
Menikahi Ceo
Bab 30
...
BREM
BREM
BREM
Terdengar suara geberan motor tak lama kemudian nampak lah Vano keluar dari garasi nya dengan menunggang kan motor sport milik nya
Lelaki itu tampak sangat keren dan berkarisma jika seperti itu
"Ayo" ajak Vano ketika berhenti tepat di depan Nahra. Sedang kan Nahra melihat Vano mengguna kan motor, Nahra pun tampat antusias dan tersenyum sumringah, sebab jarang - jarang Vano pergi mengajak nya menggunakan motor seperti ini
Kini mereka telah berhenti karena adanya lampu merah
Kini rambu rambu lalu lintas akan menunjuk kan warna hijau nya dalam hitungan 5 detik dan Vano melihat itu telah bersiap siap
3
2
1
Brummm...
Vano mengegas motor nya dengan perlahan lahan namun semakin lama semakin cepat
Nahra melihat itu semakin was was karena ia tak berpegangan
__ADS_1
Vano melirik Nahra melalui spion tampak pucat dan kecemasan menghiasi wajah cantik ny karena memang Nahra tak memakai helm dan membuka masker nya. Vano menarik lembut tangan Nahra ke untuk di lingkar kan di pinggang nya. Awal nya Nahra kaget atas tindakan yang yang di lakukan sang suami namun pelan lahan Nahra menikmati nya dan entah sadar atau tidak Nahra menyembunyi kan kepala nya di curuk leher Vano, Wangi tubuh lelaki itu membuat nya merasa tenang dan nyaman. Sedang kan Vano di sisi lain dia sangat nyaman ketika Nahra memeluk nya erat tetapi hembusan nafas Nahra yang menerpa kulit leher nya membuat nya merinding dan itu juga membuat ada hal yang berdiri tapi bukan keadilan sekuat mungkin ia mencoba memfokus kan pandangan pada jalan raya itu agar tidak kejadian yang tak di ingin kan terjadi
"Nahra" panggil nya ketika berhenti
"Hemm" tetapi Nahra hanya bergumam
"Mau sampai kapan kamu seperti itu hmm. kita sudah sampai" ucap vano memberi tahu
"Ha em.. sudah sampai ya"
"Heheh maaf aku tak menyadari nya" ucap Nahra cengngesan sambil meminta maaf
"Jika kamu ingin tetap seperti itu nanti saja jika sudah di kamar dan posisi mu seperti tadi sama saja seperti kau ingin menggoda ku" ucap Vano tampak sumringah
"Ap-apaan si mas" ucap nya memukul pelan pundak Vano sedang kan wajah nya sudah memerah seperti udang rebus. Sementara Vano melihat itu terkekeh kecil, karena jika Nahra malu malu seperti itu sangat menggemas kan menurut Vano
Kini mereka telah memasuki tempat itu
"Kamu mau nonton?" tanya Vano karena memang mereka saat ini sedang berada di mall terbesar di kota nya
"Boleh mas" ucap Nahra tersenyum senang, Vano melihat itu mengusap kepala Nahra yang di lapisi topi itu dengan gemas
"Baik lah aku beli tiket setelah itu beli minum serta cemilan untuk untuk dulu" ucap Vano
"Iya mas" ucap Nahra
"Ingat jangan kemana mana ntar kamu hilang lagi" ucap Vano mengingat kan
"Iya mas, lagian kamu pikir aku anak kecil apa yang bisa hilang kalo ga di temenin" ucap Nahra cemberut. Sedang kan Vano terkekeh
"Kamu itu kan kecil jadi kalo ada nyulik tinggal di goniin aja pasti muat" ujar Vano meledek
"Udah sana kamu pergi" ucap Nahra terdengar kesal
__ADS_1
"Kamu ngusir aku" tanya Vano sedikit kaget
"Siapa yang ngusir kamu, sayang, ihh" ucap Nahra gemas
"Aku nyuruh kamu pergi buat beli tiket dan teman teman nya" ucap Nahra menjelas kan
"Teman - teman nya?" Vano menghernyit kan kening nya
"Emang tiket temen nya nama nya siapa?" tanya Vano polos
"Bukan mas maksud aku itu, temen nya tiket minum sama camilan hehe" ucap Nahra dengan cengengesan
.
.
.
Jangan lupa dukung author dengan
-Like
-Comen
-Vote
-tambah kan ke favorit dan
-Beri ranting
Karena dukungan kalian penting untuk author
Instagram:nahliratih
__ADS_1