
Menikahi Ceo
Bab : 24
...
"Bawa ke mall dan belanja barang - barang branded, tuan" ucap Max mengasuh solusi
"Udah saya tawar kan kepada nya seperti itu. Tapi apa kau tau jawaban nya max" ucap Vano
"Tidak tuan" jawab Max
...
"Dia bilang 'Om kira aku cewe matre apa. Cewe yang kalo di ajak ke mall belanja jadi luluh" ucap Vano mencibik bibir nya dengan menirunakan dengan apa yang Nahra bicara kan. Mendengar itu Vano sekuat tenaga menahan tawa agar bos nya itu tak mengamuk bila melihat nya sedang mengejek diri nya
"Haha.. andai kan saja aku berada di sana, Pasti sangat menyenang kan melihat raut wajah mu tuan" ucap Max dalam hati
"Mungkin nona kurang suka dengan belanja" ucap max
__ADS_1
"Ya bisa saja" ucap Vano
"Jadi menurut mu yang di sukai nya apa, Max?" tanya Vano
"Tuan pernah melihat nya sering melakukan sesuatu yang sering ia lakukan?" tanya max balik
"Entah lah kalo itu aku tak tau karena dia jarang melakukan apa - apa. Karena kau tau bukan ke sibuk kan nya kuliah jadi jarang punya waktu untuk hal aneh aneh" ucap max panjang lebar. Vano dan Max sama sama dingin dan tak banyak berbicara kecuali bersama orang tertentu saja ia baru berbicara panjang lebar
"Emmm" gumam max sambil berfikir
"Tapi ia sering makan makanan yang berlemak, Max. Dia lain seperti gadis lain nya.Saat gadis lain nya sibuk dengan menjaga makan makanan berlemak dan berdiet agar tidak memiliki berat badan berlebih tetapi ia sendiri tidak, Ia malah memakan itu semua tampa rasa takut ada dengan lemak yang akan ada di tubuh nya nanti" ucap Vano menjelas kan sambil tersenyum melihat tingkah laku lucu gadis lebih tepat nya wanita nya sekarang
"Makanan apa yang sering nona muda makan tuan?" tanya max
Vano senyum senyum sendiri mengingat kejadian nya yang ia dan Nahra alami
Flas back on
"Assalamualaikum" Ucap Vano ketika memasuki rumah
__ADS_1
"Waalaikumsalam den" ucap bi Sumi
Setelah itu Vano segera menaiki tangga menuju kamar nya, Sampai di kamar ia celingak celinguk mencari keberadaan istri kecil nya itu, tetapi si empu yang di cari tak kunjung menampak kan batang hidung nya. Akhir nya Vano memilih pembersih kan diri setelah itu ia kluar kamar tetapi sebelum keluar dari kamar ia melihat jam, ternyata jam masih menunjuk kan pukul 16.30 WIB karena memang entah kenapa Vano pulang lebih cepat dari hari sebelum nya. Setelah sampai di bawah ia celingak celinguk mencari wanita yang tak nampak nampak batang hidung nya. Tetapi saat di dapur ia di kaget kan oleh suara seseorang wanita
"Tuan, sedang mencari apa?" tanya bi Sumi
"Kalo ada yang butuh kan, Tuan bisa memanggil bibi" ucap nya lagi
"Anu bi, bibi nampak istri saya gak?" tanya Vano
"Oh nyonya ya Tuan. Kalau nyonya tadi bibi nampak ia sedang di gazebo belakang" jawab bi Sumi

Jangan lupa baca juga karya aku yang satu lagi. Yang mencerita kan Jadi bandel suka bolos tetapi cantik dan pintar dengan seorang ketua kelas dingin. apakah nanti nya mereka bersama atau ya sir berkata lain yuk nantikan jawaban nya di 'Ketos Dingin'
Jangan lupa tinggal kan jejak Like, comen, vote and tambah kan ke favorit agar tak ketinggalan cerita nya dan agar author lebih semangat lagi menulis cerita nya
Dan mohon maaf jika ada kata kata author yang salah karena author masih permulaan
__ADS_1
😊
Instagram : nahliratih