
Menikahi Ceo
Bab : 40
...
"Sudah lah lebih baik kau berangkat bekerja dan kini kau terlambat karena kau terlalu banyak omong sekali pagi ini" ucao Nahra yang berusaha mengalih'kan percakapan dan bukan hanya itu namun ia mengata'kan itu benar karena bukan nya pria itu sedang ada rapat jam segini
"Baiklah lagi-lagi kay selamat" ucap Vano terkekeh
Nahra pun memulai ritual pagi nya dengan mencium punggung tangan sang suami dan di balas kecupan di dahi nya, sontak saja itu membuat wajah nya beresemu merah bak kepiting rebus
"Aku pergi dulu. Kau hati hati di rumah. Karena saat ini aku sedang senang maka aku berbaik hati kepada mu. Jika kau bosan kau bisa keluar dan bersenang-senang bersama teman mu. Namun kau harus ingat, tidak boleh lama-lama dan paling lama hanya 3 jam!" ucap Vano kepada Nahra setelah di dalam mobil ia membuka kaca mobil agar bisa berbicara kepada sang istri yaitu Nahra
"Bukan kah hari ini aku ada jadwal kuliah, jadi tentu saja aku akan keluar" ucap Nahra memberi tahu Vano
__ADS_1
"Baik 'lah kau bisa meminta mang maman untuk mengantar mu kuliah nanti" ucap Vano
"Tidak, Tidak aku tidak ingin di hantar. Aku bisa pergi sendiri" ucap Nahra menolak-nya
" Baik'lah hati-hati untuk itu dan jika kau ingin belanja kau bisa mengguna'kan kartu yang ku card yang ku beri'kan dan ingat pakailah karena aku memberi 'kan mu untuk memang untuk kebutuhan mu" titah Vano tegas. Karena memang benar ada nya Vano belum mendapat 'kan notifikasi bahwa selama ini Nahra belum memakai uang sepeser pun dari kartu card yang di berikan oleh Vano
"Aku lagi tak membutuh 'kan apa pun sekarang. Namun, jika aku membutuh 'kan sesuatu nanti nya aku bakal memakai nya" ucap Nahra berhati-hati agar tak menyakiti hati Vano
"ya sudah lah terserah kamu saja! yang penting jika kau membutuh 'kan nya kau harus memakai uang dari situ!" ucap nya tegas yang tak ingin di bantah
"Iya, sayang!" ucap Nahra mengalah
"Ti-Tidak, tidak ada"ucap nya tegas sekali membantah namun ia tak berani menatap Vano dan mengalih'kan pandangan nya
"Benar 'kah?" tanya Vano mem''asti 'kan dan ia juga membuka pintu mobil dan ingin turun dari situ. Namun, belum lebar pintu mobil tersebut yang buka, tetapi sudah fi tutup paksa oleh Nahra agar ia tak bisa turun
__ADS_1
"Why?" ucap nya mengernyit kan alis nya karena bingung dengan apa yang di lakukan oleh gadis tersebut
"Asisten, Max" panggil Nahra tanpa menjawab pertanyaan yang Vano lontar kan barusan kepada nya
Max, yang merasa di panggil oleh istri tuan nya pun menjawab
"Ya, Nona? ada yang bisa saya bantu?" tanya asisten Max memasti'kan-nya
"Cepat jalan kan mobil nya asisten Max!" perintah Nahra yang tampak nya tak ingin di bantah sikit pun
"Bukan kah kau bilang ada rapat pagi ini dan kini kalian sudah terlambat akibat tuan mu yang tua ini tak ada habis-habis nya untuk berbicara. Lagi pula jika kau menunggu nya dengan sabar maka itu merusak citra perusaha'an. Jadi, tolong cepat jalan kan mobil nya" ucap Nahra panjang lebar
Next
Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up nya
__ADS_1
jempol mu smangat ku
Instagram : nahliratih