Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Tidak Tampan Karna Kesal


__ADS_3

Mendengar Reno yang berbicara panjang lebar untuk yang pertama kalinya untuk hal yang tidak penting membuat Angel melebarkan kedua matanya terkejut. Pandangan Angel tertuju pada Reno hingga pria tersebut menjatuhkan bokongnya dikursi paling belakang yang kosong.


Sedangkan Tynsa, berjalan kearah kaca kecil yang tertempel di dinding ruangan untuk melihat kondisi wajahnya saat ini. Dan benar saja, di pipinya ada begitu banyak Silver Queen yang tertempel diwajahnya.


“Ini sangat memalukan!” Gerutu Tynsa dengan suara kecil lalu mengambil tisu basah di atas meja dan menyekat noda Silver Queen yang menempel di pipinya.


Setelah membersihkan wajahnya, Tynsa pun mengalihkan pandangannya pada Reno yang nampak duduk sambil memainkan ponselnya.


Berani sekali Frizer dua pintu mengolokku! Rutuk Tynsa pada pria tampan yang sudah tidak terlihat tampan lagi di matanya.


”Apa kamu sudah mendengar suara emasnya tadi, Tynsa?’’ Tanya Angel setelah cukup memperhatikan Reno.


“Tidak. Aku sama sekali tidak mendengarnya!” Ketus Tynsa merasa kesal.


Angel menggelengkan kepalanya. Merasa lucu atas sikap sahabatnya itu.


”Suara merdunya itu akhirnya keluar hanya untuk mengolokmu, Tynsa.” Amel merapatkan bibirnya. Menatap wajah Tynsa yang masih merasa kesal karena cibiran Reno.

__ADS_1


“Diamlah atau aku akan menutup mulutmu!” Ucap Tynsa


“Ya, ya. Aku akan diam sekarang.” Angel kembali merapatkan bibirnya. Semakin lucu dengan sikap Tynsa.


*


Mood Tynsa yang sudah kacau sejak siang tadi karena Reno membuat wanita itu masih memasang wajah masamnya sampai pulang kerja.


“Hana, ada apa dengan wajahmu? Kamu semakin tua saja jika terus seperti itu.” Ucap Angel menatap wajah masam Tynsa.


“Diamlah. Aku sungguh tidak nafsu untuk berbicara,” Balas Tynsa dengan malas.


Tynsa dan Angel terus berjalan menuju tempat parkiran motor, Angel menghentikan langkahnya yang membuat langkah Tynsa ikut terhenti.


“Tynsa, Kamu lihat itu? Reno membawa mobil barunya” Ucap Angel sedikit keras.


Tynsa melihat kearah pandangan Angel. Dan benar saja, Reno terlihat baru saja masuk kedalam mobil barunya yang kelihatan mewah.

__ADS_1


“Reno sungguh keren!” puji Angel sambil bersandar di kedua tangannya.


Lidah Tynsa berdecak. “Kau itu sungguh berlebihan sekali. Di kampus kita dulu juga banyak yang punya mobil baru dan mewah,” Cibir Tynsa lalu kembali melangkah.


Angel pun turut melangkah. “Memang banyak. Tapi tidak semewah mobil Reno. Aku sangat yakin harga mobilnya itu sangatlah mahal,” Ucap Angel lagi.


Tynsa tidak lagi mendengarkan ucapan Angel dan lebih memilih berjalan kearah motornya.


“Ck. Ada apa dengan mata dan hatinya? Kenapa dia tidak bisa melihat yang sangat menonjol pada diri Reno.” Decak Angel tak habis pikir pada sahabatnya itu. Angel pun turut mengikuti langkah kakinya Tynsa mengambil motornya yang terparkir tidak jauh dari motornya Tynsa.


Setelah mengambil motor masing-masing, motor mereka pun mulai melaju meninggalkan perkara parkir tempat kerja.


“Sampai jumpa besok ya.” Ucap Tynsa melambaikan tangannya pada Angel lalu menacap gas motornya dengan kencang saat mereka berpisah di depan parkir.


Angel pun mengangguk lalu melambaikan tangan pada Tynsa yang sudah menjauh meninggalkannya.


“Kenapa aku seperti pernah melihatnya.” Gumam Tynsa sambil menatap kaca spion mobil mewah berwarna hitam hingga ia tidak bisa melihat siapakah orang didalam mobil tersebut.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2