
“Bersama wanita?” Agh, sepertinya kamu salah lihat. Tidak mungkin kak Ristaman pergi bersama seorang wanita,” Balas Angel.
“Bisa saja. Dan kemungkinan itu adalah kekasihnya.” Ucap Tynsa
“Apa mungkin? Jika dia sudah punya kekasih, lalu untuk apa dia mendekatimu? Angel merasa bingung.
“Mendekatiku? Dia tidak mendekatiku.” Jawap Tynsa.
“Dia itu mendekatimu, Tynsa. Dengan cara terus memberimu Silver Queen.”
Tynsa menggeleng. “Pendekatan yang sia-sia.”
“Jadi kamu ingin dia langsung melamarmu?” Goda Angel.
Tentu tidak. Tapi jika dia langsung melamarku, aku bisa apa? Seloroh Tynsa.
“Ck. Aku takut jika kak Ristaman jadi korban berikutnya jika dia berani mendekatimu.” Cibir Angel.
Tynsa tertawa. “Sudahlah. Lebih baik kita masuk kedalam ruangan.” Ajak Tynsa yang diangguki oleh sahabatnya itu.
*
“Tynsa...” mendengar suara seseorang pria memanggil dan sepertinya tidak asing sehingga membuat langkah Tynsa berhenti.
Tynsa membalikan tubuhnya, menatap pada seorang pria yang berjalan kearahnya dengan senyuman percaya diri.
“Kak Ristaman,” Ucap Tynsa sambil tersenyum sebab Ristaman sedang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
“Sepertinya kamu datang cukup cepat pagi ini.” Ucap Ristaman sambil melihat jam di tangannya.
Tynsa tersenyum, “Ya. Aku bangun lebih awal pagi ini dari biasannya dan merasa bosan juga di rumah.” Balas Tynsa.
Ristaman menganggu paham.
“Kakak sering berpapasan di jalan kita, Tanya Tynsa karena masih ada setengah jam lagi waktu jam kerja berjalan.
“Ya. Karena saya bekerja di kantor sudah jadi kebiasaan seperti itu.”
Tynsa dan Ristaman pun berjalan beriringan duduk dikursi yang ada di depan gedung tempat Tynsa bekerja.
“Oh ia kak. Terimakasih untuk Silver Queennya,” Ucap Tynsa menatap pada wajah Ristaman.
Ristaman memiringkan wajahnya sambil tersenyum. “Apa kamu menyukainnya?”
Kepala Tynsa mengangguk. “Tentu saja. Silver Queen adalah salah satu makanan favoritku.”
“Apakah kakak juga menyukainya?”
Ristaman menggeleng. “Tidak terlalu. Tapi adekku menjual banyak Silver Queen di warung.”
“Oh...”Tynsa mengangguk paham. “Tapi kenapa kakak tidak memberikannya langsung padaku?” Tanya Tynsa.
Ristaman terdiam. Pria itu menatap lurus ke depan lalu menatap lagi pada Tynsa.
“Karena saat aku membawa Silver Queen aku selalu bertemu dengan Angel dan tidak pernah berpapasan dengan kamu.” Balas Ristaman cukup masuk akal juga.
__ADS_1
Apa benarkah seperti itu? Tynsa membatin.
Percakapan mereka pun terhenti saat Tynsa melihat jam sudah waktunya bekerja.
“Apakah aku boleh meminta nomor ponselmu?” Tanya Ristaman.
“Tentu saja.” Balas Tynsa merasa tak masalah.
Ristaman merogoh ponsel di saku celananya lalu memberikan pada Tynsa.
Tynsa menerimanya lalu mengetikkan beberapa digit nomor di ponselnya.
“Terimakasih. Jangan lupa membalas pesanku nantinya.” Ucap Ristaman yang dianggungkan oleh Tynsa.
“Aku mau pamit dulu.” Yang kembali di anggukin oleh Tynsa.
Tak masalah. Lagi pula hanya sebagai ucapan terima kasihku dan sebagai tanda pertemanan. BatinTynsa lalu pergi keruangannya.
Saat masuk kedalam ruangan,Tynsa di buat kaget dengan sosok Reno yang duduk di kursi sebelum ruanganya sambil melihat ponselnya.
Pangeran frizer? Kenapa dia cepat sekali datang? Tapi sepertinya aku tidak melihat mobilnya di tempat parkir. Batin Tynsa menatap pada pria yang tidak memedulikan kehadirannya.
Cukup lama Tynsa berdiri di depan pintu memperhatikan sosok Reno. Hingga beberapa menit kemudian pandangan Tynsa pun langsung terputus saat Reno membalikan wajah datarnya ke arah Tynsa.
*
*
__ADS_1
*
Mohon dukungannya yuk dengan cara like, komen dan votenya. Terimakasih sebelumnya