
“Apa?” Tanpa berpikir panjang Tynsa melototkan matanya pada Reno.
Reno mengerutkan keningnya tanda bingung dengan sikapnya Tynsa. “Wanita aneh.” Ucapnya sangat pelan sehingga Tynsa tidak mendengarnya. Namun Tynsa masih mengetahui apa yang telah diucapkan pria itu dari gerakan bibir Reno.
“Kau...!” Tynsa berkacak pinggang. Menatap kesal pada Reno.
Reno pun tidak memedulikan wanita yang menurutnya sangat aneh itu. Ia kembali fokus pada ponsel di tangannya tanpa peduli lagi pada Tynsa.
Tynsa mendecakkan lidahnnya. Berjalan masuk kedalam ruangan sambil menghentakkan kakinya.
Entah kenapa tiap melihat Reno selalu saja dia terbuat emosi. Padahal pria itu tidak melakukan apa pun yang memancing emosinya.
Tynsa melebarkan pandangannya, mencari kursi untuk ia dudukkin bersama Angel. Setelah mendapatkan kursinya, Tynsa pun mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tasnya dan memainkannya sebentar.
Suasan di dalam ruangan terasa hening di karenakan hanya ada Reno dan Tynsa di dalamnya. Dari tempat duduknya, Tynsa terus manatap punggung kokoh Reno yang tidak jauh darinya lalu menatap rambut Reno yang napak lebat.
Frizer dua pintu, ternyata kau cukup keren dari belakang. Puji Tynsa dalam hati tanpa sadar.
Plak
Tiba-tiba saja Tynsa memukul kedua pipinya saat menyadari dirinya memuji Reno yang tampan.
__ADS_1
Tynsa... apa kau sudah gila! Rutuknya dalam hati.
Ting
Sebuah notifikasi pesan masuk dari WhatsApp nya membuat Tynsa langsung membuka Aplikasi WhatsApp, “Ini nomor siapa?” Gumamnya melihat chat dari nomor tidak di kenal.
Kebingungan Tynsa pun langsung menjawap saat pesan berikutnya masuk dari nomor tidak di kenal tersebut.
Tynsa ... ini aku Ristaman!
“Kak Ristaman.” Ucap Tynsa lalu membuka chat masuk dari Ristaman. Jemari Tynsa pun mulai menari diatas keyboard ponselnya membalas chat dari Ristaman. Pria yang di anggap sebagai teman barunya.
Beberapa menit yang lalu. Tynsa pun berbalas chat singkat dengan Ristaman sambil tersenyum kecil dan cukup membuatnya nyaman dengan tutur gaya bahasa pria itu saat mengirimkan pesan.
“Tynsa.” Tepukan di bahunya membuat Tynsa menolehkan wajahnya kearah samping,. “Angel.
Kamu sudah datang?” Tanya Tynsa mematikan ponsel yang ada di tangannya.
Angel mengangguk. Lalu menjatuhkan bokongnya dari kuris di samping Tynsa.
“ Tumben sekali kamu cepat datang dari pada aku?” Tanya Angel merasa binggung.
__ADS_1
“Aku memang memilih datang lebih awal. Sekali-sekali aku ingin menjadi rajin.” Seloroh Tynsa.
“Aku penasaran seberapa lama kamu itu rajin, Tynsa.” Ucap Angel sambil tertawa.
Tynsa ikut tertawa mendengarnya. “Tentu saja hanya untuk hari ini saja,” Selorohnya kemudian.
Angel menepuk pelan punggung sahabatnya. “Kau ini...” Angel menggeleng. Pandanganya pun tertuju pada ponsel sahabatnya yang tergeletak di atas meja.
“Tynsa... kamu berbalas chat dengan kak Ristaman?” Saat melihat notifikasi chat masuk dari Ristaman dilayar ponsel Tynsa.
Tynsa mengiyakan sambil mengangguk.
“Sejak kapan?” Tanya Angel tak percaya. Karena Tynsa enggak membalas chat dari pria yang mendekatinya.
“Sejak hari ini.” Kak Ristaman meminta nomor ponselku saat kami berpapasan di halaman tempat kerja.
“Kamu bertemu dengan kak Ristaman?” Tanya Angel.
Tynsa mengiyakan. “Sebentar, aku ingin membalas chat dari kak Ristaman dulu.
*****
__ADS_1
Mohon kritik, saran dan dukungannya teman-teman melalui like, vote, dan komentar
terimakasih bagi yang sudah meluangkan waktunya..