
Menikahi Ceo
Bab : 28
...
"Emm iya nya" ucap nya agak sedikit ragu
"Makasih, bi" ucap nya kegirangan
"Sama-sama nya" ucap bi Sri ikut senang karena melihat nyonya nya senang
Beberapa menit sudah Nahra berkutat dengan peralatan perang nya di dapur dan tak butuh waktu lama kini hidangan makan malam sudah selesai
"Bik Sri" panggil Nahra
"Ya, Nyonya" jawab bi Sri
"Bibik, siapin ini ya di meja makan. Nahra, mau ke kamar dulu manggil, Tuan" pintah Nahra sambil membuka celemek nya
"Siap, Nya" ucap bi Sri mengiya kan
Nahra, pun menaiki tangga menuju kamar nya. Sesampai di kamar ia mengedar kan pandangan nya pada kamar itu. Tetapi, ia tak menemukan seseorang yang telah ia cari. Ia sudah pasti menebak bahwa seseorang yang telah ia cari sedang berada di ruang kerja nya. Tetapi, sebelum mencari ke sana, Ia lebih dulu bersekahan agar tak terlalu bau keringat. Tak butuh waktu lama ia sudah wangi kembali. Setelah itu ia keluar kamar nya menuju ruang kerja Vano
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"Masuk" ucap Vano ketika mendengar suara ketukan pintu
"Tuan, ayo kita makan dulu. Selesai makan baru anda sambung lagi" ucap Nahra formal
"Aku bukan Tuan mu dan jangan berbicara formal kepada ku aku tak suka" ucap Vano tegas
"Baik lah. ayo, kita makan dulu" ajak Nahra dengan suara lembut
"Baik lah, Ayo" ucap Vano. Kemudian ia memberes kan berkas-berkas itu terlebih dahulu. Setelah itu ia bangkit dari duduk nya dan berjalan bersama Nahra menuju dapur untuk makan malam
"Kau mau pakai yang mana?" tanya Nahra ketika mengambil kan makanan untuk Vano
"Semua juga boleh" ujar Vano
Hening
Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu sesekali terdengar
"Apa kah kau yang memasak makanan nya?" tanya Vano memecah keheningan
"Iya, apakah tidak enak? bila tidak jangan di makan kita mesen online saja" ucap Nahra
"Ngga yank. Ini enak kok, enak banget malahan" puji Vano jujur. Mendengar itu wajah Nahra merona
Selesai makan Vano kembali ke ruang kerja nya sementara Nahra membantu bi Sri memberes kan bekas makan mereka tadi. Selesai membantu bi Sri memberes kan bekas makan tadi, Nahra, kembali ke kamar menonton televisi. Selang beberapa menit, Adzan berkumandang dan pertanda shalat isya akan segera di mulai. Mendengar adzan yang tengah berkumandang, Nahra, keluar kamar menuju ruang kerja Vano. Ketika Nahra ingin membuka pintu kerja Vano, rupa nya Vano sudah membuka duluan pintu ruang kerja itu
__ADS_1
"Ayo, shalat isya dulu? setelah shalat baru sambung lagi nanti jika belum selesai" Ajak Nahra
"Sudah kok, sudah selesai semua. Jadi, ayo buruan, entar ketinggalan shaf pertama" ucap Vano
"Iya mas" ucap Nahra. Vano pun berjalan menuju kamar dan ikuti Nahra dari belakang. Setelah sampai di kamar Vano bergegas mengambil wudhu dan setelah Vano selesai bergantian dengan Nahra. Tak butuh waktu lama kini Vano sudah memakai sarung dengan atasan baju koko merta kopiah nya, sedang kan, Nahra, kini sudah lengkap memakai mukenah nya
Allahu Akbar
Tak butuh memakan waktu lama kini mereka sudah selesai shalat dengan Nahra yang mencium punggung tangan Vano sedang kan Vano mencium kening Nahra dan setelah itu mereka melantun kan ayat suci Al-Qur'an.
Kini jam telah menunjuk kan pukul 22.00 WIB dan kini mereka sudah di tempat tidur untuk segera tidur
.
.
.
.
**Maaf guys part kali ini kurang menarik
jangn lupa dukung author dengan cara like, comen, vote and tambah kan ke favorit biar author lebih smangat lagi buat up nya
jempol mu semangat ku
Love you**
__ADS_1
Instagram : nahliratih