
Tynsa..."kamu sudah sangat terlambat." Ucap sahabatnya Angel saat Tynsa duduk di kursi sebelahnya.
Tynsa menghela nafas naik turun beberapa kali, beruntungnya PJ Masi melayani pasien yang kurang paham bagaimana jalannya pelayanan sehingga ia bisa masuk keruang pendaftaran tanpa harus khawatir menjelaskan Kepada PJ tentang keterlambatannya.
"Aku terlambat di karenakan kamu!" Hela nafas sambil menatap kesal sahabatnya.
"Ko aku? kenapa harus aku? aku tidak mengajakmu datang terlambat!" aku saja cepat sampai, protes Angel.
Lidah Tynsa berdecak. "Kamu memang tidak mengajakku terlambat, tapi kamu sudah mengajakku karaokean sehingga aku tidur larut malam!" ketus Tynsa kesal.
"Tapi itukan kamu juga mau." Balas Angel dengan wajah cemberut karena merasa tak terima karena di salahkan.
Tynsa hendak membalas tapi menghentikan niatnya saat PJ masuk ruang pendaftaran.
Kenapa dia menyalahkanku. Bukanya dia juga suka karaokean? tanya Angel dalam hati.
" Kamu jangan mengutukku didalam hati ya." Ucap Tynsa yang sudah kenal dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
"kamu peka juga ya, bisa mengetahui isi hatiku?" balas Angel dengan wajah polosnya.
Tynsa hanya terpaku diam dan tidak mau lagi berdebat dengan sahabatnya itu dikarenakan jam pelayanan sedang berjalan.
"Tynsa, apakah kamu sudah tahu kalau di tempat kerja kita ada seorang pria tampan yang baru saya ketahui keberadaannya?" tanya Angel begitu bersemangat saat mereka duduk di kursi pasien.
"Pria tampan siapa yang anda maksud?" tanya Tynsa sambil melihat-lihat sekeliling ruangan dengan rasa penasaran.
Angel mendengus. "Pria yang Baru masuk kedalam grup WA. Apakah kamu tidak melihat-lihat grup whatsappmu hari ini? kita sudah di gabungkan coba buka hpmu.
Tynsa menggeleng. "Aku bahkan belum sempat melihat hp apa ada batrek atau tidak." balas Tynsa.
"Kamu ini bawel sekali sudah seperti Citra." Cibir Tynsa mengingat pada sahabatnya satu lagi yang memang sudah lewat tes CPNS dan di tempatkan di tempat lain.
"Aku ini hanya mengingatkanmu saja Tynsa, karena saat ini kita ada di dunia kerja bukan di bangku kuliah lagi." Ucap Angel merasa sebal dengan sikap Tynsa yang terlalu tidak peduli.
"Iya, iya, bayi besar. Kamu tahu sendiri bukan jika aku sangat malas membuka aplikasi WA karena apa?" tanya Tynsa.
__ADS_1
Angel mengangguk paham. Memang Tynsa sangat malas membuka aplikasi WA tersebut dikarenakan banyaknya pesan dari pria - pria yang mencoba mendekatinya yang membuat matanya sakit saat membukanya.
Suara kebisingan yang berasal dari teman-teman kerjanya menghentikan pembicaraan dua sahabat itu. Angel merasa sangat penasaran apa yang membuat teman-temannya berbisik dan mengikuti arah pandangan teman-temannya.
"Astaga Tynsa..." Angel tanpa sadar menendang kaki Tynsa dibawah kursi hingga membuat Tynsa terkejut. "Kamu lihat itu? dia pria tampan yang aku bicarakan!". Ucap Angel sambil berbisik namun tatapannya masih tertuju pada pria tampan yang saat ini keluar dari ruangannya menuju kantin.
Tynsa tidak memedulikan ucapan Angel karena saat ini ia hanya fokus mengelus kakinya yang terasa sakit dan mungkin sudah memar dikarenakan tendangan Angel yang terlalu kuat.
"Tynsa" Angel merasa sebal karena di abaikan pun kembali menendang kaki Tynsa.
Angel ... "Tynsa menggeram. Kakiku sakit!" jawabnya lalu menendang kembali kami Angel.
"Kamu lihat itu Tynsa? dia pria yang aku maksud. Oh astaga... ternyata dia sangat tampan ketimbang difoto." ucap Angel sambil menggeleng-geleng kepalanya.
Tynsa yang sudah merasa kesal karena sikap Angel pun terpaksa mengikuti arah tatapan sahabatnya itu. Detik berikutnya kedua mata Tynsa terbelalak saat menyadari siapakah pria tampan yang dimaksud oleh Angel...
Mohon dukungan dengan cara Vote, Gift, suka dan komennya ya ..😘
__ADS_1
terimakasih sebelumnya