
Berawal dari saling berbalas chat, hubungan Tynsa dan Ristaman pun terjalin semaking dekat. Tynsa yang biasanya mengabaikan chat dari teman pria yang mendekatinya kini sebaliknya yang terjadi.
“Kamu semakin dekat saja ya dengan kak Ristaman, Tynsa.” Ucap Angel saat mereka sedang berada di rumah Tynsa pagi itu. Karena hari ini adalah hari libur, Angel pun bermain seharian di rumah Tynsa.
“Tidak terlalu dekat. Biasa saja kok.” Balas Tynsa dengan santai.
“Ck. Kamu itu masih saja mengelak. Jelas-jelas kamu itu sering berbalas chat dengan kak Ristaman.”
“Ya. Kamu benar, Angel. Tapi hanya sekedar chat biasa saja. Dia itu cukup asyik dan tidak berlebihan dalam mengirim chat.
Dan dia itu tidak memamerkan harta kekayaan walau pun aku lihat dia bukan pria sembarang pria. Jelas Tynsa. Karena biasanya Tynsa cukup risih pada pria yang memamerkan harta kekayaan orang tuannya.
Angel mengangguk paham, “Apa kamu menyukainya?” Tanya Angel.
Tynsa kelihatan sedang berpikir. “Suka.” Balasnya kemudian.
“Apa?” Amel terbelalak. Bagaimana tidak.
Untuk pertama kali sahabatanya itu mengatakan suka pada pria. “Kaus serius?” Tanya Angel memastikan sekali lagi.
__ADS_1
Tynsa mengiyakan. “Aku suka Silver Queen yang dia berikan,” Ucap Tynsa lalu tertawa.
“Kau...” Angel memukul tubuh Tynsa dengan boneka lobak yang di tangannya. Aku sedang tidak bercanda!” Gerutunya kemudian.
“Hahaha. Kamu terlalu serius sekali. Aku membalas chat dengannya bukan berarti aku suka padanya. Rasa suka ku tidak semudah itu. Lagian aku belum memastikan apa dia benar-benar single atau tidak.” Jelas Tynsa pada akhirnya.
“Sepertinya kak Ristaman itu benar-benar single, lagi pula tidak mungkin dia mendekatimu jika dia sudah punya kekasih.” Ucap Angel.
“Bisa saja. Banyak buaya di luar sana yang berkedok pria baik-baik saat ini, Angel. Dan aku tidak ingin seperti Iren saat itu.” Ucap Tynsa saat mengingat salah satu teman kuliahnya yang pernah di labrak oleh kekasih dari pria yang mendekatinya.
“Kamu benar juga. Lalu bagaimana dengan tawaran kak Ristaman yang mengajakmu dinner?” Tanya Angel.
“Aku menerima tawarannya jika kamu dan Lena ikut bersamaku.”
Tynsa tertawa. ”Sudahlah, lagi pula kamu akan dapat makanan gratis dari kak Ristaman"
“Jadi kak Ristaman setuju jika kami ikut bersamamu?” Tanya Angel yang di angguki oleh Tynsa.
“Yang benar saja. Kencan pertama kalian terganggu dengan kehadiran aku dan Lena.” Angel menggeleng tak habis pikir.
__ADS_1
*
Malam harinya, Mobil ferrari punya Lena sudah terparkir di bagasi rumanya Tynsa.
“Lena...Kau sudah datang?” Tanya Angel saat Lena baru saja melangkah melewati pintu depan rumah Tynsa.
“Belum. Aku masih di jalan.” Balas Lena.
Lidah Angel bedecak.” Kamu menyebalkan!!”
“lagian pertanyaan itu tidak berbobot sekali. Aku sudah ada di depan matamu berarti aku sudah sampai.” Balas Lena lalu tertawa.
Tynsa yang sedang berbalas chat dengan Ristaman pun ikut tertawa mendengar penjelasan dari Lena.
”Untung saja kamu membawa mobil abangmu hari ini, jadi tidak perlu membawa kendaraan banyak.” Ucap Angel.
“Ya. Ini semua aku lakukan demi lancarnya kencan sahabat kita. Aku sampai rela mengemis sama abangku untuk di pinjamkannya mobil kesayanganya itu.” Seloroh Lena.
Tynsa melempar boneka Goblin di tangannya kearah Lena. “ kamu memang terlalu berlebihan kalau berbicara! Sudah berapa kali aku katakan aku tidak pergi berkencan.” Gerutu Tynsa merasa malas dengan ucapan sahabatnya yang sebenarnya benar adanya.
__ADS_1
Hay teman-taman mohon kritik, saran dan dukungannya ya melalu komentar, like, dan vote.
terimakasih🙏