf bu. Suami anda sepertinya bertambah parah penyakitnya. Ini harus dipindah kembali ke ruangan IGD, tapi mohon maaf, bila nanti sudah berada di ruangan IGD, jangan ada yang masuk ya. Karena ini harus dalam pengawasan ketat" Lalu Dokter dan suster memindahkan Pak Herman ke ruangan IGD.


Rania menangis di pelukan ibunya. Ibunya juga menangis berharap Pak Herman segera pulih.


"Nak, pulanglah bersama Rafli, sekarang suamimu sekarang. Terimalah dia menjadi suamimu" Ibunya sambil memeluk Rania.


"Tapi Aku ga bisa jauh jauh dari Ibu, dari Ayah juga" Rania menjawab sambil menangis.


"Nak, sekarang kamu sudah besar. Bukan gadis kecil ibu lagi, kamu sudah dewasa sudah menikah pula" Ibunya sambil melepaskan Rania dari pelukan nya


"Baiklah" Jawab Rania singkat


"Nah begitu. Nanti ibu menyuruh bibi membereskan barang mu yang ada dirumah, di pindahkan kerumah Rafli"


"Loh bu, apakah akan tinggal disana seterusnya?" Tanya Rania


"iya, tinggal bersama suamimu, kamu kalau kangen ibu kan bisa kerumah aja" Jawab Ibu Rania


"Hemmm" jawab Rania singkat.


Rafli pun berbicara ke Rania untuk pertama kalinya. Ya memang sudah bertemu beberapa kali dengan Rania, tapi Rania tidak memahaminya. Rafli datang kerumah karena urusan pekerjaan dengan ayah Rania. Saat itu Rania sedang membaca buku di ruang tengah. Raflu melihat dari ruang tamu dan sudah mengaguminya sejak lama.


.


.

__ADS_1


#Maaf ya kalo bahasanya kurang berkenan


__ADS_2