Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Bosan Di rumah Akhinya Jalan-Jalan


__ADS_3

Suasana di tempat kerja pagi itu tampak biasa-biasa saja, teman-teman Tynsa ada yang berbisik-bisik membicarakan kejadian yang terjadi pada Tynsa Namun tidak sampai menghebohkan.


“Tynsa apa kamu baik-baik saja?” Tanya salah satu teman kerja Tynsa.


“ Aku baik-baik saja kok. ” Ucap Tynsa pada teman kerjanya.


“ Syukurlah aku sungguh takut kamu kenapa-napa.”


“Yah… Untung saja Reno menyelamatkanku” Ucap Tynsa.


Untung saja kejadia di acara makan-makan di central park malam itu membuat teman Tynsa tidak lagi bertanya soal hubungannya dengan Reno apalagi Tina tak lagi berani bertanya tentang hubungannya dengan Reno hingga Wanita itu nampak berubah dan lebih memilih menjalani hari-harinya dengan tenang.


Kebohongan Tynsa pun Nampak berlanjut dan Reno terlihat menikmati keadaan tersebut lalu Tynsa merasa aman dan tenang tak lagi berurusan dengan pria-pria yang berusaha mendekatinya.


“ Semakin hari mama dan papa sering saja meninggalkan aku di rumah” Rutuk Tynsa yang merasa kesepian dan bosan di rumah sendirian. Tynsa pun menatap jam dinding di kamarnya baru menunjukkan pukul setengah tujuh.


“Dari pada kesepian dan membosankan lebih baik aku jalan-jalan di luar saja.” Putus Tynsa. Tynsa pun turun dari ranjangnya lalu mengambil jaket dan kunci motornya kemudian berjalan kearah parkiran dan memakaikan helmnya di kepalanya. Tynsa mendorong keluar motornya dan mengunci pintu dan pagar rumahnya.


“ Saatnya menikmati udara malam…!” Seru Tynsa semangat dan melajukan motornya.


Dinginya udara malam menusuk pori-pori kulitnya namun Tynsa tetap melajukan motornya Bersama pengendara lain sambil menikmati indahnya suasana jalan saat malam hari dimana lampu jalan yang tertata rapi beserta lampu Gedung yang berwarna warni took-toko yang cantik di hiasi dengan kelap-kelip lampu serta restoran yang terlihat megah.

__ADS_1


Satu jam berlalu mengitari jalanan yang panjang dan berbelok-belok terus melaju membelah keramaian dimalam hari.


“ Huh sial sekali lampu merah!” gerutu Tynsa saat motornya berhenti terkepung diantar kedua mobil.


*


Tes… tes… tes…


Setetes demi setetes hujan turun membasahi wajah Tynsa saat melihat keatas langit.


“ Hujan, bagaimana ini?” Tynsa mulai panik. Tiba-tiba mobil di sampingnya menurunkan kaca mobilnya hingga ia melihat sosok yang berada di dalam mobil tersebut.


“Reno…?” Ucap Tynsa menatap Reno dengan wajah terkejutnya.


Tynsa memalingkan wajahnya merasa malu di karenakan tatapan Reno.


“ Kamu ngapain di luar? Apa kamu tidak lihat kalau cuaca sedang tidak bagus?” Tanya Reno.


Apa kamu baru saja berbicara padaku? Tanya Tynsa memastikan.


Reno diam. Kini dia menatap lurus kedepan.

__ADS_1


Tin


Tin


Suara klason mobil saling bertautan seakan tidak sabar keluar dari kemacetan membuat Tynsa menacap gas motornya. Baru beberapa meter melewati lampu merah, wajah Tynsa sudah Kembali basah oleh rintih air hujan.


Merasa hujan semakin lebar dan kini sudah membasahi jaket dan celananya, Tynsa pun menepikan motornya, pandangannya terus mencari tempat persinggahan sementara untuk berteduh.


“Nah itu dia.” Seru Tynsa saat melihat sebuah ruko yang bisa berteduh sebentar.


“Permisi pak, saya numpang berteduh sebentar ya? Ucap Tynsa pada seorang pria paruh baya yang tengah menjaga warung.


“ Silahkan nona. Balasnya sopan.


Tynsa tersenyum lalu mengucapkan terimakasih, beberapa motor pun ikut berteduh di karenakan hujan semakin deras namun sudah lima belas menit kemudian hujan tak kunjung reda. Tynsa semakin kedinginan apa lagi saat ini jaket dan bajunya basah. Beberapa orang yang turut berteduh mulai meninggalkan teras toko yang sepertinya hujan akan turun cukup lama.


“ Apa aku pergi saja?” Menunggu hujan reda bisa-bisa saya sampai rumah sudah subuh. Pikir Tynsa, saat larut dalam pikiranya tiba-tiba ada sebuah mobil yang ia kenal menepi kearahnya.


“Mobil Reno?” Gumam Tynsa menatap mobil Reno. Tak lama Reno turun dari mobil dan membawa payung di tanganya.


“ Reno? Ngapain kamu di sini? Apa kamu ingin beli sesuatu? Tanya Tynsa sambil mengarahkan pandangan pada toko di belakangnya.

__ADS_1


“ Cepat masuk.” Titah Reno tanpa menjawap pertanyaan dari Tynsa.


Hay Teman-teman mohon dukungannya yah melalui like, komentar dan vote. Terimakasih.


__ADS_2