Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Terpesona Oleh Reno Yang Tampan


__ADS_3

Pria itu... Tynsa membatin. Melihat teman-teman satu kerjanya tebar pesona saat pria yang menjadi sorotan berjalan melewati mereka, dan bukan hanya mereka semua wanita-wanita yang berpapasan dengan Reno melakukan hal yang sama.


"Tolong cabut perkataanmu itu karna dia benar-benar tidak tampan sama sekali!" seru Tynsa menolak kenyataan yang ada.


"Kau berbicara apa Tynsa? aku rasa matamu masih berfungsi dengan baik." Cetus Angel saat pria yang menjadi bahan keributan itu telah duduk di kursi yang masih kosong seorang diri.


"Dia bukanlah pria tampan! tapi dia Adalah pria yang kurang ngajar!" gerutu Tynsa mengingat kejadian yang pertama kalinya.


Angel tak tahan lagi kenyataan yang ada karena saat ini matanya hampir saja melompat keluar dari matanya saat pria tampan itu sedang menyisir rambutnya kebelakang dengan kelima jarinya.


"Oh astaga...Aku rasa dia mirip pangeran dari sebuah kerajaan." Ucap Angel sambil mencubit kedua pipinya sendiri. "Ganteng banget..." Lanjutnya sambil menendang kaki Tynsa.


"Angel..." Tynsa benar - benar dibuat kesal. "Kamu sudah ketiga kalinya menendang kakiku karena pria tidak penting itu!" sembur Tynsa.


"Kamu ini memang pemarah sekali, aku kan tidak sengaja." Kilah Angel lalu kembali mengagumi pada sosok yang membuat detak jantungnya degdeg gan...

__ADS_1


Tynsa yang hendak melayangkan protes pun menghentikan niatnya saat ada panggilan. " Ada pasien tolong dibuat filenya."


"Cepat buat filenya. Kita harus makan siang setelahnya." Titah Tynsa pada Angel masih terlihat mengagumi sosok pria idamannya.


"CK. Kamu itu tidak asik." Sungut Angel.


Tynsa acuh tak acuh melanjutkan pekerjaannya. Tidak peduli dengan sikap sahabatnya yang nampak kesal karena sikapnya.


*


Tynsa yang sejak tadi sudah melihat kedatangan pria itu hanya acuh tak acuh lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.


Suasana di ruangan pun mulai berisik dengan godaan teman-teman satu ruangan yang menjadi idola baru mereka.


"Selamat pagi, Reno." Sapa seorang wanita paling centil di ruangan itu pada Reno yang berada tidak jauh darinya.

__ADS_1


Tenyata namanya Reno? batin Tynsa sambil turut memperhatikan langkah pria itu.


Reno hanya mengangguk membalas sapaan wanita yang menyapanya tanpa mengeluarkan suara.


"Kamu sudah melihat itu Tynsa? dia sangat tampan dan juga keren." Bisik Angel di telinga Tynsa karena saat ini Reno sudah duduk di kursi agak jauh dari mereka.


"Kamu bilang keren? apakah pria pura-pura bisu seperti ini keren?" cetus Tynsa dengan menggeleng.


"Tynsa...kau bercanda?!" Angel yang merasa tak setuju dengan ucapan Tynsa pun memukul punggung Tynsa pelan.


"Apa kamu buta dia tidak bersuara saat di sapa! apa mulutnya sudah di jahit sehingga tidak bisa membalas sapaan orang lain?" Sindir Tynsa dengan suara sedikit keras agar pria yang di sindirnya mendengar ucapannya.


Dengan kesal Tynsa duduk dan kembali melihat hpnya, namun Angel tidak berhenti-henti memandangi pria idolanya tersebut. Sudut bibir Angel yang tersenyum sedikit mengeluarkan air ludah...


"Hei...! tolong berhenti memandanginya." Sembur Tynsa, hapus lah ludah yang menempel di ujung bibirmu itu, memalukan sekali kamu Angel...

__ADS_1


__ADS_2