
Menikahi Ceo
Bab : 37
...
"baik tuan. kalau begitu saya permisi dahulu, selamat pagi tuan" ucap nya meninggal 'kan Tuan Vano setelah di balas deheman oleh Vano dan setelah itu Vano buru buru masuk ke kamar untuk bergegas ke kantor
"Oh shitt.."
"Bagaimana bisa aku melupa 'kan hal penting seperti ini dasar Kau ini Vano jika bersama wanita itu kau selalu saja melupa'kan segala nya padahal pagi ini kau akan meeting penting . Entah apa yang di perbuat nya, Sungguh penyihir yang ahli. cek cek cek " gerutu Vano dalam hati
Beberpa menit kemudian Vano telah selesai mandi. Ia mencari gadis nakal nya itu, tapi sayang itu tidak membuah 'kan hasil karena ia sudah lebih dahulu turun ke bawah untuk membantu bibi bibi nya yang sedang kerepotan. Karena yang di cari pun tidak ada ia memutus 'kan untuk memakai pakaian kantor nya dan pakaian itu pun sudah disiap 'kan terlebih dahulu oleh gadis kecil nya sebelum ia pergi untuk turun ke bawah dengan setelah kemeja putih, dasi bewarna hitam, dan jas bewarna navy sesetel dengan warna celana keper nya, tak lupa juga dengan jam tangan, kaus kaki, sepatu, dan tas kerjanya juga. Setelah ia sudah selesai ia bergegas menuju bawah untuk segera berangkat ke kantor karena tidak ada waktu untuk sarapan lagi
Ia keluar kamar membawa dasi, jas kerja, serta tas nya di tangan. Bukan ia tak pandai memakai nya sendiri, namun sudah menjadi kebiasaan nya di pakai 'kan oleh sang istri, yaitu Nahra
"Sayang..." panggil Vano sedikit berteriak sambil menuruni tangga
"Iyaa" jawab Nahra sembari berteriak juga
__ADS_1
"Kamu dimana?" tanya Vano lagi
"Aku di dapur tuan" jawab Nahra. mendengar jawaban Nahra Vano pun segera ke dapur untuk menyusul gadis nakal nya itu
Setelah di dapur dia menyodor 'kan dasi serta jas yang tin-ting tadi
"Apa?" tanya Nahra tidak mengerti
"Apa?" tanya Vano balik
"Ini, kenapa dasi sama jas nya di kasih ke aku emang kamu mau aku yang kerja dan kamu di rumah buat ngurus rumah" ucap Nahra panjang lebar dengan mengernyit 'kan alis nya
"Iss.. yang nyuruh kamu gantiin aku buat kerja itu siapa" ucap Vano tak habis pikir
Jleb
damage nya bukan main. Niat nya cuman mempermain kan tuan muda itu, namun ia yang harus terpermain kan, karena Tuan muda itu bukan hanya dingin namun juga arogan
"Dasar terlalu pede jadi orang. Kamu kira aku mau menikah sama kamu yang bukan hanya dingin, namun juga tingkat kepedan mu itu melebihi kapasitas yang tersedia" ucap Nahra sambil merampas dasi dari tangan pria itu
__ADS_1
"Oh benar kah. Jadi, nyonya Barata ini menyesal telah menikah dengan Tuan muda Alvano brasta, orang yang paling tersohor di negeri ini?" tanya Vano dengan senyum menggoda sambil menarik pinggang sang istri agar lebih dekat dengan nya
"I-Iya tentu saja" jawab Nahra gugup dengan mengalih 'kan pandangan nya sebab posisi mereka saat ini sangat lah intim di tambah dengan tatapan Vano tak lepas dari diri nya apa lagi ia merasa 'kan bahwa wajah nya saat ini sangat lah panas
"Apa 'kah kau tidak tertarik dengan ku nona" ucap Vano setelah menaik 'kan dagu Nahra mengguna 'kan tangan yang satu nya agar sang empu nya bisa melihat wajah tampan dan berkarisma nya itu
"Iya aku memang tidak tertarik dengan mu" ucap Nahra gugup dengan mata yang jelalatan kesana kemari menghindari tatapan mesum itu
"Wah benar kah itu?" tanya nya memasti 'kan dengan memasang wajah kaget nya agar supaya ia benar-benar terkejut mendengar omongan itu
"Iya, iya dan iya! " ucap Nahra dengan tegas akan tetapi masih tidak berani menatap ke arah wajah Vano
Next
Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up nya
Jempol mu smangat ku
Instagram : @nahliratih
__ADS_1
Jika kalian berkenan bisa mampir juga di karya aku yang judul nya 'Ketos Dingin Itu Suami Ku' ya guys dan author berterima kasih sebanyak banyak atas dukungan serta support dari kalian buat author
I love you all😘❤⚘