Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Wanita Menyebalkan


__ADS_3

"Aku Terlambat!" Seorang gadis manis yang baru saja terbangun dari tidurnya nampak meloncat dari atas ranjang lalu berlari ke kamar mandi setelah melihat jam yang menggantung di dinding kamarnya sudah menunjuk pukul sembilan pagi.


"ini semua gara-gara Angel" gerutunya lalu mengguyur tubuhnya dengan air. Jika saja tadi malam ia tidak mengajak karaokean hingga tidur larut malam, pasti saat ini tidak akan bangun kesiangan. Apalagi saat ini kedua orang tuanya Tynsa sedang berlibur, tidak ada yang membangunkannya jika kesiangan.


"Angel...Angel!!" Tynsa terus merutupi sahabat baiknya itu sambil memakai baju dinas putihnya. Hari ini adalah hari pertama masuk kerja setelah pergantian Tahun untuk mengikuti Rapat Minilog setelah tigahari yang lalu dapat panggilan dari Pak KTU (Kepala Tata Usaha).


"Tensi Dimana tensi aku harus membawanya?" Tynsa mengedarkan pandangannya mencari letak keberadaan tensinya yang sudah ia siapkan untuk dibawa ke puskesmas sejak dua hari yang lalu.


"Hah, itu dia!" Tynsa pun segera memasukan tas tensi yang ia cari setelah menemukannya di bawah meja tempat bedaknya, tanpa peduli dengan wajahnya yang belum terpoles sedikit pun make-up. Tynsa pun keluar dari kamarnya.


"Bagaimana ini? bisa-bisanya hari pertamaku masuk kerja aku terlambat!" rutuknya sambil memperbaiki kaca spion motornya yang sudah terbalik. Dengan pelan-pelan menghidupkan motornya kemudian balapan agar lebih cepat sampai ketempat kerjanya.


"Aku akan mengomelimu jika kita bertemu di Puskesmas nanti!" amukan Tynsa setelah turun dari motor dan di parkir di sebelah kanan Gedung. Melihat suasana tempat kerja yang pada sibuk melayani pasien, Tynsa dapat menebak jika saat ini semua sudah mulai bekerja dan rapat sudah berjalan.

__ADS_1


Brak...tuk...tuk...tuk...


Bunyi suara kunci motor yang terjatuh kelantai terdengar sangat nyaring membuat perhatian tertuju kepadanya.


"Agh sial. Siapa yang berani menyenggol ku!" rutuk Tynsa sambil mengambil kunci motornya yang terjatuh tanpa mempedulikan seseorang yang sudah di tabraknya.


"Apakah kau sengaja? kamu taro dimana matamu??" ucap seorang pria dengan datar pada Tynsa. Pria itu menepuk bahunya, seolah ditabrak oleh Tynsa menimbulkan debu di baju dinasnya.


Tynsa mengangkat wajahnya, menatap pada pria berwajah dingin di depannya dengan tatapan terpesona. Tampan juga dia, keluhnya.


Mentang-mentang dia ganteng sombong sekali bicaranya. Rutuk Tynsa dalam hati lalu bangkit dan berdiri.


"Kau ngomong apa tadi?!" Tynsa menatap kesal pria yang berdiri didepannya.

__ADS_1


"Wanita Menyebalkan" ucapnya tanpa mempedulikan perasaan Tynsa.


"Kau..." Tynsa emosi


Pandangannya tertuju pada kepala ruangan yang berjalan kearahnya. Tanpa mengatakan sekata pun pada pria itu yang masih menatap padanya. Untung saja dia sudah diberitahukan ruangan dan PJ ruangannya sehingga ia tidak perlu kebingungan menanyakan letak ruangan seperti saat ini.


"dasar wanita Menyebalkan!" umpat pria itu lalu berjalan kearah ruangannya. Dihari pertamanya bekerja dia sudah dihadapkan dengan wanita Menyebalkan yang tanpa bersalah meninggalkan begitu saja.


Selamat datang di karya saya, Cerita Tynsa dan Reno akan dimulai dari ini....


Mohon dukungan, vote dan giftnya terimakasih sebelumnya, saksikan kisah berikutnya dan sekali lagi mohon dukungan, vote dan giftnya....


terimakasih aku cinta kalian semuanya....

__ADS_1


up up up up ....


__ADS_2