Menikah Untuk Cinta

Menikah Untuk Cinta
Bertanye-Tanye Ledeknya


__ADS_3

Mengingat kejadian saat tercebur ke kolam Renang wajah Tynsa Kembali pucat dan tubuhnya gemetar ketakutan dan meringkuk.


“Kamu kenapa?” Tanya Reno khawatir.


“Aku…” Tynsa hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak bisa melanjutkan apa yang ingin dia sampaikan.


Melihat kondisi Tynsa yang sudah pucat dan gemetaran lemas, Reno segera mengambil air putih yang berada diatas meja tempat tidur kemudian memberikannya pada Tynsa.


“Duduk dan minumlah pelan-pelan” ajak Reno dengan wajah khawatir.


Tynsa mengangguk dan menurutinya lalu meneguk air minum yang di berikan Reno sampai habis kemudian Tynsa mengusap kedua matanya dan menunduk sambil berpikir “ Terimakasih Reno.” Ucapanya lalu pelan-pelan menatap wajah Reno setelah semua kejadian sudah ia cerna.


“Tidak usah kamu pikirkan jika kamu takut” ucap Reno tanpa membalas ucapan Tynsa. Walaupun tidak tahu penyebab Tynsa begitu ketakutan, namun Reno pasti menebak jika Tynsa memiliki Trauma.


Tynsa mengiyakan. Mana Angel?. Tanyannya sambil mencari keberadaan yang dari tadi tidak nongol.


“Sebentar lagi dia akan datang.” Jawap Reno.

__ADS_1


Memangnya dia kemana? Tanya Tynsa lagi.


“ Kamu nanye? Kamu bertanye-tanye? Ledek Reno dengan senyum tipisnya.


Dari pada kamu bertanya terus lebih baik kamu segera sarapan. Jawap Reno tanpa mempedulikan pertanyaan Tynsa karna percuma di jelaskan dia tidak akan percaya.


Kamu belum menjawap pertanyaanku. Desak Tynsa lagi dengan kesal karena seorang Reno yang dingin berani meledeknya.


Reno diam saja lalu melangkah keluar dari kamar tamu.


Apa kamu tidak dengar? Tolong jawap pertanyaanku.


Reno tidak mempedulikan pertanyaan Tynsa dan terus berjalan kearah dapur kemudian dia menyodorkan Nasi uduk di depan Tynsa.


Makan dan jadilah kuat. Pintah Reno dengan dingin.


Tynsa melihat makanan di depannya. “ kamu yang memasak?” Tanya Tynsa tanpa menerima jawaban dari Reno. Merasa kesal dengan sikap Reno, Tynsa pun segera berjalan dan duduk di kursi makan dan menatap makanannya lalu mulai memakan nasi uduk yang ada di depannya.

__ADS_1


Kemudian Reno berjalan keluar dari dapur setelah memastikan Tynsa memakan nasi uduk tersebut.


*


*


Reno yang berada di kamarnya menatap diluar jendela dengan tatapan kosong kemudian dia mengingat kejadian tadi malam dimana Tynsa yang berani menempelkan bibirnya di bibir Reno. Walaupun kejadiannya hanya sebentar namun Reno merasakan lembutnya bibir Wanita itu dan juga terasa dingin.


“Dia memang gila” gerutu Reno sambil mengelus bibirnya yang sudah di cium Tynsa. Tingkah Tynsa beberapa minggu ini sudah membuat hidup tenangnya terusik.


Bagaiman tidak setiap harinya mendapat pertanyaan dan ejekan dari teman-teman satu kerjanya yang terus menanyakan kebenaran dari hubungannya dengan Tynsa. Kejadian tadi malam Reno tidak bisa membayangkan bagaimana kehebonan teman satu kerjanya besok.


Di dapur Tynsa yang sudah menghabiskan sarapannya tiba-tiba terkejut menyadari kalau saat ini dia hanya memakai baju dan celana tanpa pakaian dalam.


“Aaa….” Bagaimana ini. Kenapa Angel tidak memakaikan pakaian dalamku tadi malam? Tynsa kemudia menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


“Reno… Reno pasti sudah melihatku tidak memakai pakaian dalam. Seru Tynsa. Bagaimana tidak, saat ini Tynsa memakai kaos putih milik Reno yang sudah pasti nerawang dan menampilkan bentuk di dalam tubuhnya.

__ADS_1


“ Tapi wajahnya tadi kelihatan biasa-biasa saja. Ucap Tynsa bertanya-tanya.


Hay tolong berikan dukungan melalui vote, like dan komen terimakasih🙏


__ADS_2