
Mendengar ucapan Tynsa, Sontak Reno dan Angel terkejut membulatkan mata mereka bersamaan.
“Tynsa…” Angel hendak berbicara sonta dia berhenti melanjutkan karena Tynsa hendak Kembali berbicara.
“Kau lihat pria yang di sampingku saat ini? Perkenalkan dia adalah Reno kekasihku.” Ucap Tynsa saat melihat Reno di sampingnya Nampak terkejut karena tindakannya.
“ Dia. Kamu tidak usah berbohong. Mana mungkin dia kekasihmu!” Ucap Wanita itu tidak percaya.
“tentu saja dia mungkin pacarku! Apa matamu buta tidak bisa melihat kedekatan kami saat ini!” Ucap Tynsa. Reno masih terkejut memproses apa yang terjadi dalam diam dengan wajah dinginnya menatap tajam ke arah Tynsa.
Wanita itu diam memperhatikan kedekatan Reno yang tidak menolak pelukan tangan dari Tynsa ia bahkan menatap Tynsa tanpa berkedip.
“Lagi pula untuk apa aku menggoda pria yang seperti ikan teri dan meninggalkan pacarku yang seperti bintang.” Cibir Tynsa. Tynsa pun semakin erat menggenggam tangannya Reno dan tubuhnya sudah mulai bergetar takut akan tatapan Reno dan jika pria yang berada di sebelahnya ini mengakui yang sebenarnya.
“Jangan hanya terus mengelak Wanita murahan, akui saja sudah jelas di foto kau makan malam bersama pacarku Ristaman. Merasa tidak terima.
“Ck. Bukanya sudah aku katakan jika aku pergi bukan berdua saja tapi berempat dengan teman-temanku bahkan pacarku saja ada di tempat itu Bersama dengan temannya. Bukan begitu kah, Ayang?” Tanya Tynsa dengan tatapan memohon kepada Reno.
Reno hanya diam namun menatap tajam Wanita yang sudah ia tebak adalah mantan Ristaman. Wanita tersebut membatu saat Reno menatap tajam kearahnya seakan jika tidak berhenti singa yang kelaparan ini akan memangsamu habis-habisan.
“Lagian kekasihku ini lebih tampan dari pacarmu Ristaman mulai dari wajahnya sangat tampan, matanya sangatlah manis, apalagi senyumannya aku jadi tidak tega meninggalkanya bukan saingan ikan teri mu.” Tynsa melanjutkan sandiwaranya.
“Liber, apa yang sudah kamu lakukan di sini!.” Mendengar suara Ristaman dari jalan raya membuat Wanita Bernama Liber itu menatap kearah Ristaman.
“Ristaman.” Ucapnya dengan lembut.
Ristaman berjalan kearah Liber kemudian dia menarik lengannya,” kamu ngapain di sini?” Tanya dengan suara sedikit meninggi. Untuk saja Ristaman selalu menoleh kearah tempat kerja Tynsa saat pagi hari sebelum berangkat bekerja sehingga kejadian pagi ini bisa diketahuinya, Ristaman sangat malu melihat Liber sedang melabrak Tynsa di tempat kerja.
“kamu masih bertanya, ngapai aku di sini?” Dengan nada marah. “Aku ke sini untuk memberi peringatan kepada Wanita yang sudah menggodamu sehingga kamu memutuskan hubungan kita begitu saja. Ucap Liber dengan nada marah.
Ristaman menggeram. “Ayo ikut aku!” ucap Ristaman lalu menarik tangan Liber sekuat tenaga keluar dari tempat parkir. Reno menatap Tynsa dengan tatapan tak terbaca setelah melihat tangan Tynsa masih bergelayut di tangannya Reno.
__ADS_1
Susana pun mulai hening setelah kepergian Ristaman dan Liber.
“Tynsa…” Angel yang dari tadi berusaha diam kini Kembali angkat bicara. Tynsa mengangkat kepalanya seolah bertanya ada apa Angel.
Angel pun mengarahkan pandangannya pada tangan Tynsa yang masih bergelayut di tangan Reno dan menatap pada wajah Reno yang tidak bersahabat.
*
*
“Ehm…Frizer…” Tynsa tersenyum takut lalu melepaskan tangannya yang sudah bergelayut di tangan Reno.
“Jelaskan apa yang sudah kamu lakukan!” Desak Reno dengan wajah dingin dan tatapan tajam meminta penjelasan.
“Aku tidak melakukan apa-apa.” Jawap Tynsa lalu mengambil saputangan mengelap tangan Reno yang sudah di pegangnya. Tynsa pun menatap kearah Angel.
“Angel.. Sepertinya berdebat dengan Wanita kak Ristaman membuatku lemas bisa tolong pegangin tanganku aku mau duduk dan minum. Ucap Tynsa sambil menatap tajam kearah Angel untuk segera mendekat.
“Ayo kebetulan aku juga sudah capek.” Angel mengerti kode yang di berikan Tynsa dan segera berjalan kearah sahabatnya itu lalu memegangin tangannya dan membawanya ke tempat duduk tanpa melihat wajah Reno yang sudah sangat terlihat gelap.
“Kamu sungguh berani Tynsa! Bisa-bisanya kamu mengakui Reno pacarmu!! Kamu sudah membangunkan singa kelaparan!?. Cecar Angel setelah duduk di ruangan.
“Itu hanya reflek saja.” Lagi pula jika aku tidak melakukan itu mana mungkin Wanita itu percaya walaupun sudah saya jelaskan, kamu sudah tahu sendiri dia terus saja mengataiku pelakor, Wanita murahan, kegatelan. Dan kamu pasti tahu bagaimana selanjutnya kan? Tanya Tynsa.
Angel mendengus. Ini sudah keberapa kalinya di lakukan Wanita yang sudah di putuskan pria yang mendekatimu. Ucap Angel.
Tynsa mengangguk membenarkan. Aku baru saja berniat baik menerima tawaran kencan dari kak Ristaman dan aku sudah mendapat imbasnya. Sesal Tynsa.
“Sudahlah mulai sekarang aku tidak ingin berurusan lagi dengan pria-pria yang berusaha mendekatiku aku sungguh muak dan kapok.”
“aku kira kak Ristaman pria baik-baik dan tidak mungkin dia mendekatimu jika dia punya kekasih. Ucap Angel menyesal.
__ADS_1
“sudahlah. Mari kita mulai bekerja.” Ucap Tynsa
“Kamu yakin ingin bekerja?” tanya Angel.
“Sebenarnya aku tidak yakin tapi mau bagaimana lagi kita harus professional yang tadi itu masalah pribadi dan sekarang adalah tentang pekerjaan.” Aku akan memikirkannya nanti. Balas Tynsa lalu menyerahkan file pasien kepada Angel untuk isi datanya.
Walau pun banyak bisik-bisik dari teman-teman kerja, Tynsa pun memasang wajah tenang dan selama jam kerja Tynsa tidak fokus dengan pekerjaanya. Setelah sudah mau jam pulang kerja, jantung Tynsa mulai berdegup kencang karena ia akan melewati saat-saat mengerikan.
“Tynsa, apa benar kamu dan Reno pacarana?” Tanya salah satu teman Wanita di dalam ruangannya.
Reno yang berada di ruangan sebelah melihat jam di tanganya kemudian mengambil ponsel dan memaikannya sebentar, Reno pun segera keluar dari dalam ruanganya tanpa melihat kearah ruangan Tynsa. Tynsa yang melihat kepergian Reno menghembuskan nafas legah dan terkejut dengan kedatangan teman satu ruangannya itu.
“Tina, kamu membuatku terkejut saja!” Gerutu Tynsa.
Lidah Tina pun berdecak. “Sudahlah, jawap saja pertanyaaanku, apa benar kamu berpacaran dengan Reno?. Tanyanya lagi.
“Aku rasa kamu sudah mendengarnya tadi pagi kalau Reno itu adalah pacaraku. Jawap Tynsa.
“Tidak mungkin dia mencintai orang sepertimu” Cibir Tina.
“Memang kenapa dengan Tynsa? Angel yang merasa tidak enak dengan cibiran Tina sontak dia berdiri dan memukul meja.
“Angel!. Tynsa memegang tangan Angel agar dia menahan emosinya.
“dia sungguh tidak sopan!. Rutuk Angel.
“sudahlah.” Tynsa menatap Tina “Aku dan Reno adalah sepasang kekasih. Kami sengaja menyembunyikannya karena tidak ingin di ganggu oleh para lalat-lalat yang menatap lapar pada kekasihku. Ucap Tynsa santai namun sedikit sindiran.
“kamu mengataiku lalat.” Amuk Tina.
Jika memang betul kalian berpacaran buktikan malam ini kita ada acara makan-makan di central park untuk merayakan ulangtahun atasan kita. Ucap Tina langsung pergi.
__ADS_1
“lalu apa hubunganya soal aku Kekasih Reno? Tanya Tynsa merasa bingung dan kena jebakan.
Mohon dukungannya🙏