
Menikahi Ceo
Bab :21
...
Mereka pun berjalan beriringan menuju tempat dimana ruangan Vano
"Ini bu ruangan nya pak Vano, ibu bisa masuk" ucap karyawan itu setelah sampai di depan pintu
"Baik lah terima kasih ya mbak atas bantuan nya"Ucap Nahra tulus
"Sama - sama bu jika begitu saya pamit undur diri" ucap karyawan itu lalu membungkuk kan sedikit badan nya sedang kan Nahra tersenyum dan mengangguk kan kepala nya pelan sebagai jawaban
Tok
Tok
Tok
Ia memijit pangkal hidung juga. Saat ini Vano sangat lelah dan letih banyak sekali tugas kantor yang menumpuk hal itu membuat kepala nya pusing
Mendengar suara ketukan pintu
"Masuk" ucap nya tampa nengalih kan pandangan nya
Mendengar ada jawaban Nahra pun masuk. Di lihat nya Vano saat ini, wajah nya menggambar kan tampak nya ia sangat lesuh dan banyak pikiran
__ADS_1
"Sampai kapan kau akan menatap berkas - berkas itu. Apakah mata mu tak lelah atau pun letih sedikit pun" ucap Nahra
DEG
"Suara itu" batin Vano
"Ah tidak - tidak pasti aku hanya terlalu lelah sehingga sampai - Sampai aku jadi halusinasi seperti ini" ujar nya masih membantin
Merasa di cukai pun Nahra jadi kesal
"Hai apa aku di sini hanya untuk di abai kan seperti ini" ucap Nahra terdengar kesal
"Ha" ucap Vano tersentak kemudian spontan langsung menatap ke arah sumber suara itu
Melihat Nahra yang datang langsung wajah Vano berubah menjadi sumringah. Ia langsung menjalan ke arah Nahra dan memeluk nya langsung dengan erat
"Eh" ucap Nahra spontan karna kaget setelah beberapa saat akhir nya ia pu membalas peluk kan Vano tak kalah erat, sebab menurut nya saat ini Vano sangat lelah di lihat dari wajah nya karena maka dari ini ia butuh sandaran untuk menghilang kan rasa penat itu sejenak. Sedang kan Vano menikmati hal itu sambil menghirup dalam dalam wangi tubuh sang istri sebab pikiran yang lagi pusing langsung hilang dan berganti dengan rasa nyaman
"Baik lah" ucap Vano pasra, sebenar nya ia tak rela harus melepas kan pelukan nya karena menurut nya hal itu membuat diri nya sangat nyaman
Akhir nya pun mereka duduk di sofa bersama. Nahra membuka bekal itu sementara Vano hanya melihat nahra yang sedang melakukan kegiatan nya itu
"Bisa kah kau menyuapi pi ku aku malas jika aku harus makan sendiri" ucap nya dengan jujur
"Baik lah" ucap Nahra mengiya kan
Vano pun makan dengan lahap sekali dan Nahra pun sesekali menyuap kan juga ke dalam mulut nya sendiri
__ADS_1
Nahra melihat Vano makan dengan lahap merasa sangat senang sebab Vano menyukai masakan nya
Suapan terakhir pun di layang kan Nahra kepada Vano, setelah itu ia memberi kan air minum kepada Vano dan Vano menerima itu dengan senang. Setelah itu Nahra membersih kan sisa dan tempat makanan tadi, sedang kan Vano kembali ke meja kerja nya untuk melanjut kan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Nahra pun menengger kan tas pada bahu nya setelah itu ia menenteng tampat makan tadi
"Apakah kau mau pulang?" tanya Vano melihat Nahra yang sudah bersiap - siap itu
"Iya" Jawab nya singkat
"Lain kali sesibuk apa pun kau harus makan jangan sampai lupa seperti tadi, karena sesibuk apa pun itu kesehatan no satu dari pada pekerjaan jadi utama kan lah kesehatan mu, apa kau mau ada berita yang menyebar nanti nya dengan judul 'Seorang CEO di Barata group meninggal dunia karena slalu bekerja tak pernah berhenti' apa kau mau ada berita begitu?" ucap Nahra panjang lebar
Vano hanya terkekeh melihat sang istri yang mulai cerewet itu
"Baik lah nyonya Vano aku tak akan mengulangi nya" ucap Vano
"Jika kau mau aku menjadi janda muda buat saja aku tak peduli. Lagian jika menjadi janda muda aku tak keberatan karna aku bisa mencari pria yang lebih muda, gagah, serta kaya dari pada diri mu, Pasti akan banyak yang mau karena aku ini sudah cantik, muda siapa yang EEMMMHH..." ucap Nahra tertahan
Sebelum Nahra melanjut kan omongan yang membuat nya begitu kesal lebih baik ia menyumpal mulut sang istri agar tidak berbicara yang tidak tidak
"Kauuu!" ucap Nahra Kesal sebab Vano mencium bibir nya tiba tiba
"Kenapa" jawab nya dengan wajah polos
"Kenapa kau mencium ku tiba tiba?" tanya Nahra masih dalam mode kesel
Next
Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up
__ADS_1
jempol mu semangat ku
Instagram : nahliratih