Menikahi Ceo

Menikahi Ceo
Bab 39


__ADS_3

Menikahi Ceo


Bab : 39


...


Baik tuan. Jika begitu saya pamit undur diri. Selamat pagi tuan dan maaf sekali lagi jika saya sudah mengganggu kenyamanan tuan dan nyonya" ucap bi Sri


"Tak apa bi Sri pergilah lanjut 'kan saja tugas mu yang tertunda dan maaf jika sudah merepor 'kan mu" ucap Nahra yang tadi nya hanya diam mendengar kan namun kini ia ikut angkat bicara


"Terima kasih nyonya, permisi" Bi sri pun pergi setelah dapat angguk 'kan dan senyum tulus dari Nahra


"Pergilah, kasian asisten Max yang sudah menunggui mu dari tadi" ucap Nahra lembut


"Huhh.. (Ia menghela nafas berat) baiklah aku berangkat ke kantor dulu ya" ucap Vano sambil mengelus surai hitam milik sang istri yang di cempol asal-asalan namun tak mengurangi kecanti 'kan-nya sedikit pun


Mereka berjalan beriringan menuju teras rumah. Vano ingin berangkat ke kantor sementara itu Nahra mengantar nya samapai depan teras


"Nih" ucap Nahra sambil menyerah 'kan paper bag yang berisi benda persegi itu


Vano mengernyit bingung


"Apa ini?" tanya Vano dengan wajah bingung

__ADS_1


"Sarapan" jawab Nahra singkat


"Iya tau. Tapi untuk siapa?" tanya Vano lagi


"Untuk Max" jawab Nahra lagi, namun kini terdengar kesal


"Bukan 'kah max tadi sudah sarapan? namun kenapa kamu ngasih dia lagi? bukan-nya kamu ngasih aku yang bahkan belum sama sekali sarapan" ucap Vano panjang lebar dengan bersungut - sungut


"Ck "Nahra berdecak kesal mendengar nya sampai ia, dia itu polos atau bodoh si. batin Nahra


"Tuan Alvano yang terhormat" ucap Nahra sambil tersenyum paksa


"Ya, Nyonya Vano? ada yang bisa saya bantu?" tanya nya dengan memasang wajah semanis kedondong


"Aku tidak tahu" jawab nya acuh sambil menaik'kan ke dua bahu nya dan tak lupa pula dengan tampang polos tak ada dosa


"Kau hanya bukan sedekar sudah tua tuan Vano, namun kau juga bodoh" ucap Nahra dengan senyum mengejek


"Kau" ucap nya menggeram karena merasa di ejek oleh gadis yang di depan nya yang kini sudah berstatus sebagai isteri nya


Glekk


Seperti nya aku sudah salah berbicara sehingga membangun kan singa di pagi hari yang kini sedang terlelap, ucap Nahra dalam hati

__ADS_1


"Kau ini bagaimana si? Tentu saja aku membawa 'kan bekal sarapan ini untuk mu dan bukan untuk asisten Max" ucap nya kesal


"Haha, baiklah. Apakah saat ini kau sudah mencintai ku sehingga mengkhawatir 'kan ku" ucap Vano dengan senyum mengembang dan menaik turun 'kan alis nya untuk menggoda Nahra


"Huh.. kau ini. Ya sudah jika kau tak mau, aku akan mengasih nya saja pada asisten Max, dari pada terbuang kan sayang mubazir. Lagi pula aku membuat nya dengan sepenuh perasaan dan dengan cinta tentu nya" ucap Nahra dan ingin mengambil paper bag tersebut dengan wajah cemberut dan bibir nya yang monyong. Sebab ia merasa tak di hargai karena Vano berbicara seperti itu seolah tak ingin memakan sarapan yang di buat lansung oleh nya


"Hahah, baik lah-baik lah. Tidak perlu cemberut gitu apa lagi sampai ada acara monyong monyong begitu. Atau kau monyong begitu karena ingin aku cium? benar begitu bukan nyonya Alvano brasta" ucap nya dengan senyum me*su*m nya


"Dasar me*su*m" ucap Nahra memukul pelan dada Vano dan tak lupa di sertai dengan wajah yang sudah merah merona


"Walaupun me*su*m begini kamu tetap suka kan" ucap Vano dengan menaik-turun 'kan alis nya


"Sudah lah lebih baik kau berangkat bekerja dan kini kau terlambat karena kau terlalu banyak omong sekali pagi ini" ucao Nahra yang berusaha mengalih'kan percakapan dan bukan hanya itu namun ia mengata'kan itu benar karena bukan nya pria itu sedang ada rapat jam segini


"Baiklah lagi-lagi kay selamat" ucap Vano terkekeh


Nahra pun memulai ritual pagi nya dengan mencium punggung tangan sang suami dan di balas kecupan di dahi nya, sontak saja itu membuat wajah nya beresemu merah bak kepiting rebus


Next


Jangan lupa dukung author dengan cara like comen and vote agar author lebih smangat lagi buat up nya


Jempol mu smangat ku

__ADS_1


Instagram : nahliratih


__ADS_2