Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Tersenyum Dan Degdegan


__ADS_3

“Tynsa… kamu lihat itu?” Reno memperhatikan kita! Ucap Angel dengan suara sedikit keras sambil mengarahkan pandangannya pada Reno yang kini sudah tidak lagi memperhatikan mereka.


Tynsa menendang kaki Angel di bawah mejah. “Bisakah kamu mengecilkan nada suaramu?” Decak Tynsa.


Angel tertawa kecil. “Tidak bisa jika ini tentang Reno.” Balasnya.


“Apa kamu tidak sadar dia memperhatikan kita karena suaramu dan Lena sangat keras hingga mengganggu pendengaranya.”


“Tidak. Aku bahkan sengaja melakukannya.” Ucap Angel tanpa rasa bersalah sambil tersenyum.


Tynsa mendengus. “Lebih baik aku kekamar mandi lebih dulu membuang rasa kesalku dari pada mendengarkan ucapanmu.” Tynsa pun berdiri dari tempat duduknya.


“Kak Ristaman. Aku ke kamar mandi dulu.” Ucap Tynsa pada Ristaman.


“Baiklah.” Balas Ristaman sambil tersenyum.


Tynsa… Seru Angel pada Tynsa yang sudah berjalan meninggalkan meja mereka.


“Sudahlah. Biarakan saja dia pergi. Lebih baik kita sekarang mencari tahu akun media social Reno dan temannya itu.” Ucap Lena.

__ADS_1


“Kamu benar juga! Balas Angel sambil tersenyum lebar.


Angel pun segera membuka salah satu akun media sosialnya begitu pula dengan Lena.


Ristaman yang sejak tadi memperhatikan kedua wanita itu pun menggelengkan kepalanya betapa lucunya kedua teman Tynsa tersebut begitu menyukai sosok Reno dan temannya.


*


“Mereka sangat memalukan.” Gerutu Tynsa lalu membasuh wajahnya dengan air. Bisa-bisanya mereka memperlihatkan rasa Sukanya pada frizer dua pintu. Yang benar saja. Bisa-bisa frizer dua pintu itu besar kepala mendengarnya. Tynsa tak berhenti-henti merutuki kedua temannya itu.


Setelah merasa cukup merutupi kedua sahabatnya itu di depan cermin, Tynsa pun keluar dari kamar mandi. Saat baru saja keluar, Tynsa yang sedang melihat ponselnya tanpa sadar menabrak sesorang sehingga ponsel yang ada di tangannya jatuh ke lantai.


“Kau!” Pekik Tynsa. Ternyata kamu yang sudah membuat ponselku jatuh!. Tynsa mencecar seseorang pria di depannya dengan tatapan kesal.


“Bukan aku yang membuat ponselmu jatuh. Kamu saja yang ceroboh dan tidak menggunakan matamu dengan benar. Ucapa pria itu dengan dinginnya lalu berjalan begitu saja meninggalkan Tynsa.


“Beraninya kamu mengataiku kedua kalinya!” Pekik Tynsa menatap punggung Reno yang meninggalkannya.


Tiba-tiba Reno berbalik dan mendorong Tynsa pelan kedinding dengan tersenyum menakutkan.

__ADS_1


“Dasar gadis ceroboh, pemarah” Ucap Reno puas di telinga Tynsa.


Reno kemudia pergi meninggalkan Tynsa dengan tersenyum puas.


Tynsa terdiam, berjalan menuju tempat duduknya dengan wajah kesal dan degdegan.


*


“Tynsa ada apa dengan wajahmu?” Ristaman yang dapat melihat raut wajah kekesalan Tynsa pun bertanya.


Tynsa menghelas nafas sebelum menjawap. “Aku tidak apa-apa kak.” Balas Tynsa sambil berusaha tersenyum.


“ Tapi kenapa wajahmu kelihatan kesal?” Tanya Ristaman tak percaya.


Tynsa tidak langsung menjawap pertanyaan Ristaman dia lebih memilih menyatap makanan di depannya lalu bersandar di kursinya.


Kak Ristaman benar. Ada apa denganmu, Tynsa? Kenapa kamu kesal?” Tanya Lena yang turut memperhatikan wajah Tynsa.


“ Aku memang sedang kesal. Karena saat keluar dari dalam kamar mandi ada pria gila yang menabrakku hingga membuat ponselku terjatuh.” Ucap Tynsa sambil menatap pada Reno yang baru saja Kembali ketempat duduknya.

__ADS_1


Mohon dukungan teman-teman melalu Like, Komen dan Vote. Terimakasih sebelumnya.🙏


__ADS_2