
“Tynsa, apa dia pria yang mau kamu kencanin?” Bisik Lena di telinga Tynsa sambil menatap pria yang sedang berjalan kearah mereka sambil melemparkan senyum terindahnya.
Tynsa menggelengkan kepalanya. Bukan, kami tidak berkencan. Kami hanya berteman. Balas Tynsa.
Lidah Angel berdecak. Sudahlah, kamu tidak perlu bertanya padanya hanya membuat emosimu meledak. Bisik Angel di telinga Lena.
Lena menganggukkan kepalanya. “kamu benar.” Balasnya.
“Hai Tynsa, Anggel dan.....” Sapaan Ristaman terhenti saat melihat Lena untuk pertama kalinya bertemu dengannya.
“Lena.” Ucap Lena tersenyum.
Ristaman mengangguk. “ Ya Lena. Apa kalian sudah lama menunggu?” Tanya Ristaman.
“Tidak juga. Kami baru saja sampai beberapa menit yang lalu.” Balas Tynsa mewakili kedua sahabatnya.
Ristaman mengangguk paham. Wajah pria itu biasa-biasa saja saat melihat keberadaan Angel dan Lena yang sebenarnya menjadi pengganggu acara kencan mereka yang pertama.
“Apa kita langsung ke tempat makan saja?” Tanya Ristaman.
__ADS_1
“Ehm, Bagaimana kalau kita nonton dulu sebelum makan? Lagi pula kami baru saja siap makan dari rumahnya Tynsa.” Balas Angel.
Tynsa menyikut lengan Angel mendengar ucapan Angel yang terlalu jujur.
Ristaman tersenyum tanpa merasa terbebani.
“Ajakan yang bagus. Ayo kita menonton lebih dulu.” Balasnya.
“Ayo!. Balas Angelyang terlalu semangat.
*
Ristaman menolehkan wajahnya ke samping lalu tersenyum menatap wajahnya Tynsa. “Tidak masalah. Lagi pula lebih menyenangkan kalau kita nonton terlebih dahulu.” Balas Ristaman tanpa menyurutkan senyum termanisnya.
Tynsa di buat terdiam. Ia benar-benar tidak menyangka Ristaman tidak keberatan sama sekali dan menerima kehadiran sahabatnya tanpa merasa terganggu.
Tiga jam berada di dalam Mall CGV BLITZ Grand Indonesia pun mereka lewati dengan menonton di Bioskop lantai atas, selama film di tanyangkan, Tynsa, Angel, dan Lena terlihat fokus menikmati film yang mereka tonton. Sedangkan Ristaman, pria itu tidak terlalu tertarik dengan film tersebut dia lebih memilih fokus melihat wajah serius Tynsa saat menonton dengan diam-diam.
*
__ADS_1
*
“Kita mau makan di mana??” Tanya Ristaman saat mereka sudah keluar dari ruangan bioskop.
“Bagaimana kalau kita makan di restoran yang ada di mall ini, kebetulan disini tempat makannya sangat mewah dan enak dan fasilitasnya lengkap bisa kita nikmati guncangan, percikan air, hingga aroma yang nyata.” Tambah Tynsa.
Ristaman menggeleng. “Aku tidak memiliki pendapat. Kita makan di restoran yang ada di mall ini saja. Balas Ristaman.
“Kalau begitu ayo!” Ajak Angel begitu bersemangat.
Tynsa, Lena dan Ristaman pun mengiyakan dan mengikuti langkah kaki Angel yang sudah lebih duluan berjalan kedepan mereka.
Saat masuk ke dalam restoran kelihatan ramai malam itu, langkah Angel pun terhenti sehingga langkah Tynsa, Lena dan Ristaman turut berhenti.
“Kamu lihat itu Tynsa? Teman satu kerja makan di sini juga dengan seorang pangeran. “Ucap Angel sambil menatap pada dua orang pria yang sedang berbicara tidak jauh dari mereka.
Tynsa mengikuti arah pandangan Angel. Dan betul saja jika salah satu meja, Reno dan seorang temannya sedang berbicara satu sama lain.
“Oh astaga... sungguh kebetulan sekali. “Ucap Angel kegirangan sekali. “Ayo kita duduk di sana saja!” Ajak Angel sambil menujukkan meja yang masih kosong di sebelah meja tidak jauh dari posisis mejanya Reno.
__ADS_1
Hay Teman-teman semua, mohon berikan kritik, saran dan dukungan vote, like komen terimakasih.🙏