Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Pria Tidak Nafsu


__ADS_3

“ Ah… sudahlah. Lebih baik aku masuk ke kamar dan mencari sesuatu untuk menutupi bagian tubuhku.” Ucap Tynsa lalu Kembali ke kamar tamu dan memperhatikan tubuhnya ke cermin. Tynsa merasa bingung apa lagi saat mengingat Reno hanya menatapnya tanpa berkedip dan tidak menunjukan reaksi apa-apa. “ Dia tidak mesum”.


Tynsa keluar dari kamar mengenakkan jaket hitam sehingga bagian tubuhnya tidak terlihat dan berjalan keluar dari kamar lalu menghampiri Reno yang sedang memainkan ponselnya di ruang tamu.


“ Boleh kah aku meminjam ponselmu?” Soalnya saya tidak menemukan ponselku di kamar tamu kemungkinan ponselku terbawa oleh Angel. Aku ingin dia segera menjemputku. Jelas Tynsa.


“ Tidak perlu.” Sebentar lagi dia akan datang. Balas Reno lalu Kembali memainkan ponselnya.


“ Kenapa kamu bisa tahu?” Tanya Tynsa namun Reno tidak menjawap.


Tynsa pun ikut duduk di sofa karena merasa kesal di kacangin oleh Reno.


“selain tidak nafsu kamu juga tuli ya Reno.” Gerutu Tynsa yang kesal.


“Apa kamu bilang?!.” Tanya Reno bangkit dari tempat duduknya lalu mendekat kearah Tynsa.


“Aku…” Tynsa memundurkan tubuhnya kebelakang dengan tergagap karena badan Reno sudah sangat mendekat apalagi Reno sedang emosi dan tatapanya sangat tajam dan dingin. Tynsa pun menutup matanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“ Jaga ucapanmu dan jangan sembarangan bicara.” Ucap Reno di wajah Tynsa sehingga merasakan hembusan nafas di wajahnya. Reno kemudian menjauhkan tubuhnya dan kembali duduk di sofa. Setelah Reno Kembali duduk, Tynsa pun menurunkan tangannya lalu menatap Reno yang sudah Kembali memainkan ponselnya.


Tynsa tak lagi mengucapakan sekata pun karena takut dengan ucapa Reno yang terakhir. Mendengar bel berbunyi Reno segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kearah pintu.


*


“Angel.” Tynsa tersenyum melihat kedatangan sahabatnya itu.


“Bagaimana keadaanmu? Kamu baik-baik saja? Tanya Angel khawatir.


“Aku sungguh baik-baik saja.” Jelas Tynsa.


“ Tunggu sebentar aku mau mandi dulu dan berganti pakaian. Pamit Tynsa lalu berjalan kearah kamar tamu.


Reno terimakasih sudah menjaga Tynsa. Ucap angel pada Dika dengan tulus.


Reno menganggukan kepalanya. “Duduklah” titahnya lalu berjalan kearah sofa.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian Tynsa keluar dengan menggunakan pakaian yang di bawakan Angel.


“apa kamu mau memakai bedak?” Tawar Angel melihat wajahnya Tynsa yang tidak terpoleskan bedak sama sekali.


“Tidak perlu. Aku ingin segera pulang di karenakan orang tuaku pasti sudah pulang kerumah saat ini. Dimana ponselku?” Tanya Tynsa.


Angel merogohkan tasnya lalu mengeluarkan ponsel Tynsa. “ sepertinya ponselmu kehabisan daya dan aku lupa memeriksanya semalam. Ucap Angel memberikan ponselnya Tynsa.


“Aku pamit pulang. Walaupun kamu membuatku kesal tetapi aku tetap mengatakan terimakasih untuk semalam dan terimakasih juga untuk hari ini.” Ucap Tynsa sambil mengulurkan tangannya pada Reno.


Reno tidak menerima uluran tangan Tynsa, ia hanya menatap tangan Tynsa yang sudah mendekat.


Melihat reaksi Reno, Tynsa pun menarik uluran tangannya lalu mendengus.


“Sama-sama” balas Reno setelah melihat muka masam Tynsa.


“Tynsa apa kamu tahu siapa yang sudah mendorongmu semalam?” Tanya Angel.

__ADS_1


Tynsa menggeleng. Aku tidak melihat siapa-siapa saat aku terjatuh ke kolam saat itu. Aku sungguh sangat takut.


Sudahlah jangan terlalu di pikirkan dan aku akan mencari tahu siapa orang yang berani mendorongmu, aku akan membuat perhitungan besar padanya. Ucap Angel geram.


__ADS_2