Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Menjaga Jarak Karena Malu


__ADS_3

Tynsa pun terus penasaran pada sebuah mobil sambil berpikir hingga tidak menyadari jika kaca mobil tersebut yang di lihatnya perlahan-lahan terbuka.


Seseorang yang dari tadi merasa risih karena terus di perhatikan oleh Tynsa kini menatap datar pada Tynsa yang tampak melamun sambil menatap padanya.


Klason berbunyi pertanda lampu lalu lintas sudah berubah ke warna hijau menyadarkan lamunan Tynsa. Tynsa terbelalak saat menyadari seseorang yang ada di dalam mobil kini tengah menatap datar padanya.


“Kau...” ucap Tynsa.


Tin....


Tin....


Mendengar suara klason mobil yang berada tidak jauh dari belakangnya terus berbunyi membuat Tynsa tak lagi berbicara dan lebih memilih menjalankan motornya.


“Dasar aneh,” Gumam seseorang yang berada di dalam mobil lalu melajukan mobilnya menyusul motor Tynsa yang sudah nampak terlalu jauh dari pandangannya.


“Agh, sial sekali! Ternyata itu mobil kepala banteng!” Umpat Tynsa saat menyadari kebodohan dan gangguan daya ingatnya yang menurun. Padahal baru beberapa menit yang lalu ia melihat mobil baru tersebut di tempat kerjanya dan kini ia sudah melupakannya. Tynsa pun semakin menambah laju kecepatan motornya agar benar-benar lepas dari pandangan Reno yang berada di dalam mobil.

__ADS_1


“Aku sungguh mengutuk hari ini, sungguh memalukan!” Gerutu Tynsa saat sudah sampai di depan rumahnya. Melihat belum ada tanda kedua orang tuanya kembali dari pekan membuat Tynsa langsung memilih masuk kedalam rumah.


*


Satu minggu pun telah berlalu semenjak hari yang sudah ia kutuk karena rasa malunya kepada Reno, membuat Tynsa menjaga jarak agar tidak lagi berpapasan dengan Reno. Untung saja ada jadwal turun lapangan membuat mereka tidak berpapasan karena sibuk dengan kegiatan lapangan sehingga pertemuan diantara mereka terbatas.


“Tynsa, kamu lihat ini? Kak Ristaman memberikan lagi Silver Queen enam batang untukmu,” Ucap Angel terlihat begitu senang saat masuk kedalam ruangan sambil membawa enam batang Silver Queen di tangannya.


“Enam batang Silver Queen? Banyak sekali!” Tynsa menggeleng tidak percaya pada apa yang di lihatnya.


“Kenapa kak Ristaman itu baik sekali memberikan Silver Queen pada kita?” Tanya Tynsa merasa terheran-heran.


“Bukan untuk kita, tapi untukmu saja itu. Karena aku sudah dapat selain Silver Queen dari kak Ristaman,” Soroh Angel.


“Ck. Sama saja. Karena kamu juga mengambil jatahmu Silver Queen darinya.” Decak Tynsa


Angel tertawa lepas, “jika kamu mau bertanya kenapa kak Ristaman selalu memberimu Silver Queen, aku rasa sudah tahu jawabannya. Angel menggantun ucapannya.

__ADS_1


“Apa?” Tanya Hana.


“Aku rasa kak Ristaman menyukaimu, Tynsa.” Ucap Angel dengan sangat yakin.


“Suka padaku? Kenapa dia menyukaiku? Tynsa semakin bingung.


“Mungkin saja dia sudah jatuh hati pada pandangan pertama padamu saat kamu menyenggolnya dengan motormu. Jelas Angel.


“Sangat tidak masuk akal sekali jika karena itu. Lagi pula kenapa dia tidak langsung memberiku Silver Queen jika dia menyukaiku. Tidak jantan sekali.” Cibir Tynsa.


“Angel mengangkat kedua bahunya. “Entahlah dia hanya berkata jika belum lagi saatnya memberikan langsung padamu.” Balas Angel.


“Angel apakah kamu masih ingat saat kita berada di pantai dua hari yang lalu dan ingat saat aku bilang sepertinya aku melihat kak Ristaman lewat bareng seseorang?” Tanya Tynsa.


Angel mengangguk. “Emangnya siapa yang kamu lihat kemarin itu?” tanya Angel.


“Aku seperti melihat kak Ristaman. Dan dia sedang berjalan dengan seseorang wanita. Tapi aku tidak begitu yakin dengan apa yang sedang saya lihat karena tiba-tiba hilang begitu saja dari pandanganku.” Ucap Tynsa.

__ADS_1


__ADS_2