Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Tiba Tiba Panggil Sayang


__ADS_3

Ristaman masih tetap pada pendiriannya untuk tetap mendekati Tynsa dengan berbagai cara ia lakukan sehingga Tynsa mulai luluh dengan sikapnya Ristaman.


“Jadi kamu menerima ajakanku sabtu besok?” Tanya Ristaman merasa senang dengan jawaban dari Tynsa.


“baiklah sabtu besok aku akan menjemputmu.” Ucap Ristaman menutup menutup percakapan mereka pagi itu.


Beberapa menit yang lalu motornya Tynsa sampai di tempat parkir baru saja ia membuka helm dapat siraman air dari seseorang Wanita yang sedang mengamuk marah pada Tynsa dan menarik rambutnya tanpa sempat ada perlawanan dari Tynsa.


Apa-apaan ini! Bentak Tynsa sambil memutar badannya dan menendang perut Wanita tersebut sehingga rambut Tynsa terlepas dari tangan Wanita itu kemudian Wanita yang terjatuh ke lantai di hampiri oleh Tynsa dia berjalan di atas Wanita itu dan memegang leher bajunya sambil menampar pipi Wanita itu.


Memang apa kesalahanku? Bentak Tynsa merasa tak adil.


Wanita itu menapa tajam pada wajah Tynsa. “Dasar kamu pelakor” jika bukan karena kamu ke gatalan, Ristaman tidak akan memutuskanku!. Semburnya .


Tynsa terkejut dengan perkataan Wanita itu. “Ristaman?” ucap Tynsa dengan nada tinggi. Untung saja masih pagi itu masih cukup sepi sehingga keributan yang di buat Wanita tersebut tidak terdengar oleh teman-teman satu tempat kerja Tynsa.


“Ya. Ristaman." Pria yang sedang kamu dekati itu adalah kekasihku. Aku tidak rela, dia memutuskanku begitu saja karena kamu!” Jelas Wanita itu.

__ADS_1


“karena aku?” Tynsa menujukkan wajahnya.


“Dasar pelakor! Kamu kegatalan berani sekali mengambil pacarku!” makinya.


Tynsa… Angel terkejut dengan apa yang terjadi di depannya.


“kamu diam saja disana, Angel!” Titah Tynsa saat Angel yang hendak maju kearahnya. Dalam hal ini Angel tidak akan tinggal diam dan akan membantu untuk berperang.


“Apa kamu bilang aku pelakor, kegatalan?” Ucap Tynsa dengan tatapan tak kalah nyalang.


“Ya. Kenapa kamu tidak berterima, mau aku tambahkan panggilanmu? Semburnya.


“Punya bukti apa kau menuduhku?” Tantang Tynsa dengan emosi yang memuncak.


“Apa bukti ini tidak cukup!” Wanita itu membuka ponselnya dan berselancar mencari foto bukti lalu menunjukkan beberapa foto yang membuat Tynsa tercengang.


“apa bukti-bukti ini tidak cukup?” semburnya.

__ADS_1


Tynsa tidak mundur. Tatapanya pun menataap remeh Wanita itu. Jika kamu ingin menuduhku lebih baik kau cari tahu dulu kebenaran dari foto-foto yang kau ambil jangan langsung kau semprot seperti torang yang tidak berpendidikan saja.


“beraninya kamu masih mengelak!” berangnya.


“aku tidak pergi berduaan dengan kekasihmu melainkan kami berempat! Berempat...!! Anda mengerti?! Balas Tynsa.


“kau…” Wanita itu tak terima dengan penjelasan Tynsa. Dia melangkah kedepan Tynsa dan ingin menjambak rambut Tynsa untung saja Tynsa gesit langsung mengibaskan tangan Wanita itu dengan kuat.


Sekali lagi kamu berniat memukulku, aku akan membalasmu lebih. Titah Tynsa.


“Apa-apaan ini!” tanya Reno yang baru saja sampai di tempat parkir.


Tynsa pun membalikkan tubuhnya kebelakang setelah mendengar suara yang bertanya.


“Ayang… lihatlah wanita ini katanya aku mengambil pacarnya.” Ucap Tynsa tiba-tiba lalu berjalan kearah Reno dan memegang tangannya dengan tingkah sok manja.


Mohon dukungannya ya teman melalu like komen dan vote

__ADS_1


terimakasih sebelumnya.


__ADS_2