
Menikahi Ceo
Bab : 26
...
"Ke- kenapa kau mencium ku?" tanya Nahra gugup dan pipi nya terasa sangat panas
"Aku mengembali kan kepada mu biar impas dan jika mau akan mengembali kan dua - dua ciuman mu itu tadi' tidak apa apa aku ikhlas jika itu kepadamu" ucap Vano tetap menggoda Nahra sebab ia sangat menikmati reaksi yang Nahra berikan yaitu malu malu
...
"Hahah" Tawa yang Vano tahan tahan pun akhir ny meledak karena sudah tak tahan menahan tawa yang tahan tahan sejak tadi
" kau kenapa hah sampai sampai wajah mu sudah merah padam seperti kepiting rebus saja" ucap Vano setelah berhenti tertawa
"Nahra" panggil Vano
"Ya" jawab nya kini serius karena telah melihat wajah yang saat ini sedang serius
"Apa aku boleh untuk mengenal lebih dalam lagi tentang diri mu" ucap Vano yang kini sedang memegang kedua tangan Nahra
"Ten- tentu saja kenapa tidak" ucap nya gugup
"Benar kah?" tanya nya lagi untuk memastikan nya
"Iya. Kenapa tidak? kau ini suami ku jadi kau berhak mengenal jauh lebih dalam lagi tentang ku" ucap Nahra meyakin kan Vano
"Baik lah. Jadi, mulai sekarang kita harus terbuka tentang apa pun itu. Bagaimana, bisa kan?" ujar Vano menatap lekat manik coklat itu
"Iya" ucap Nahra mengangguk pelan
__ADS_1
"Tapi kau harus terbuka juga kepada ku. Apa kau bisa melakukan nya?" lanjut nya
"Tentu saja, sayang" ucap Vano berbinar dan Nahra yang melihat itu tersenyum
Flash back off
Max, yang melihat tuan nya melamun sambil senyum - senyum sedari tadi pun membuat nya merinding
"Ya, Tuhan kenapa aku jadi merinding sendiri begini. Tuan, kau membuat ku takut saja. Tolong lindungi aku ini ya Tuhan " ucap max dalam hati
"Max" panggil Vano tiba tiba
"I- iya tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya max gugup
"Kau kenapa, Max?" tanya Vano curiga
"Tidak tuan. Saya tidak apa - apa" ucap max meyakin kan
"Max kita mampir ke super market dulu, baru setelah itu, kite ke toko bunga" titah Vano
"Baik tuan" ucap Max
skip
"Assalamualaikum" Ucap Vano ketika memasuki rumah
"Waalaikumsalam salam" jawab para pelayan yang mendengar salam Vano
Vano pun segera menaiki tangga untuk menuju kamar nya yang berada di atas
Ceklek
__ADS_1
"Setelah di pintu terbuka ia menyapu seluruh ruangan dengan pandangan nya untuk mencari wanita saat ini yang telah mengisi hari-hari nya belakangan ini. Ia melihat gumpalan di tempat tidur yang tutupi oleh selimut dan ia yakin, pasti itu wanita jelek nya. Ia memilih membersih kan diri terlebih dahulu. Tak butuh waktu lama, kini ia sudah wangi dan bersih. Ia berjalan menuju ranjang dan ikut merebah kan diri nya di samping istri nya itu. Di buka nya selimut yang menutupi wajah wanita nya dan di pandang nya wajah itu sangat terasa nyaman dan tentram.
"Sayang" ucap nya sambil menoel-noel pipi nya Nahra. Tetapi, sang empu nya tk merasa terusik sedikit pun
"Sayang ayo bangun udah sore mandi dulu" ucap nya yang kini dengan menghujani wajah polos itu dengan ciuman
"Emm" gumam nya menggeliat. Karena Nahra susah unruk di bangun kan. Vano, pun merasa kesal al akhir pun ide jahil nya seketika muncul
"Banjir bajirr tolong.." ucap Nahra gelagapan. Seketika tawa Vano pun akhir nya pecah juga
"Haha.."
Mendengar suara tawa, akhir nya dia menyadari bahwa kini ia telah menjadi korban ulah kejahilan laki-laki tersebut. Ide nya pun juga untuk menjahili balik Vano
"Sayang" ucap Vano ketika melihat Nahra tergeletak di bath tub dan memejam kan mata nya
"Sayang hey bangun" ucap nya sambil menggoyang kan bahu si empu nya pelan. Tetapi tak ada jawaban sama sekali
"Nahra bangun jangan membuat menjadi panik begini" ucap Vano yang kini benar benar Vano
Byurr
...
Next
Jangan lupa dukung author dengan cara like comen anda vote agar author lebih smangat lagi buat up nya
jempol mu semangat ku
Instagram : nahliratih
__ADS_1